
Biasanya setelah makan malam Gracel selalu membuatkannya susu tapi sekarang gadis itu tak kunjung datang ke kamarnya. Revandra pun memutuskan keluar dan mencarinya.
"El, mommy mu mana?" tanya Revandra yang melihat anaknya bermain dengan para boygrup.
Xaviel menoleh dan menggeleng. "Gak tau daddy, El kila sama daddy," jawab Xaviel.
"Lanjutlah main," ucap Revandra berjalan ke kamar anaknya.
"Racel apa kamu di dalam?" tanya Revandra mengetuk pintu kamar.
"Sayang," panggil Revandra sekali lagi. Karena tidak ada jawaban akhirnya dia masuk dan terlihatlah Gracel yang tertidur.
Lelaki itu mendekati ranjang dan duduk di tepinya. "Tumben cepat banget tidur," gumam Revandra membelai anak rambut sang kekasih.
"Dia habis nangis? Matanya bengkak," ucap Revandra saat merapikan rambut Gracel. "Dia kenapa? Gak pernah dia seperti ini. Apa terjadi sesuatu?" tanyanya sendiri.
Revandra mencium mata yang bengkak itu lalu menoleh ke arah nakas karena mendengar suara ponsel berbunyi. Revandra meraih ponsel kekasihnya menurutnya tak apa'kan kalau dia membuka ponsel gadisnya sendiri.
Baru ingin memasuki massange, tiba-tiba ponsel itu di rebut.
"Apa yang mas periksa?" tanya Gracel beranjak bangun.
"Gak ada, tadi ponsel kamu bunyi jadi mas ingin lihat. Emang gak boleh melihat ponsel cewek sendiri?"
Gracel tidak membalas ucapan Revandra dia fokus ke ponselnya. Tangannya kembali bergetar sama seperti tadi, wanita itu terus saja menerornya dengan sebuah foto bersamanya dengan Revandra.
"Sayang," panggil Revandra membuat gadis itu merubah ekspresinya.
"Iya mas? Mas mau apa?" tanya Gracel.
__ADS_1
"Sini ponsel kamu, Mas pengen lihat," jawab Revandra menarik tangan Gracel yang memegang ponselnya ke belakang.
"Gak usah mas, Mas nuduh aku selingkuh gitu?" tanya Gracel dengan nada tinggi membuat Revandra terdiam sesaat.
"M-as gak nuduh kamu selingkuh Racel. Mas cuma ingin melihat isi ponsel mu!"
"Kenapa mas, kamu tidak percaya? Sama saja kau menuduhku," tukas gadis itu.
Revandra langsung menggeleng. "Yaudah, maafin mas." Revandra memilih mengalah.
Revandra menarik tubuh Gracel ke dalam pelukannya.
"Mas tidak ingin ada pertengkaran di antara kita," ucap lelaki itu mengelus bahu kekasihnya. Bukan membuat hati Gracel tenang malah membuatnya kembali tersiksa.
"Mas lepasin!" pinta Gracel beranjak dari sana.
"Kenapa mas masih di sini?" tanya Gracel.
Revandra berdiri. "Kenapa kalau mas ada di sini?" tanya Revandra balik.
"Aku mau mas keluar," jawab Gracel.
Revandra maju ke araj Gracel. "Kenapa sikap mu seperti ini sama mas, Racel?"
"Sikapku tidak akan berubah kalau bukan dirimu yang merubahnya," sindir Gracel beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku merubahnya? Apa aku ada salah yang membuatnya seperti ini? Tapi apa?" tanya Revandra berturut-turut.
Di dalam kamar mandi Gracel membasu wajahnya dan memukul dadanya sendiri. "Gilak lo Racel, gitu doang kok lontoy." Dia terus memukul dadanya yang merasa sesak.
__ADS_1
Dia duduk di tepi closet melap air matanya yang terus mengalir.
"Kalau aku bicara ke kamu, dan kamu mengatakan yang sejujur kalau kamu memang mencintai wanita lain selain diriku dan mendiang istri mu. Itu akan membuatku akan rapuh dan ingin pergi, aku belum sanggup," gumamnya.
Tok tok!
Revandra mengetuk pintu kamar mandi. "Sayang, are you ok?" tanya Revandra.
Ceklek!
Pintu terbuka dan memperlihatkan Gracel, Revandra langsung menangkup kedua pipi gadis itu.
"Sayang katakan ke padaku, ada apa?" tanya Revandra, walaupun Gracel berusaha menyembunyikan lukanya tetap saja bisa dilihat oleh Revandra.
"Mas." Gracel menggengam pergelangan tangan Revandra, dengan butir mening yang terus keluar dari sudut mataya.
"Ya sayang?"
Baru ingin berucap, tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan Xaviel yang membawa robot-robotnya.
"Mommy, daddy," panggil anak itu.
Mereka berdua menoleh.
"El lapar," ujar Xaviel manyun.
Gracel menepuk jidatnya. "Astaga, mommy lupa beri anak mommy makan," seru Gracel mendekati Xaviel dan menggendongnya keluar dari kamar.
"Mommy habis nangis? Mata mommy kok bengkak. Apa daddy membuat mommy El menangis?" tanya anak itu membelai wajah mommynya.
__ADS_1