Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 37 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Xaviel turun dari mobil sang daddy lalu melambaikan tangan dan langsung berlari masuk.


Revandra hanya geleng-geleng dan kembali melajukan mobilnya.


Xaviel mengintip di luar kelas mencari keberadaan gadis kecil yang sudah membuatnya kepikiran pengen cepat-cepat datang.


"Fisha belum datang ya?" tanyanya kembali berlari keluar gerbang, dia berjongkok sambil menunggu anak kecil itu datang.


Sebuah mobil berhenti di depanya membuat Xaviel beranjak berdiri.


"Hati-hati ya, sayang! Jangan nakal."


"Ya, Apah," ujar gadis kecil, yang sudah di tunggu-tunggu oleh Xaviel.


"Fisha," panggil Xaviel membuat gadis itu menoleh.


"El."


"Kok balu datang? Kamu lambat ya?"


Gadis kecil yang bernama Fisha tersebut mengangguk. "Aku bantu Umi bikin sarapan dulu, kasian," jawabnya dan berjalan menduluangi Xaviel masuk.


Xaviel berlari kecil. "Fisha tunggu El dong, El nungguin Fisha tau!"


"Emang Fisha nyuruh El buat nunggun Fisha? Gak kan, itu salah El sendiri," jawab Fisha berlari memasuki kelas.


Xaviel mengerucut bibirnya lalu ikut masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Mereka pun belajar sekitar setengam jam lalu istirahat.


"Fisha bawa bekal apa?" tanya Xaviel pindah duduk di samping gadis itu.


"El gak boleh dekat-dekat aku, kata Uma perempuan dan laki-kaki gak boleh sentuhan, gimana kalau El nyentuh Fisha!" kata Fisha bergeser ke samping.


"Tapi kenapa Fisha?" tanya Xaviel.


"Yah gak boleh aja," jawab Fisha sambil membuka bekalnya.


"Wah Fisha suka tempe juga? Sama dong sama El," seru Xaviel.


Fisha mengangguk. "Fisha suka, Umi selalu bikinin Fisha katanya bergizi."


"El boleh minta gak? Mommy buatin salapan buat El bukan tempe, jadi El boleh minta itunya Fisha?"


Fisha manggut-manggut dan memberi beberapa tempe ke arah kotak makan Xaviel.


Mereka pun makan bersama di dalam kelas. Xaviel sangat cerewet membuat gadis kecil itu merasa tertekan.


"El boleh diam gak? Fisha lagi baca buku, suara El membuat Fisha gak fokus!"


"Fisha kenapa seling ketusin El? Padahal El cuma pengen temanan sama Fisha!"


"El boleh temanan sama Fisha, tapi lain kali aja mainnya Fisha mau baca buku. El boleh ikutan baca buku aja," kata Fisha.


Xaviel mengerucut kesal lalu menaroh kepalanya di atas tasnya. "Gulu belum datang, jadi gak usah belajal dulu."

__ADS_1


Fisha menutup bukunya dengan agak keras lalu menoleh ke arah Xaviel. "Diam atau Fisha gak mau jadi teman El, El terlalu cerewet ngalahin mulut cewek tau!"


"Yaudah El diam, tapi Fisha harus temanan sama El!"


"Yah! Asalkan jangan ribut jangan ganggu Fisha kalau sedang melakukan apapun! Kalau gak bisa, El main lah sama anak lain aja," cecar Fisha.


"Gak! El bakal diam," ucap Xaviel cepat-cepat menggeleng.


Gadis kecil itu pun melanjutkan membaca bukunya, sedangkan Xaviel terus menatap mata indah gadis tersebut.


"Fis-"


"Fisha kan bilang jangan bicara," sela Fisha tanpa beralih.


Xaviel menghela nafas namun tidak lelah menunggu di sana sampai gadis kecil itu selesai membaca buku, tidak ada niatan sedikit pun untuk pergi bermain dengan anak-anak lainnya.


Hingga beberapa waktu akhirnya Fisha menutup bukunya lalu melirik Xaviel sedikit.


"El sudah boleh bicara,"sahut Fisha.


Xaviel yang tadinya mengantuk langsung menegangkan badannya.


"Fisha punya ponsel?" tanya Xaviel.


"Gak punya El, Apah gak izinin Fisha pegang ponsel katanya gak boleh. Mending Fisha belajar dan mengaji bersama Umi," jawab Xaviel.


"Emang enak Fisha? Kata daddy aku juga gitu katanya anak kecil gak boleh main ponsel, tapi El tetap mainin ponsel daddy El kalena selu," ucap Xaviel.

__ADS_1


Fisha mengejapkan matanya. "Astaga El gak boleh main ponsel karena kita tuh masih kecil gak boleh gitu ya. El harus fokus belajar aja biar bisa pintar dan sukses di masa depan."


"Ok, El udah gak akan main ponsel lagi, El bakal belajar!" ujar Xaviel tersenyum membuat gadis itu membalas senyumannya juga.


__ADS_2