Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 46 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Setelah menidurkan Gracel, Revandra mencium inci wajah gadisnya kecuali di bibir, dia tidak pernah menciumnya walaupun sudah pernah sekali namun kali ini dia tidak ingin mengulanginya sebelum sah.


Revandra mengusap anak rambut Gracel dan memakaikannya selimut.


"Tidurlah yang nyenyak, beautiful," bisik Revandra lalu merapikan kaos yang di pakai keluar dari kamar.


Revandra menerima telfon. Dia memilih masuk ke kamarnya dan menerimanya.


"Baik, segera lah kembali," ucap Revandra lalu mematikan sambungan telfon kembali.


Dia meraih leptopnya dan membuka dokumen kerjanya yang sempat tertunda karena masalah salah paham antara dirinya dan Gracel.


Revandra memijat keningnya. Dia menoleh kesamping, menerima telfon.


"Halo, Mih."


"Halo sayang, lusa sudah hari pernikahan mu. Mami tidak mau di hari itu ada kekacauan. Kensel seluruh pekerjaan mu, jangan sampai mengecewakan calon menantuku," tegas Mami Rani.


"Iya mih, Revan tau," ucap Revandra.


"Ya cuma ingetin aja," kelit wanita paruh baya itu di seberang telfon. "Dimana cucu mami?"


"Lagi kerja pr," jawab Revandra.


"Gracel?"


"Tidur, mih."


"Tumben dia cepat tidur. Apakah calon menantuku baik-baik saja, Revan?"


Revandra hanya berdehem, mana mungkin dia menceritakan masalahnya dengan Gracel saat ini?


"Ok, bersiaplah." setelah mengatakan itu, Rani memutuskan telfon.


Revandra hanya menggeleng kepala dan menaroh ponselnya kembali, dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Dia berdiri dan membuka laci di mana berkas-berkas yang dia taroh. Tiba-tiba sebuah kertas berukur sedang terjatuh.

__ADS_1


"Ini bukannya kertas yang waktu saat membereskan buku-buku Gracel," gumamnya. Dia menyimpan kembali kertas tanpa membaliknya, menurutnya tidak terlalu penting.


Dia mengambil berkas yang dia butuhkan dan kembali ke sofa melalukan daring bersama asistennya kerena ada pekerjaan yang mendadak harus di bahas.


Revandra menguap mendengar penjelasaan asistennya.


"Pak Revandra, are you ok? Kalau udah gak sanggup kita berhenti di sini aja dulu," ujar Vero asistennya.


Revandra mengangguk lalu menutup leptopnya, dan beranjak kekasur. Dia langsung terlelap karena terlalu ngantuk. Sampai lupa anaknya belum dia tidurkan.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Tok tok!


"Mas Revan," teriak Gracel dari luar kamar.


Revandra yang merasa terganggu langsung bangun dengan badan yang tak seimbang membuka pintu.


Ceklek!


Dengan wajah bantalnya dia mengusep di balik pintu dan tersenyum.


"Lihat udah jam berapa ini? Mas belum bangunin El?"


Revandra menggaruk belakang kepalanya. "El gak tidur di sini," ucapnya.


"Terus dia tidur di mana, mas?" tanya Gracel panik pergi dari sana.


Tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.


"Mommy," teriak Xaviel yang membawa bantal dan selimut kecilnya berlari ke arah Gracel.


"Anak mommy," seru Gracel berjongkok.


"Samalam El tidul sama paman mallo, karena mommy sama daddy udah bobo. Paman mallo ajak El tidul di kamalnya," jelas Xaviel. "El suka di kamal paman mallo," lanjutnya.


"Yaudah, ayo cepat mandi El harus les." Gracel menggendong putranya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Mommy, El masuk siang," ujar El.


"Emamg iya?"


Xaviel mengangguk. Gracel pun cuma memandikan Xaviel dan memakaikannya pakaian rumahan.


"Sayang tolong pasangkan dasiku," pinta Revandra masuk ke kamar.


Gracel menoleh ingin beranjak mendekati Revandra namun tiba-tiba Xaviel juga memanggilnya.


"Mommy sisilin rambut, El," sahut Xaviel.


Revandra dan Xaviel saling tatap.


"Daddy yang duluan, Daddy buru-buru," imbuh Revandra.


"Lambut El berantakan, jadi El dulu!"


"Daddy dulu!"


"El dulu!"


"El daddy dulu ya? Daddykan mau berangkat kekantor," bujuk Gracel.


Anak itu mengerucut bibirnya lalu mengangguk.


Gracel pun mendekati Revandra. Menyuruhnya menunduk agar bisa dia pasangkan.


Revandra memegang pinggang Gracel, mengambil sedikit kesempatan.


Gracel memukul tangan Revandra membuat lelaki itu terkekeh.


"Mas kayanya tau deh pasang dasi, kok sekarang kaya gak tau gitu?"


"Ya nih gak tau, Mas jadi lupa pasang dasi gimana," ujar Revandra.


Gracel hanya mencibikkan bibirnya. "Alasan," ucap Gracel pelan.

__ADS_1


"Itu salah satunya sih," balas Revandra. "Nanti juga tiap hari kamu pasangin mas seperti ini," lanjut Revandra.


"Serah mu lah, duda," kelit Gracel pelan.


__ADS_2