Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 49 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Hari ini di mana hari yang di tunggu-tunggu bagi Revandra maupun Gracel. Hari di mana mereka melangsukan ke jujung yang serius ya itu pernikahan.


Gadis sederhana yang dulunya selalu sendiri kini akan menikah dengan pria yang terkenal karena kekayaannya yang meluap sebagaian kota dan negara.


Sungguh Gracel tidak menyangka akan sampai di titik seperti ini, bahkan dia tidak berfikir kalau dia akan menikah dengan seorang Ceo duda anak satu.


Gaun yang melekat di tubuh Gracel, make up tipis karena dia tidak ingin memakai make up terlalu berlebihan karena dia akan merasa berat walaupun begitu kecantikannya tidak akan di ragukan. Di dalam ruangan penata rias Gracel bahkan tak henti-hentinya memuji gadis tersebut.


Gracel meremas tangan sahabatnya yaitu Kanaya, dia merasa grogi. Ini bukan hal biasa yang di rasakan oleh pengantin.


"Tenanglah, jangan tegang gitu, ingat. Om Revan yang akan mengucap ijab kabul bukan lo, beb," ucap Kanaya.


"Tetap aja Naya, gue grogi," jawab gadis itu.


"Udah beb, make up lo lutur nantinya," timpal Kanaya terus mengimpas mempelai wanita.


Di sisi lain ada Revandra dengan sama halnya dengan Gracel, walaupun ini yang kedua baginya namun tetap saja tidak membuatnya tenang.


"Revan, kenapa kamu seperti cacing kepanasan?" tanya Rani mendudukan anaknya.


"Iya, daddy cacingan ya? Nanti daddy boleh minum obat cacing El," sahu anaknya.


"Gak gitu konsepnya, cucuku yang tampan," timpal Rani mencubit gemas cucunya.


"Mommy gimana? Pasti mommy sangat cantik," ujar Xaviel.

__ADS_1


Mendengar ucapan anaknya Revandra langsung tegang. Membayangkan kekasihnya yang begitu cantik nanti.


Beberapa saat kemudian pun acara di mulai. Revandra sudah menunggu Gracel di depan penghulu.


"Siap?" tanya papi Kenzo, papi angkat Revandra lebih tepatnya suami mami Rani, yang harus balik dari LN untuk mengadiri acara terpenting putranya. Dia juga yang membimbing Gracel yang seharusnya ayahnya yang melakukannya.


Gracel mengangguk. Mereka pun berjalan keluar, di belakang Gracel ada beberapa pengawal yang mengangkat gaunnya.


Pintu terbuka lembar membuat tamu yang hadir bahkan mempelai pria. Mengalihkan perhatiannya pada gadis tersebut.


Revandra tidak berkedip sedekit pun memandang kekasihnya.


Gracel tersenyum mendekati Revandra. Lelaki itu meraih tangan kekasihnya dan membawanya duduk untuk memulai ijab kabul.


"Siap?" tanya penghulu.


Revandra menegangkan badannya lalu mengangguk. Penghulu tersebut pun langsung menjamat tangan Revandra.


"Revandra Keenan Maheswara. Saya nikah'kan engkau dan saya kawin engkau dengan pinangmu, Gracel Bianca binti almarhuma Davin Kudiswan dengan mahar emas lima puluh gram, serta saham perusahaan 55% yang di berikan atas nama Gracel Bianca. Di bayar tunai," ucap penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Gracel Bianca binti almarhuma Davin Kudiswan dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."" Dengan satu tarikan, ucapan itu keluar dari mulut Revandra.


"Gimana parah sak-." Belum sempat penghulu menyelesaikan ucapannya, seseorang .menyelanya.


"Tidak!" teriak seseorang itu membuat mereka semuanya berbalik.

__ADS_1


Gracel maupun Revandra berdiri. Bahkan seluruh tamu juga ikutan dan sudah saling berbisik dengan kehadiran wanita.


Gracel meremas kuat gaunnya.


"Mas Revan apa yang kau lakukan?" tanya wanita itu mendekati Revandra. "Kau menikah dengan orang lain, padahal sekarang diriku mengandung anak mu!"


Mendengar itu, semua tamu terkejut dan saling berbisik.


"Lambat sialan, tapi its ok masih bisa bercerai," ucap Rena yang duduk di pojokan sambil tersenyum devil melihat tingkah Sofia.


"Kak, kasian Gracel baru saja sah sudah di tempuk musibah," bisik seorang wanita bercadar pada suaminya.


Altar yang sedang menggendong putri kecilnya langsung menegur istrinya. "Jangan langsung mengambil kesimpulan, kita belum tau kebenaraan yang aslinya, Mih."


Altar menyuruh istrinya membawa anaknya pergi dari sana. Aisha pun mengambil ahli Fisha dan pergi.


Gracel menoleh ke arah Revandra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan. Mas akan membuktikan kalau mas tidak mengamilinya bahkan menyentuhnya," cegah Revandra saat Gracel ingin beranjak pergi.


Revandra menepuk tangannya membuat beberapa boygrup membuka tirai yang sudah di siapkan olehnya. Dia sudah mengatur semuanya bersama Delon dan Marro sebelumnya.


Delon berlari kecil dan menyalahkan layar besar tersebut.


Perhatian mereka tertujuh pada layar itu dan membulat sempurna. Bahkan Rena yang sedari tadi santai meminum sodanya tersentak dan langsung berdiri.

__ADS_1


__ADS_2