Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 81 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Hari terus berlalu kita usia kandungan Gracel sudah memasuki empat bulan.


Ngidamnya sudah agak mulai pudar, yang dulunya ngidam di luar nalar kini sudah agak normal.


Dia sudah USG dan jenis kelamin anaknya adalah seorang gadis mungil. Do'a yang terus di panjatkan calon daddy anak dua itu terujut, untuk memiliki seorang putri.


Lelaki itu lebih siaga menjaga istrinya. Bahkan pekerjaan kantor di pindahkan ke rumah agar tidak pulang balik dan bekerja setengah hari aja.


Saat ini calon mommy muda sedang berjalan-jalan di halaman mansion.


"Sayang udah jalan-jalannya," teriak Revandra dari ambang pintu, berlari sambil membawa sebotol air dan handuk kecil.


Gracel menoleh dan mengusap perutnya yang sudah membesar seperti bola basket. Dia menghampiri suaminya yang berlari ke arahnya.


"Minum dulu," pinta Revandra seraya melap keringat istrinya.


Revandra berjongkok dan mencium perut Gracel. "Capek ya?" tanya Revandra.


"Aw," rintih Gracel saat perutnya serasa di tendang.


Mereka berdua terkekeh. Revandra sangat bahagia kalau dia sedang mengajak anaknya bicara pasti di respon tendangan.


"Ayo masuk, mas udah siapin sarapan buat kamu," ujar Revandra membimbing istrinya masuk ke dalam.


"Daddy Xaviel belum pulang juga?" tanya Gracel mendudukan bokongnya di kursi.


"Belum sayang," jawab Revandra menyuapi istrinya makan.


Gracel menghela nafas, tiba-tiba dia jadi kangen dengan anak tampannya.


"Kenapa, hem?" tanya Revandra membelai rambut Gracel.


"Kangen El," jawabnya cemberut.

__ADS_1


"Mau jemput El sama-sama?" tanya Revandra dan langsung di angguki oleh bumil.


"Yaudah, mommy makan dulu," ucap Revandra menyuapi kembali istrinya.


"Udah, udah kenyang," tolak Gracel menahan tangan suaminya yang ingin menyuapinya kembali.


Revandra pun berhenti dan memberikan minum.


"Mau mas mandiin?" tanya Revandra menaik turunkan alisnya.


"Gak!"


"Licin tau lantai kamar mandi, mas gak mau terjadi apa-apa sama kamu, apalagi sama anak aku!" tegas Revandra membuka'kan pakaian Gracel.


"Mas ih, aku bisa sendiri!" tolak Gracel. "Jangan di sentuh, aku jadi gerah tau gak," ketus si bumil.


"Tapi mas antar ya ke dalam, sampai nunggu kamu selesai."


Akhirnya Gracel memilih mengalah.


"Mas keluar!" perintah Gracel.


Revandra menggeleng. "Kamu mandi, mas lihat," tolaknya. "Mas gak ngapa-ngapain, mas udah tiga bulan tau puasa."


Gracel menghela nafas dan segera mandi walaupun sedikit gak enak di lihatin sang suami, padahal kemarin-kemarin Revandra yang memandiikannya.


Dengan terus menelan ludah, Revandra membalutkan handuk ke tubuh Gracel dan memampahnya keluar.


"Lebay banget, aku merasa seperti sakit parah gak. Tiap hari di mandiin, di suapin makan. Apa-apa itu," ketus Gracel pada Revandra.


"Biarin."


"Mas pergi sekali ke kantor, chek perkembangan kantor mu."

__ADS_1


"Sebenarnya, mas mau ngajak kamu lihat proyek yang baru mas bangun, apa kamu ingin ikut?" tanya Revandra.


Gracel cepat-cepat mengangguk. "Tapi jemput El dulu, aku kangen," ucap Gracel.


"Iya tuan putri." Revandra menaikan tangannya seperti sedang hormat membuat Gracel terkekeh.


"Upahnya mana?" tanya Revanda saat telah selesai memakai'kan pakaian istrinya.


Gracel merentangkan tangannya Revandra pun berhamburan memeluknya.


"Udah daddy, kasian anaknya kejepit," ucap Gracel membuat Revandra langsung melepaskan pelukannya.


Revandra menggulung rambut istrinya. Lalu mencium bibirnya.


Bruk!


Pintu terbuka membuat suami istri yang sedang berciuman terlonjat dan menoleh.


"Kau!"


Gadis itu menunduk. "Maaf saya gak tau," imbuhnya menunduk.


"Sialan," pekik Revandra. "Berani ya lo buka pintu tanpa mengetuk, gak ngehargai privasi majikan?"


"Ma-af pak Revan."


"Tuan! Bukan pak!"


"Ya, Tu-an."


Lita menunduk merasa takut saat Revandra menatapnya dengan sorot mata yang sangat tajam.


Revandra sangat tidak suka dengan orang yang seenaknya dan tidak sopan, apalagi antara majikan dan Pekerja. Seperti apa yang di lakukan gadis itu tadi tanpa mengetuk tanpa izin langsung membuka pintu.

__ADS_1


Lita memang beberapa hari ini di suruh bekerja di sana atas perintah Gracel. Si bumil sudah sangat risih kalau suaminya di telfon terus, hanya sekedar menyuruh mencari pekerjaan.


__ADS_2