Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 43 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Xaviel berlari keluar dari mansion saat terdengar mesin mobil.


"Daddy," teriak Xaviel lompat ke gendongam daddynya.


Untung saja Revandra menangkapnya dengan siaga kalau tidak di pastikan anaknya akan terjatuh.


"Jangan kaya gitu lagi, nanti kalau El jatuh gimana?" tanya Revandra.


"Gak jatuh kan El ultlamen," seru Xaviel.


Revandra hanya mencibikan bibirnya lalu menyuruh marro membawa kopernya ke dalam.


"Mommy mu mana El?" tanya Revandra masuk ke dalam mansion.


"Di kamar daddy," Jawab Xaviel turun dari gendongan daddynya.


"Daddy ke kamar dulu ya? Kamu minta di paman Marro. Di mobil ada robot-robot sama mainan buat Fisha, yang El suruh beli," ucap Revandra.


Xaviel mengangguk lalu berlari keluar. Revandra pun berjalan menuju kamar anaknya.


Tok tok!


Revandra membuka pintu karena tidak ada suara dari Gracel dari dalam.


"Sayang, mas pulang," ujar Revandra namun tidak ada sahutan.


Ceklek!


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Gracel dengan mata sebam.


Revandra langsung mendekati kekasihnya. "Sayang kamu kenapa?" tanya Revandra.

__ADS_1


Gracel menggeleng lalu tersenyum kecut. "Gak apa-apa mas, tadi aku habis nonton drakor dan masa cowoknya mati, kan kasian," dusta Gracel.


Revandra menghela nafas lega. "Mas kira ada apa," ucap Revandra.


"Mas baru saja sampai?"tanya Gracel.


Revandra mengangguk dan ingin memeluk Gracel namun gadis itu menghindar.


"Kenapa sayang?" tanya Revandra.


Gracel hanya menggeleng. "Mas pasti lapar, aku siapin dulu ya." setelah Mengucapkan sedemikian, dia keluar dari kamar meninggal Revandra sendiri.


"Dia gak kangen?" tanyanya pada diri sendiri. Dia pun tidak mengambil pikir dan ikut keluar dari kamar sang anak, akan membersihkan diri di kamarnya sendiri.


"Nona Racel gak papa?" tanya Milli yang melihat Gracel seperti sedang terisak.


Gracel melap air matanya lalu menoleh. "Gak papa Milli," jawab Gracel. "Inikan lagi motong bawang," lanjutnya.


"Sayang." Terdengar teriakan Revandra membuat Gracel cepat-cepat membasu wajahnya di kran.


"Ya mas," teriak balik Gracel sambil melap-lap tangannya.


"Bik tolong di selesaikan ya!" pinta Gracel membuat art tersebut mengangguk.


"Kenapa mas?" tanya Gracel.


Gadis itu menghindar saat Revandra ingin memegang pinggangnya.


Revandra mengeruk bingung, tidak biasanya gadis itu menghindarinya.


"Mas butuh sesuatu?" tanya Gracel berusaha menetralkan perasannya bahwa dia sedang baik-baik saja.

__ADS_1


Namun itu tidak membuat hatinya tidak merasa sakit saat mendapatkan kiriman pap dari seseorang, yang menampilkan kekasihnya sedang tidur bersama wanita lain tanpa menggunakan pakaian.


"Mas kangen kamu," rengek Revandra.


"Gak sekarang mas, aku gadis yang baik-baik." Usai mengucapkan kalimat tersebut, dia pergi dari sana.


Revandra berbalik dan menggaruk keningnya yang tak merasa gatal, dia heran dengan perubahan Gracel yang terus saja menghindarinya.


"Apa dia sedang datang bulan?" tanyanya bergumam.


Gracel memegang dadanya, merasa sesak. "Mimpi itu akan menjadi kenyataan? Apa mas Revan tidak benar-benar mencintaiku?"


"Aku yakin mas Revan tidak melakukan itu, aku ingin dia sendiri yang mengatakannya dan berkata jujur kalau bukan dia yang melakukannya. Dia akan memberikan bukti kepadaku," jelas Gracel.


Gracel meminum air putih yang ada di atas nakas, tiba-tiba ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"Sayang kamu marah sama mas, karena mas membuat kamu menunggu kemarin?" tanya Revandra tiba-tiba berbisik.


Gracel menghembusan nafas berusaha tidak menjatuhkan air matanya. Dia berbalik dan memegang kedua pipi Revandra lalu menggeleng.


"Gracel gak marah sama mas kok," ucap Gracel memeluk badan Revandra. "Mas aku ingin meminta sesuatu."


"Minta apa?" tanya Revandra.


"Di antara kita jangan ada yang menaroh kebohongan ya? Apapun kebohongan itu kita harus membicarakannya."


Revandra nampak diam membuat dada Gracel semakin sesak. Tanpa sadar butir mening keluar dari sudut mata gadis itu.


"Kamu kenapa?" tanya Revandra menghapus air mata kekasihnya.


"Gak." Gracel menghapuskan air matanya. "Aku masih kepikiran sama drakor yang baru saja ku nonton, kasian sama ceweknya."

__ADS_1


__ADS_2