
satu bulan berlalu. Gracel dan Revandra pun sering di buat tersiksa oleh putri kecilnya yang terus bangun tengah malam.
Saat ini Gracel sedang nyut-nyutan menyusui sang anak yang bangun tengah malam.
Revandra masih senantiasa menemani istrinya begadang. Namun tak tau harus buat apa, dia kasian melihat Gracel yang ngantuk.
"Sayang, kamu peras aja dan masukin ke dotnya," saran Revandra.
Gracel menoleh ke arah dot dengan mata yang hampir ketutup.
Revandra mengambil anaknya dengan pelan, walaupun tak ingin lepas untuk menyusu.
Gracel memeras asinya turun ke botol. Revandra menelan salvinnya susah payah melihat dua gunung kembar istrinya. Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menenangkan sang putri.
"Mas udah," ucap Gracel memberikan dot itu, Revandra pun mengambilnya.
"Kamu tidur lah sayang, biar Ara aku yang jaga," ujar Revandra memberi asi itu pada anaknya dan mengelus surai sang istri.
"Gak papa mas? Kamu juga capek lo baru pulang kerja langsung jagain Vieara," ucap Gracel membuat suaminya mengeleng.
"Gak sayang, kamu lebih capek. Seharian jagain dia," balas Revandra.
Gracel pun tidur dengan memeluk bantal gulingnya. Sedang Revandra sibuk menidurkan anaknya yang tahan begadang itu.
"Ara kamu gak mau tidur sayang?" tanya Revandra menidurkan anaknya di dekat sang istri.
Bayi itu hanya mengejap-ngejapkan matanya membuat Revandra gemass.
"Udah jangan di gituin, daddy gigit kamu ya. Ayo tidur," ucap Revandra mengusap punggung anaknya.
Vieara tersenyum dan tertawa kecil sehingga Revandra terkekeh dan tambah gemass.
__ADS_1
"Daddy gak butuh rayuan ya! Kamu harus tidur, nakal anak ini," omel Revandra.
Vieara menguap membuat Revandra ikut tidur dan masih senantiasa mengusap punggung putrinya.
Bayi itu berbalik membelakanginya dan menganap ke arah mommynya yang tidur dengan sangat lelap.
Beberapa menit kemudian, anak itu telah tertidur. Revandra memperbaiki posisinya dan menaroh bantal guling kecil kiri kanan putrinya dan beranjak ke samping sang istri, memeluknya dengan erat.
Gracel mendengus dan membuka matanya, sedikit terasa terusik.
"Udah tidur?" tanya Gracel membuat lelaki itu mengangguk.
Revandra menyium pipi sang istri dari belakang, dan mulai menutup matanya.
Gracel mengusap pipi sang putri dan kembali ke alam mimpinya.
Keesokan paginya, tangisan Vieara yang membuat sepasang suami istri itu terbangun.
Gracel mengucek matanya dan mendengus. Dia memberi asi kepada anaknya yang menangis.
"Mas," panggil Gracel memukul pelan punggung tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya. "Bangun," lanjutnya memegang pipi suaminya dari depan.
Revandra mencium sekilas bibir Gracel dan bangun dari tidur. Dia menggelengkan kepalanya merasa pusing.
"Kenapa mas?" tanya Gracel melirik.
Revandra menggeleng. "Kepala aku pusing sayang," jawab Revandra tidur di samping anaknya.
"Nanti aku pijat ya?" tanya Gracel mengusap rambut suaminya.
Revandra mengangguk. Pintu terbuka dengan keras membuat mereka berdua tersentak dan langsung memegang telinga Vieara yang ada di tengah-tengah mereka.
Xaviel dengan wajah bantalnya serta membawa boneka ultramannya menaiki ranjang dan ikut tidur di samping sang daddy.
__ADS_1
"Lain kali jangan keras-keras dong buka pintunya, kasian adek," ucap Gracel.
Xaviel mendongak dan menyium pipi adiknya. "Maaf ya Ara," ujar anak itu.
Bayi itu menatap Xaviel dan tertawa.
"Mommy ko Ara ketawa?" tanya Xaviel mengerucut bibirnya.
"Gimana gak ketawa, abangnya comel kaya gini. Lihat nih air liur kamu," sela Revandra menunjuk pipi anaknya.
"Ih mana ada! El udah cuci muka ya," ketus Xaviel.
Gracel mengancing kembali pakaiannya, dan beranjak bangun, mengingkat rambutnya.
Mommy dua anak itu memasuki kamar mandi, sedangkan anak dan daddy masih berada di atas ranjang.
"Daddy lihat Ara, dia ketawa mulu kalau lihat aku," aduh anak itu yang sudah mengganti posisi ke tempat mommynya.
"Ara berpikir gini 'Wah aku punya abang tampan, kapan lagi coba bisa memandang wajah orang tampan'," ucap Revandra membuat anaknya itu langsung sumbringan.
...💗💗💗💗💗...
Halo-halo para Readers. Siapa aja nih yang udah baca novel ini sampai sejauh ini? Makasih ya buat kalian yang selalu mendukung Author.
Gimana ceritanya?
Pertama-tama Thor mau minta maaf, kalau ada kata atau bab yang buat para readers sedikit terguncang dan emosi, hehehe...
Terimah kasih sekali lagi buat kalian. Thor mau pamit untuk menutup cerita mereka.
Kalau kangen mereka, kalian bisa mampir ke cerita Xaviel, dia udah punya kamar sendiri loh...
Judul : Penantian Seorang Gadis.
__ADS_1
Good bye gaes, ketemu di cerita selanjutnya
...~~SELESAI~...