
Revandra susah paya menelan air liurnya sendiri saat calon istrinya keluar dari ruang ganti pakaian bersama dengan Maminya.
Dengan gaun yang melekat di tubuhnya, paras cantik dan ceria itu yang membuat Revandra terkagum-kagum dengan Gracel gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Hari ini memang hanya ulang tahun Gracel namun Revandra mengundang sebagain rekat bisnisnya beserta teman-teman dekat Gracel untuk datang ke acara ulang tahun kekasihnya, sekalian melamarnya.
"Mommy, cantik sekali," ucap Xaviel memuji, mewakili hati daddynya dan yang lain yang ikut memaguminya.
"Makasih, sayang," balas Gracel tersenyum.
"Sayang, kamu cantik banget. Pengen deh sekarang juga aku telfon penghulu," bisik Revandra tepat di telinga Gracel.
Gracel tersenyum lalu mencubit pelan pinggang Revandra.
"Aw," pekik Revandra pelan.
Gracel menunduk saat ada yang memegang tangannya. "Ganteng banget anak mommy," ujarnya.
"Yah dong mommy, kan mommynya cantik pasti anaknya juga ganteng," ucap Xaviel tertawa kecil membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas.
Acara pun berjalan lancar sampai akhir. Kini mereka pada pamit ke Revandra maupun Gracel dan maminya.
"Gue kira tuh we, dia tuh suami lo ternyata baru calon. Gunjom sih dapat duda anak satu tapi masih ganteng," bisik Kanaya.
"Eh, Naya gue mau nanya," kata Gracel.
"Nanya apa?" tanya Kanaya.
"Gue masih penasaran, captionnya apa waktu itu?"
__ADS_1
"Yang mana? gue lupa."
"Yang itu loh waktu di acara wisuda," jawab Gracel.
"Mana sih? Lupa nanti gue chat kalau dah ingat," ucap Kanaya menyium pipi temannya.
Gracel mengangguk. "Lo lanjut magang atau gimana?"
"Gaklah! Gue sudah keterima di rumah sakit, atas bantuan papa gue, sih," jawabnya.
"Wah selamat," seru Gracel.
"Terus gimana lo?"
"Tadi gue baru menyelesaikan wawancara Interview, do'ain ya semoga gue keterima."
"Pasti!" Kanaya memberikan jempol. "Kalau gitu gue pamit ya, semoga sukses sampai akad nikah," bisik gadis itu lalu tertawa kecil pergi dari sana.
Gracel mengangguk, mereka tidak langsung pulang ke rumah nginap dulu di hotel, tapi tidak sekamar ya.
"Sayang, gak papa tidur sendiri? Mau aku temanin gak?" tanya Revandra menaikan alisnya lalu tersenyum nakal.
"Gak usah!" jawab Gracel langsung menutup pintu kamar hotelnya.
Revandra terkekeh lalu masuk ke kamar hotel di samping kamar Gracel sambil menggendong anaknya.
Xaviel membuka matanya lalu beranjak ke atas daddynya dan kembali tidur membuat Revandra mengerut bingung dengan putranya.
"Selama tidur sama Racel, anak gue makin aneh," gumam Revandra mengpuk-puk bokong sang anak agar nyenyak kembali.
__ADS_1
Xaviel menggesekan kepalanya di wajah sang daddy membuat lelaki itu geli.
"Daddy," panggil Xaviel sambil mencubit pelan pipi daddynya.
Revandra tersenyum lalu menidurkan anaknya di sampingnya. "Bobo!" pinta Revandra.
Anak itu menguap lalu bangun dan duduk dengan wajah bantalnya.
"Kenapa?" tanya Revandra.
"Mau mommy!"
"Mommy ada di sebelah, lagi bobo capek. Kan El sama paman Delon dan Marro buat mommy panik kan?"
Xaviel mengangguk dan kembali tidur memeluk daddynya. "El mau nonton yutub daddy, El ngak ngantuk," ujarnya.
"Udah malam, gak baik bocil main ponsel nanti matanya merah."
"Bental aja daddy," rengek Xaviel sambil menutup wajah menggunakan selimut.
Revandra mencium pipi dan hidung anaknya lalu mengambil ponselnya, dia mengurangi cahayanya dan masuk ke aplikasi yutub kids.
"Makasih daddy, sayang," seru Xaviel. "Muah." Anak itu menyium pipi Revandra membuat Revandra terkekeh dan langsung memeluk Xaviel dari belakang.
"Jangan terlalu malam ya! 20 menit daddy ambil!"
Xaviel mengangguk.
Xaviel mendongak dan melihat daddynya yang sudah tertidur.
__ADS_1
"Nomolnya Fisha belapa ya?" tanya kepada dirinya sendiri.
"Nanti minta ke Fisha bial bisa telponan, dia lucu wajahnya di tutup kain, tapi matanya indah banget." Anak itu tertawa, karena telah dapat teman gadis namun wajahnya di tutup setengah kain itu membuat anak laki-laki itu tertarik pada gadis kecil tersebut.