Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 53 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Xaviel sedang tidak ada di kamar yang ada cuma keduanya, dia sedang di ruang tamu bersama Grandma dan Grandpanya.


Mereka memang sudah pulang dari hotel. Revandra tidak pulang di mansionnya, tapi ke rumah orang tua angkatnya.


Revandra mengelus surai Gracel karena istrinya itu baru saja mendapatkan kesedihan karena di tolak dari rumah sakit impiannya.


"Emang harus di sana? Banyak rumah sakit besar sayang, gak harus di sana. Berusaha lagi jangan menyerah."


Gracel mengangguk kecil. "Aku gak bakal menyerah mas, walaupun di tolak di rumah sakit impian ku. Di rumah sakit mana pun, tujuannya juga sama membantu seseorang," ucap Gracel memeluk badan suaminya.


"Mas ingin membantumu, tapi kamu terus saja menolaknya," seru Revandra.


"Aku ingin berusaha sendiri mas, kalau mas membantuku. Sama saja dong aku gak berusaha sendiri mencapai cita-citaku," cecar Gracel.


"Mas ngerti, makanya mas juga tak memaksamu," balas Revandra. "Mau jalan-jalan?" tanya Revandra menawar.


Gracel menggeleng. "Aku tak ingin kemana-mana, bagian pahaku masih sakit," jawabnya.


"Maaf," kata Revandra merasa bersalah.


Gracel kembali menggeleng. "Gak papa mas."


"Tidurlah di ranjang, mas ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya," bujuk Revandra menggendong istrinya ke ranjang. Dia meninggal kecupan di bibir dan keningnya lalu kembali ke sofa untuk bekerja.


Gracel meraih taplet Revandra yang berada di atas nakas. "Mas passwordnya apa?" tanya Gracel.


"170312," jawab Revandra.


Gracel pun mengetik angka itu dan benar ponsel suaminya langsung kebuka. Dia tersenyum melihat wallpaper layar dalam dan luarnya terdapat dirinya dan Xaviel.

__ADS_1


Gracel tidak membuka hal yang menurutnya privasi, dia hanya menonton video di sosmed saja.


Revandra menoleh sekilas ke arah ranjang lalu tersenyum melihat istrinya yang berbaring sambil memegang tapletnya miliknya.


"Sayang, kamu lapar?" tanya Revandra menawar.


Gracel menoleh sekilas lalu mengangguk, mendengar perutnya memang berbunyi.


Revandra beranjak lalu mendekati istrinya. "Mau keluar atau di pesan saja?"


"Emang di bawah gak ada makanan, Mas?" tanya Gracel merasa malas untuk kemana-mana.


"Ada sih, tapi mas berniat mengajakmu makan di luar," jawab Revandra duduk di tepi ranjang sambil mengelus perut Gracel.


Gracel menepis tangan kekar itu. Gracel berfikir sesaat lalu menjawab. "Keluar aja deh, Mas," jawabnya Gracel.


Gracel pun menurunkan kakinya. Masih agak kaku namun sudah lumayan membaik dari sebelumnya karena sudah di beri salep.


Revandra membuka lemari mengeluarkan hoodienya lalu memakaikannya di tubuh sang istri.


"Ayo," ajak Revandra menuntut istrinya keluar dari kamar.


"Mas, perginya bertiga sama Xaviel," sahutnya.


"Berdua aja!"


"Aku kangen sama El, Mas." Gracel mengerucut bibirnya.


"Ya, kita ke bawah. Dia pasti di bawah sedang bermain dengan Grandpanya," ujar Revandra menggengam tangan istrinya.

__ADS_1


Mereka berdua turun dari tangga. Revandra terus bertanya apa Gracel bisa.


"Cih, udah di bilang udah membaik. Cerewet banget sih," omel Gracel.


"Yah, mas cuma khawatir dan takut mami akan memarahiku," balas Revandra.


"Makanya, main tuh yang pelan-pelan. Baru sekali udah dibuat tersiksa, gimana kalau hari akan mendatang. Apa aku bakal lumpuh?" tanya Gracel sewot menyalahkan Revandra.


Di ruang tamu papi Kenzo lari-larian bersama dengan cucunya.


"Glandma tolongin, El," teriak anak itu berlari kegendongan Grandmanya.


"Grandpa, jangan gituin cucu tampanku!" ketus Mami Rani mendudukan cucunya di sofa.


"Glandpa jangan cium El mulu dong," pinta anak itu cemberut pada Grandpa.


"Aduh, pinggang Grandpa sakit," aduh papi Kenzo duduk di samping istrinya.


"Siapa suluh, mau cium El mulu," ucap Xaviel.


"Mommy," sahut Xaviel saat melihat mommynya. "Mommy mau kemana? El ikut," seru anak itu ingin di gendong oleh Gracel namun saat ini Gracel belum sanggup menggendong anaknya. Akhirnya Revandra yang menggendong putranya.


"Kalian mau kemana?" tanya Mami Rani.


"Mau keluar cari angin, Mih," jawab Revandra.


"Yaudah, hati-hati jaga istri dan anakmu," peringat Papi Kenzo pada putranya.


Gracel mencium punggung tangan mertuanya. Usai berpamitan mereka bertiga pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2