
Gracel terus merengek meminta pembuktiin kalau suaminya itu masih mencintai dirinya.
Revandra yang geram dengan rengekan sang istri, langsung saja menggigit pipi chubby bumil tersebut.
Gracel merasa geli bukan merasa sakit. "Mas Revan." Bumil itu terkejut.
Revandra melepaskan gigitannya dan menyium pipi chubby Gracel. "Lucu sayang, seperti bakpou," ujar Revandra semakin membuat Gracel tidak pede.
Bumil itu memegang pipinya dengan air mata terus mengalir. "Berarti benar dong, kalau pipi aku tembab," keluhnya mengunyel pipinya sendiri. "Mas gak boleh ganteng pokoknya!"
"Eh?"
"Gak boleh! Nanti kamu buat aku gak pede, coba deh kalau kita sampingan kaya angka sepuluh. Mas satunya aku nolnya," omel Bumil tersebut.
"Terus mas harus ngapain sayang? Mas suka kalau badan kamu bentuk nol, lebih empuk di hug," ucap Revandra memeluk istrinya gemass. "Gak papa istri mas ini seperti angka nol, yang penting mas suka dengan istri mas bagaimana pun bentuknya. Lagian yang buat kamu kaya gini mas juga," tutur Revandra tak henti-hentinya menggigit pipi istrinya. Benar-benar tembab, tapi lelaki itu menyukainya.
Padahal kehamilan Gracel baru memasuki dua minggu. Namun bumil itu sudah membulat seperti bakpou, mungkin efek ngidam yang hobi makan.
Gracel memeluk suaminya. "Jangan lirik yang langsing di luar sana ya! Aku potong junior mas," ucap Gracel mengancam membuat Revandra merasa ngilu.
"Udah di bilang, gak ada yang lirik-lirik. Apapun wujud istri mas, akan tetap mas cintai."
"Mas kira aku setan? Bisa ganti wujud?" tanya Gracel dengan berteriak turun dari pangkuan Revandra.
Revandra menepuk jidatnya. "Ini mulut kok gak bisa di ajak kerja sama sih!" gerutu Revandra memukul mulutnya sendiri.
Dia memeluk istrinya dari belakang. "Mas mau hug," bisik Revandra.
"Gak ada hug-hug," ketus Gracel.
__ADS_1
"Mau hug, mommy," rengek Revandra mengikut rengekan sang anak.
"Apasih!"
"Sayang."
"Yaudah sini." Gracel membalikan badannya dan merentangkan tangan, Revandra pun langsung memeluk istrinya.
Gracel menidurkan badannya ke kasur sambil memeluk suaminya.
Untungnya si pengganggu sedang tidak ada di rumah, lagi jalan bersama Delon. Sehingga daddy Revan bisa menggantikan bermanja.
"Kok kebalik gini? Seharusnya aku yang manja-manja bukan mas," ketus Gracel baru menyadari, kalau dia ingin marah pada suaminya.
"Gantian," jawab Revandra.
"Terus?"
"Mas gak berangkat ke kantor?" tanya Gracel masih setia mengelus surai sang suami.
"Bodoh amat, kalau aku gak ada tidak ngerugi juga kok, nanti biar sekertaris mas yang mengirimkan seluru laporan.
"Isss, bos tuhh nyontohin karyawannya buat rajin ke kantor, bukan bosnya yang malas-malasan gini," kelit Gracel.
"Biarin, yang penting dapat hug istri," balas Revandra memper erat pelukannnya.
"Eh mas udah dapat asisten baru?" tanya Gracel.
Revandra menggeleng.
__ADS_1
"Kenapa gak cari?"
"Mas sudah tak gampang mempercayai seseorang, orang yang sudah mas anggap sebagai sahabat. Ternyata mengkhianati mas dari belakang, membantu mama melakukan kejahatan yang bisa membuat hubungan kita rusak," jawab Revandra.
Saat asik mengobrol ponsel Revandra berdiring membuat Gracel mendongak dan meraih ponsel suaminya di atas nakas.
Wajah Gracel mengerut, melihat telfon seseorang yang sama dengan tadi pagi.
Dia tidak memberikan ponsel itu pada Revandra, dia mengangkatnya langsung.
📱"Halo dengan siapa ini? Perlu apa? " tanya Gracel tanpa basa-basi.
Revandra membalikan badannya menghadap ke atas tanpa mengambil ahli ponselnya, dia mengizinkan istrinya.
📱"Anda gak punya telinga? Saya bertanya anda tidak menjawabnya," ketus Gracel.
Lita yang ada di seberang sana tampak diam, mendengar suara Gracel merupakan istri dari lelaki yang menolongnya.
📱"Owh saya Lita, Anda siapa?"
📱" Saya istri mas Revan!" jawab Gracel dengan lantang, dari suara yang dia dengar, wanita yang bernama Lita sepertinya ular keket. Pikirnya Gracel.
📱"Anda perlu apa menelfon suami saya?"
📱" Maaf, saya cuma ingin mengatakan kalau saya belum bisa mendapatkan pekerjaan, dan saya ingin meminta bantuannya," jawab Lita.
📱"Terus sangkut pautnya dengan suamiku apa? Anda bisa mengirim pesan saja! Suami saya sibuk, ini jam kerja dan sebentar dia ada luang waktu bersamaku. Jadi dia tidak ada waktu mencarikan mu pekerjaan, akan ku suruh ajudan suamiku mencarikan pekerjaan untukmu. Atau kau ingin menjadi babuku!" omel si bumil.
Revandra yang melihat istrinya naik pitam, langsung mengambil ahli ponselnya dan mematikan sambungan telfon.
__ADS_1