
Setelah meeting Revandra langsung menuju mansion untuk menepati janji akan makan siang bersama sang istri lalu mengajaknya ke dokter kandungan.
📱" Pak Revan, apa anda bisa membantuku mencari pekerjaan?" tanya Lita di dalam telfon.
📱"Tak bisa saya ada janji dengan istri saya, ajudanku akan mengantar mu mencari pekerjaan," ucap Revandra.
Lita tampak diam di seberang sana. 📱"Hemz, yaudah deh pak," balasnya pada akhirnya.
Revandra pun mematikan telfonnya secara sepihak saat mobil sudah memasuki perkiraan mansion.
Revandra menuju dapur di mana ada istrinya yang menyiapkan sarapan untuk mereka makan.
Lelaki itu langsung mencium pipi gembul sang istri dan duduk di kursi.
Gracel hanya mengerucut bibirnya sambil membukaan jas yang di pakai suaminya.
"Jangan di gituin bibirnya, aku cium nih." Revandra mengancam sang istri.
Gracel mencubit pinggang suaminya dan ikut duduk lalu makan duluan membuat Revandra terbelalak.
"Kamu gak nunggu mas?"
"Mas kan udah ada! Tadi aku udah ngiler mau cepat-cepat makan," jawab Gracel dengan mulut di penuhi makanan.
Revandra hanya terkekeh dan membersihkan sudut bibir istrinya.
"Pelan-pelan, gak akan ada yang ambil," imbuh Revandra ikut makan. Dia menatap istrinya makan dengan lahap membuatnya sudah kenyang.
__ADS_1
"Racel mau punya mas, boleh?" tanya Gracel menunjuk piring Revandra yang baru lelaki itu makan sedikit.
Revandra menatap piringnya di mana makanan itu adalah makanan kesukaaannya, dia menoleh pada nampang yang ada di atas meja dan sudah tak ada makanan yang sama di piringnya.
"Yang lain aja sayang, mas mau ini," tolak Revandra seperti tak rela memberikan makanannya.
Karena di tolak suaminya, Gracel seketika berkaca-kaca. Revandra yang melihatnya menjadi bimbang antara tak rela dan tidak ingin melihat bumil di sampingnya ngiler.
Dengan ragu dia memberikan piringnya pada istrinya.
"Makasih," seru Gracel bertepuk tangan dan memakan jatah suaminya.
"Simpanin dikit buat mas, ya," ucap Revandra pelan. Namun bisa di tangkap jelas oleh Gracel.
Gracel yang fokus makan seketika melirik suaminya dengan wajah masam.
"Yaudah ambil aja, ambil. Gak usah ngasih kalau gak ikhlas! Suami kok pelit banget, buat anaknya ileran aja. Nah makan aja udah gak mau!" Bumil itu terlanjur ngambek dengan suaminya, dia berdiri dan pergi meninggal suaminya di meja makan.
"Sayang," panggil Revandra mengetuk pintu kamar.
Niatnya pulang ke rumah untuk makan siang bersama sang istri dengan suasana yang romantis. Namun ujungnya malah ngambek si bumil.
Terdengar suara tangisan dari dalam kamar membuat Revandra kala kabut mencari kunci cadangan.
Revandra berhasil membuka kamar dia langsung masuk dan tertuju ke ranjang di mana istrinya menutupi seluru tubuhnya menggunakan selimut.
Lelaki itu menghela nafas, mendekati ranjang. "Sayang, maafin mas," ucap Revandra pelan, berusaha melepaskan selimut yang menutupi istrinya. Namun bumil itu menguatkannya.
__ADS_1
"Mas pelit!" ketus Gracel dengan di iringi isakan.
"Maaf," ucap Revandra mematikan AC yang ada di dalam kamar.
Gracel membuka selimutnya, karena merasa gerah. "Mas matiin ACnya?" tanya Gracel ingin mengambil remot AC yang di pegang Revandra.
Revandra tersenyum dan langsung melempar remot itu ke sofa lalu memeluk tubuh istrinya.
"Jangan marah sayang, mas minta maaf," bisik Revandra.
Gracel memukul dada Revandra dengan keras.
"Maaf." Kali ini bukan Revandra yang meminta maaf melainkan Gracel.
Revandra mendongak. "Hem?"
"Tadi Racel sudah makan, makanan favorit mas," jawab Gracel menautkan para jari telunjuknya.
Revandra menidurkan istrinya lalu memagut bibirnya. Gracel tidak menghindar dia membalas pangutan Revandra.
Gracel meringis saat Revandra menggigit bibirnya.
Bumil itu yang kesal, langsung membalas menggigit bibir suaminya.
Daddy otw anak dua itu melepaskan ciumannya dan memegang bibirnya yang mengeluarkan darah.
Revandra yang menjadi korban, Gracel yang menangis membuat suaminya menghembuskan nafas.
__ADS_1
"Kok nangis lagi sih?"
"Mas gak sayang aku lagi ya? Gak cinta aku lagi ya? Soalnya pipi aku tembab, terus badan aku bulat kaya angka nol," tutur Gracel.