Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 65 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra mengangkat Gracel ke kamar mereka berdua sekarang.


"Maaf mas, waktu itu aku gak bisa nyelamatin mbak Irana," ucap Gracel mereba dada Revandra.


"sttt, gak usah di bahas kembali. Itu semua udah kejadian dan itupun bukan salahmu, sekarang marilah memulai hidup kembali lupakan apa yang pernah terjadi. Mas sudah ikhlas dengan kepergiannya," ucap Revandra menaroh jari telunjuk di bibir sang istri.


Gracel hanya mengangguk pelan.


"Mas mau ngapain?" tanya Gracel saat Revandra memasukan tangan kekarnya ke dalam pakain yang di gunakan.


"Main," jawab Revandra santai.


"Mas jangan," cegah Gracel.


"Kenapa?" tanya Revandra nampak murung dengan cegahan sang istri.


"A-ku anu," ucap Gracel tersenyum. "Tutup pintu dulu," lanjut Gracel membuat Revandra bernafas lega dan langsung berdiri menutup pintu kamar tak lupa menguncinya lalu kembali mengkukung badan Gracel.


"Pelan-pelan tapi ya, mainnya," pesan Gracel.


Revandra mengangguk pelan dan langsung membuka pakaian dress Gracel.


"Hemm," keluh Gracel mendongak ke atas merasakan sentuhan Revandra berada di aera sensitifnya. "Mas." Gracel memegang tangan Revandra.


"Mas," panggil Gracel kembali membuat Revandra semakin semangat membuat pemanasan.


"Udah," pinta Gracel merasa lemas.


Revandra mendongak ke arah istri lalu tersenyum, dia memagut dengan rakus bibir pink milik Gracel.


"Langsung aja," ucap Gracel membuka pakaian Revandra.

__ADS_1


"Buru-buru banget," balas Revandra sambil mengasi ruang untuk istrinya membuka seluru kain yang terkait di tubuhnya.


"Kalau El bangun gimana? Aku gak suka main di sofa, badanku pegal," ucap Gracel sewot.


Revandra pun langsung memulainya, hanya memakai pemanasan sebentar.


***************


Usai bercintaan Revandra mencium agak lama kening istrinya. "Makasih sayang," kata Revandra, ambruk di atas Gracel.


Gracel mengangguk memeluk tubuh suaminya, mencium sekilas surainya.


Revandra beranjak bangun dan mengambil tisu di atas nakas lalu membersihkan percintaan mereka beserta punyanya.


"Punyaku juga!" pinta Gracel dengan manja, Revandra terkekeh dan membersihkan aera kewanitaan Gracel.


"Sini, bobo," pinta Gracel menepuk tempat tidur, Revandra hanya menurut dan tidur di samping sang istri.


Lelaki itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


Revandra menggeleng menyembunyikan wajahnya di tengkuk Gracel. Gracel pun mengelus rambut suaminya yang masih berkeringat.


"Mas capek pasti, istirahatlah. Kamu gak fokus istirahat selama di hari kita menikah, tidur kurang teratur," ujar Gracel memper erat pelukannya.


Revandra berdehem lalu menutup matanya, merasakan nyaman di dalam dekapan Gracel saat ini apalagi habis bercintaan, rasa capeknya seketika menghilang.


Gracel tersenyum sendiri, membayangkan sekarang dia benar-benar bisa di nikahi duda tampan.


"Hahaha." Tiba-tiba saja dirinya tertawa membuat Revandra terusik.


"Kenapa sayang?" tanya Revandra mendongak, Gracel buru-buru menggeleng membuat Revandra kembali menyembunyikan wajahnya di dada Gracel.

__ADS_1


"Tidur jangan kemalaman, hem," peringat Revandra mengelus rambut Racel seraya menyipitnya di telinga.


Gracel mengangguk, dia meraih ponselnya yang ada di atas nakas, melihat jam sudah menunjukan pukul 23:45 WIB.


"Xaviel nyenyak gak iya tidurnya?" tanya Gracel mengingat sang putra yang tidur sendiri di kamarnya.


Gracel menelfon Marro yang biasanya masih bangun, masih nongkrong dengan para boygrup lainnya di luar mansion.


"Halo, Marro."


"Iya, Nyonya," jawab Marro di seberang telfon.


"Marro apa kamu belum ingin tidur?" tanya Gracel membuat Marro menggeleng.


"Jawab Marro!" pinta Gracel membuat Marro tersadar.


"Tentu belum Nyonya, saya lagi di depan," jawab Marro.


"Aku bisa minta tolong? Kamu ke kamar El dan coba lihat siapa tau terusik tidurnya," perintah Gracel.


"Baik, Nyonya."


Gracel mematikan telfonnya lalu memotret dirinya dan suaminya yang sedang tidur. Tubuh polosnya tak kelihatan, karena di tutupi oleh selimut dan tubuh suaminya.


Tiba-tiba ponselnya kembali berdiring membuatnya cepat mengangkat.


"Halo Nyonya, Den gak terusik kok. Dia tidur dengan nyenyak mungkin terlalu lelah."


"Coba kamu periksa baik-baik, gak terjadi sesuatu kan?"


"Gak Nyonya," jawab Marro.

__ADS_1


"Ok, makasih Marro," ucap Gracel kembali mematikan sambungan.


Dia menguap lalu menyimpan ponselnya di atas nakas, dia membulat saat melihat sesuatu.


__ADS_2