
Revandra tak ingin berlama-lama di dalam sana, takut dia akan mengganggu mamanya. Dia pun memutuskan untuk keluar menemui Maminya.
"Mih, mau pulang? Bareng Revan aja, tapi Revan pake motor ke sini," ucap Revandra pada maminya.
"Pulanglah, mami akan di sini beberapa jam lagi. Ada supir yang akan antar mami, hati-hati di jalan," balas Mami Rani.
"Benaran, mih, gak papa?" tanya Revandra.
Mami Rani mengangguk. Revandra pun mencium punggung tangan sang mami tak lupa di pipi.
"Yaudah Revan pergi ya," pamit Revandra pergi dari sana.
Karena sudah tengah malam, jalan juga sangat sepi. Jadi Revandra bisa ngebut agar cepat sampai di kediamannya.
Saat dia ngebut, seorang wanita menyebrang membuatnya tidak melihat dengan jelas sehingga menyenggol wanita itu sampai terjatuh.
Dia berdecak, dia pun berhenti dan turun dari motor. Tidak mungkin dia kabur tanpa bertanggung jawab.
Revandra memperbaiku kos tangannya dan mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri.
wanita itu pun memegang kedua tangan Revandra.
"Sorry, anda gak papa?" tanya Revandra.
Wanita itu mengangguk. "Gak papa," jawabnya memperbaiki rambutnya.
"Wanita gak boleh keliyuran tengah malam, bahaya," celetuk Revandra.
__ADS_1
Wanita itu menatap Revandra dengan intens dan beberapa detik langsung membuang pandangannya.
"Maaf, saya tak mempunyai rumah aku di usir dari kontrakan, karena telat membayar," ucap wanita itu menunduk kebawah. Wanita itu seumuran Gracel.
Revandra menatapnya ibah, istrinya dulu juga hampir seperti wanita di depannya.
"Karena berhubung aku yang menabrak mu, aku akan mengantar mu ke apartemen ku. Kau bisa tinggal di sana beberapa waktu untuk mencari pekerjaan," ucap Revandra.
Wanita itu menaikan pandangannya dan berbinar. "Benaran?"
Revandra mengangguk. "Ayo," ajak Revandra mengajak wanita itu mendekati motor. "Siapa nama mu?"
"Lita," jawab Lita.
Revandra manggut-manggut, habis ini dia akan menceritakan soal Lita pada istrinya supaya tak ada salah paham di hubungan mereka.
Sesampainya di sana dia memberi tau password apartemennya.
"Kalau perlu seseuatu telfon nomor ini." Revandra memberikan nomor telfonnya membuat wanita itu mengangguk
Wanita itu memasuki apartemen dan melihat nomor Revandra, dia menekan ikon profil.
"Ternyata sudah mempunya istri," gumam Lita.
Setelah mengantar Lita. Revandra buru-buru pulang takut istrinya menunggu di rumah.
Revandra membuka pintu mansion, dia berjalan dan menemukan istrinya yang tertidur di sofa.
__ADS_1
"Sayang," gumam Revandra menuju ruang tamu dan menggendong istrinya masuk ke kamar. "Udah di bilang tidur di kamar El aja dulu," celetuknya mencium agak lama kening sang istri lalu buru-buru membuka hoodienya dan ikut menaiki ranjang sambil memeluk Gracel.
"Mas udah pulang?" Gracel mengejapkan matanya karena merasa terusik.
Revandra mengangguk dan merapikan rambut Gracel yang berantakan. "Mas ganggu tidurnya, ya?"
"Gimana keadaan mama?" tanya Gracel.
Revandra mengubah posisi tidurnya menghadap ke atas dan menghembuskan nafas. "Seperti itulah, kondisinya makin parah, pelurunya sudah tersebar di dalam tubuhnya.
kring kring...
Hening tercipta. Namun beberapa saat langsung pecah, karena tangisan Gracel membuat Revandra terperanjat kaget.
"Hey sayang kok nangis?" Revandra memegang kedua pipi istrinya.
Dengan mata yang di penuhi air mata, Gracel berkata. "Semuanya salah aku, gara-gara aku menembaknya dia seperti ini, maaf mas."
"Usss, diam ini bukan salahmu. Ini semua salahnya sendiri, ini karma untuk mama. Kamu melakukan ini, karena berusaha menyelamatkan nyawa Xaviel. Orang lain pun saat ada di posisi mu pastikan akan melakukannya demi menyelamatkan anaknya, seharusnya aku berterimah kasih pada mu. Bisa menyayangi Xaviel dengan tulus padahal dia bukanlah anak kandungmu," jelas Revandra menghapus air mata istrinya dan memeluknya dengan tulus.
Gracel semakin terisak. Mungkin faktor kehamilan, membuat bumil itu sangat sensitif.
"Mas." Wanita itu masih terisak.
"Udah dong nangisnya, kalau mommy nangis nanti dedeknya gak kuat di dalam." Revandra seperti sedang membujuk anak kecil yang menangis.
Gracel melap air matanya menggunakan selimut dengan kasar membuat wajah putihnya memerah. Dia mengangguk pelan dan mengesekan wajahnya di dada Revandra.
__ADS_1
Gracel mencium aroma tubuh suaminya merasa aneh, bau parfom yang di gunakan Revandra beda. Namun dia tetap memeluknya. Bumil itu berpikir dia aja yang merasa aneh.