
Lita yang sedang santai di dalam kamarnya, langsung terperajat kaget, karena dobrakan pintu yang sangat keras. Dia yang sedang rebahan langsung beranjak bangun saat melihat Revandra masuk ke dalam kamarnya.
Lita belum sadar kalau saat ini Revandra sedang marah. Dia berdiri dan menaikan sedikit bajunya agar terlihat s*x.
"Tuan Revan?"
Revandra mendekati Lita membuat gadis itu menebak-nebak bahkan bibirnya dia gigit bawah agar terlihat menggoda. Padahal di mata Revandra itu sangat menjijikan.
Lita menurunkan sedikit kerah bajunya.
Baru ingin memegang pundak Revandra. Dia sudah tersentak atas perlakuan Revandra. Lelaki itu menyeretnya dengan kasar keluar dari kamar.
"Tuan Revan ada apa ini?" tanya Lita berusaha melepaskan cengkraman Revandra.
Sesampainya di ruang tamu, Revandra melepaskan tarikannya dengan kasar sehingga Lita terjatuh.
Para art serta boygrup melihat jelas gimana kemarahan Revandra saat ini.
"Mas Revan," panggil Gracel memegang kedua tangan suaminya. Namun langsung di tepis pelan oleh lelaki itu.
"Gak sekarang sayang!" tegas Revandra memundurkan Gracel.
Sri maju dan mengambil ahli Gracel.
"Sebaiknya biarkan Tuan melakukannya Nyonya, saya percaya dia tidak melakukan hal yang fatal," ujar Sri.
Gracel pun mengangguk.
Lita menunduk merasa takut dengan tatapan Revandra, apa yang akan di lakukan oleh lelaki itu?
Pak!
__ADS_1
Tamparan keras mendarat di pipi Lita bukan Revandra yang melakukannya melainkan Milli.
Semua yang ada di sana menatap Milli dengan intens. Milih yang di tatap langsung menjelaskan semuanya.
"Saya ingin meminta maaf Tuan telah menyela, tapi saya sebagai sepupunya berhak memberinya pelajaraan. Dari kemarin saya sudah memperingatinya jangan melewati batas, tetapi dia tidak sama sekali mendengarkannya. Maaf juga kalau saya baru memberi tau kalian kalau Lita sepupu saya," jelas Milli. "Maaf atas kesalahan sepupu saya Tuan," lanjut Milli menyeret keluar Lita dari mansion.
Lita menepis tangan Milli dengan kasar. "Lo apa-apa sih," kelit Lita.
"Apa? Sudah apa yang kamu lakukan Lita!" imbuh Lita.
Revandra maupun Gracel hanya menyimak.
"Sadar, Tuan itu sudah mempunyai istri. Dan sadar juga mana mau Tuan dengan mu, yang jelas-jelas tidak tau asal-usulnya dari mana, sifatnya bagaimana. Kau dan Tuan bagaikan langit dan bumi. Jangan jadi orang gila Lita. Udah baik Tuan dan Nyonya memberi mu tempat tinggal yang layak jangan ngelunjak," bentak Milli.
"Apa salahnya kalau aku mencoba mendekati dia, lagian istrinya sedang hamil. Lelaki akan berpaling saat tubuhnya istrinya seperti dia...." Lita menunjuk Gracel membuat bumil itu tersentak, Revandra ingin maju namun di tahan oleh Gracel. "Lagian dari sisi mana pun, aku yang paling layak bersanding dengan pak Revan, aku lebih cantik dari wanita itu, dia membosankan. Wanita manja." Lita terus memaki Gracel.
Plak!
Tamparan keras kembali melayangkan di pipi Lita, dan lagi Milli pelakunya.
"Bahkan caramu mendekati Tuan sangat menjijikan. Dengan menyalakai Den El, kau akan di angkat menjadi ratu? Di jadikan istri dari Tuan? Mimpi mu terlalu tinggi."
Lita seakan kaku mengatakan sesuatu, dia hanya menatap ke ambang pintu di mana ada Revandra dan Gracel di sana.
"Pergi dari sini, jangan menganggu ketenangan keluarga kecil mereka lagi. Kalau keluarga mu yang hancur jangan menghancurkan keluarga lain," ucap Milli.
Sri keluar dan membawa seluruh barang Lita, wanita paruh baya itu melemparnya tepat di bawah kaki Lita.
"Kalau sudah di beri hati jangan minta jantung, udah enak di beri tempat tinggal yang layak, malah ngelunjak jadi orang. Gak tau terima kasih? Apa perlu di masukan les?"
Lita menunduk mengambil tasnya, dengan hati yang tak tenang.
__ADS_1
Saat hendak berjalan keluar pagar tiba-tiba dia berhenti saat di panggil oleh Gracel. Dia berbalik, berharap bumil itu melarangnya pergi.
Gracel berjalan ke arah gadis itu, di belakang ada Revandra yang setia menjaganya.
Bumil tersebut meraih tangan kanan Lita dan memberikannya sebuah kertas.
"Kau memang membuat anak ku hampir tak bisa jalan, dan berniat merenguk suamiku, tapi sebagai manusia yang baik saya tidak kan membalasnya. Kau bisa memakai uang ini sekitar sebulan, sampai kau mendapatkan pekerjaan. Lain kali kalau ada yang membantu mu jangan memanfaatkan kebaikan orang," ucap Gracel.
Lita menghela nafas lalu membalikan badannya dan pergi dari sana.
Gracel kembali masuk dengan di pampah oleh suaminya. Dia menatap Milli yang menunduk.
Bumil itu tersenyum. "Makasih Milli," ucapnya membuat Milli menaikan pandangannya menatap si bumil.
"Ini bukan apa-apa, Nyonya," balas Milli.
"Ayo kembali masuk, panas di luar," perintah Gracel menepuk pundak Milli mengajaknya masuk ke dalam.
"Sayang kamu tunggu di kamar ya, Mas akan menyuruh bibik membuatkan mu susu," sahut Revandra membuat Gracel berdehem dan berjalan ke dalam kamar.
"Tuan," panggil Milli sehingga Revandra yang sedang berjalan ke dapur, menoleh.
"Maaf atas kesalahan yang di perbuat oleh Lita," ucap Milli menunduk.
Revandra tersenyum tipis lalu mengangguk. "Tak apa, jangan kau meminta maaf, kau tidak salah. Kembali lah bekerja, saya juga minta tolong buatkan susu."
Milli mengangguk dan pergi dari sana. Revandra pun berjalan masuk ke dalam kamar untuk menemui sang istri dan anaknya yang tertidur sehabis nangis.
Revandra mencium pipi istrinya yang sedang mengsandarkan kepalanya di pembatas ranjang.
"Mas," panggil Gracel membuat Revandra yang duduk di tepi ranjang berdehem.
__ADS_1
"Benar ya di katakan Lita? Aku membosankan, postur badan-"
Revandra menaroh jari telunjuknya di bibir sang istri. "Jangan lagi, jangan mengatakannya berulang kali. Jawaban mas akan tetap sama."