Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 68 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra memijit kaki istrinya yang terasa pegal. Sedangkan sang empuh hanya ngemil sambil merasakan pijitan suaminya.


"Mas mau?" tanya Gracel menyodorkan cikinya.


Sebenarnya dia tak suka membagi makanan yang dia suka. Namun, dia tak ingin di pandang pelit.


Revandra menggeleng. "Kamu makan saja, Mas gak suka," jawabnya tersenyum.


Gracel gembira dalam hati dan melanjutkan makannya dengan lahap, entah mengapa hari ini dirinya terlihat aneh.


"Di sana mas...." Gracel menunjuk lututnya yang merasa pegal, Revandra pun hanya menurut.


Xaviel masuk ke dalam kamar di gendong oleh Marro, membawa beberapa makanan ringan yang di suruh Gracel untuk membelinya di supermarket.


Gracel yang melihatnya merasa berbinar dan merentangkan tangannya.


Xaviel mendekati mommynya dan memberikan apa yang dia pegang.


Marro menunduk, dan keluar dari kamar.


"Mommy kok suka ini?"


"Gak tau, mommy suka aja," jawab Gracel memakan taro miliknya.


"El mau?"


Xaviel menggeleng. "Gak suka," tolaknya memandang dengan intens wajah mommynya dan beralih menatap daddynya. Xaviel menaikan alisnya. Namun Revandra membalasnya dengan menaikan bahu.


"Mommy gak papa?" tanya Xaviel.

__ADS_1


Gracel yang sedang fokus dengan ngemilnya menoleh. "Iya mommy gak papa, emang kenapa sama mommy?"


"Kan mommy balu di itu kepalanya, doktel menggeser otaknya mommy ke samping dikit ya?"


Gracel menyimpan cikinya lalu menoleh ke arah suaminya, dia bergacak pinggang dan beranjak pergi dari kamar.


"Daddy," panggil El pelan. "Aneh gak?"


Revandra mengangguk. "Benar banget, tadi mommymu bertengkar, tapi gak ngerasa kepalanya sakit. Padahalkan jahitannya belum kering,"jelas Revandra merasa aneh pada istrinya.


"Kok bisa, ya." Xaviel menaroh telunjuknya di dagu.


Revandra menggendong putranya keluar kamar.


Sesampainya di luar mereka terbelalak melihat Gracel yang sedang makan. Bukan apa-apa tadi semua makanan ringan di dalam kamar tinggal sampah yang berserakah.


Apa wanita itu tidak merasa perutnya bules? Revandra aja yang melihat merasa sesak di perut.


"Apasih!" ketus Gracel. "Aku lapar mas," jawab Gracel melanjutkan makannya dengan lahap.


"Yaudah, makannya pelan-pelan jangan buru-buru gitu," peringat Revandra membersihkan sudut bibir Gracel.


Gracel hanya berdehem dan meminum air sambil memegaang perutnya. "Mas aku kayanya pengen sate deh," ucap Gracel tiba-tiba membuat Revandra hampir mengeluarkan matanya.


"Mas gak mau beri aku makan? Aku lapar, pengen makan sate," ucap Gracel berkaca-kaca.


"G-ak, tapi benaran perut kamu gak papa, makan terlalu banyak?"


Gracel menggeleng. "Cepatan mas. Aku maunya 50.000 ribu, terus pake kacangnya yang banyak!"

__ADS_1


"50.000 Ribu?" Revandra menelan saliva, bukan tak sanggup membelinya, dia bisa saja membelinya serta tukang satenya. Namun itu sangat kebanyakan buat istrinya.


"10.000 Ribu udah banyak sayang."


Gracel menggeleng. "Maunya, 50.000 ribu," kelit Gracel mantap.


Revandra menghela nafas lalu menyuruh salah satu boygrup untuk membelikan sate untuk istrinya.


"Mas, sini duduk," pinta Gracel menepuk kursi di sampingnya.


Revandra menurut perkataan istrinya, dia duduk di kursi kosong.


Gracel memeluk badan Revandra seraya mengesekan wajahnya di dada bidak tersebut.


Revandra tersenyum dan membelai rambut istrinya dengan lembut, tanpa memikirkan di sana mereka di perhatikan oleh para art.


"Swet banget," ucap art berbisik.


"Iya, kaya aku tuh ngerasa kembali melihat pasangan Nyonya Irana dan Tuan Revan," sahut yang lainnya.


"Tapi jangan jadiin Nyonya Irana sebagai Nyonya Racel, Nyonya Irana tetap Nyonya Irana, Nyonya Racel tetap dirinya. Jangan sampai orang-orang bahkan Nyonya Racel menganggap kita dan Tuan menyukainya, hanya seperti Nyonya Irana," ucap Sri.


"Benar apa yang di katakan Bibik Sri. Kita harus menjaga perasaan seseorang, jangan sampai dia salah paham," timpal Milli.


Yang lain mengangguk membenarkan. Besok-besok mereka tak akan lagi menyamakan istri majikan barunya dengan sang mendiang majikan.


Akhirnya sate yang di suruh beli datang. Gracel berbinar dan merasa ngiler dengan bau satenya yang membuatnya merasa lapar.


Revandra manatap istrinya yang sudah ngiler. Lelaki itu buru-buru menyiapkan piring dan menyuci tangan istri dan menyuruhnya menyantap sate tersebut.

__ADS_1


Gracel pun langsung menikmati sate di depannya sampai habis tak tersisa.


Sedangkan Revandra menelan ludahnya melihat istrinya menghabiskan sate yang lumayan banyak.


__ADS_2