Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 74 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Pagi-pagi Revandra sudah muntah-muntah.


"Mas gak perlu ke kantor dulu gih," ucap Gracel melap bibir suaminya.


"Gak bisa sayang, mas ada meeting penting," jawab Revandra.


Gracel berjalan ke arah laci dan mengeluarkan vitamin yang sempat dia suruh Marro membelinya tadi, untuk mencegah mual.


"Kalau mas mual minum vitamin ini, gak pahit malahan membuat tenggorakan mas gak merasa mual," jelas Gracel memasukan vitamin tersebut ke dalam tas suaminya.


Revandra memeluk istrinya dari belakang yang sibuk menyiapi keperluannya ke kantor. "Setelah daddy pulang kerja, kita ke dokter kandungan ya? Walaupun kamu dokter, dokter juga manusia. Kamu gak akan di tertawai kalau kita ke rumah sakit kandungan. Tunggu mas pulang," tutur Revandra menyium tengkuk leher sang istri.


Gracel hanya berdehem dan langsung berbalik badan memperbaiki jas serta dasi sang suami. "Awas ya di kantor lirik karyawan wanita!" tegas Gracel.


"Gak akan," jawab Revandra. "Udah dapat istri cantik seperti ini, gak bosenin kenapa harus cari yang lain lagi?"


"Iya awas aja!"


"Iya mommy."


"Mas keluarlah untuk minum kopi dan buah, akan ku bangunkan anakmu," ujat Gracel melepaskan pelukan sang suami dan keluar dari kamar menuju kamar Xaviel.


"Gak daddy gak anak, sama-sama kebo di banguni," ketus Gracel memasuki kamar anaknya, terlihat laki-laki kecil itu masih damai tidurnya. "Nah lihat cara tidurnya, seperti orang mau nyungkir balik," gerutu Gracel memperbaiki posisi tidur anaknya agar tak sakit badannya.


"El," panggil Gracel mendudukan putranya dengan mata yang masih tertutup, kalau hanya di panggil anak itu tak akan bangun.

__ADS_1


"Bangun sayang." Gracel meraup wajah anaknya menggunakan air lalu melapnya.


Xaviel menjatuhkan badannya. "Mommy El tidur 10-menit lagi, jangan bangunin El!" gerutu anak itu menutupi wajahnya menggunakan selimut.


"Mommy tadi udah kasih El waktu 5-menit untuk tidur El yang minta, ini udah lebih sayang," imbuh Gracel. "El kan bentar lagi punya dedek, gak baik tau kalau abang nanti di kalah sama adek," bujuk Gracel berusaha membangunkan anaknya.


Xaviel melempar selimutnya dan berusaha membuka matanya lebar-lebar, setelah kesadaran sudah full dia beranjak bangun.


"Mommy," rengek Xaviel memeluk Gracel. "Mau susu," ucapnya.


"Owh iya, anak mommy udah berapa hari gak minum susu?"


"Lama," jawabnya mencium kedua pipi sang mommy.


Gracel menyipitkan hidungnya. "El bau naga," ucap Gracel.


"Ayo." Gracel memegang tangan putranya masuk ke dalam kamar mandi.


"Mommy hati-hati lantainya licin, takut mommy dan dedek bayi jatuh," peringat Xaviel menuntut mommynya.


Gracel hanya terkekeh kecil melihat perhatian putranya itu.


"Mommy tunggu El di sini, bial El mandi sendiri. El mau buktiin kalau El juga udah pintal. Nanti El ajal dedek bayi mandi juga," jelas anak itu menyuruh mommynya duduk di tepi closet.


Gracel hanya mengangguk dan menurut.

__ADS_1


Setelah mandi Xaviel pun memakai pakaiannya sendiri membuat Gracel merasa gemas dengan putranya.


Revandra hanya meminum kopi hangat dan buah, karena dia tidak ingin sarapan, itu akan membuatnya mual.


Saat asik-asiknya sarapan bersama, tiba-tiba ponsel Revandra berdering.


Gracel meraih ponsel suaminya, karena Revandra yang menyuruhnya.


"Siapa Lita mas?" tanya Gracel memberikan ponsel itu pada sang suami.


Revandra mengambil ponselnya dan beranjak agak menjauh dari istri dan anaknya.


Gracel yang melihatnya berusaha untuk berpikir positif, mungkin saja Lita rekan bisnis suaminya yang akan di ajak meeting sebentar.


Gracel menoleh ke arah anaknya yang memukul pelan lengannya. "Kenapa sayang?"


"Mau lagi mommy," jawab Xaviel.


Gracel pun ke dapur untuk membuatkan susu buat anaknya.


Walaupun berusaha untuk membuang pikiran buruknya. Namun hatinya tetap berkata lain.


"Ayolah Gracel, Mas Revan tidak seperti apa yang kamu pikirkan saat ini," gumamnya pada diri sendiri.


"Arkk," jerit Gracel saat air panas tumpah ke kakinya.

__ADS_1


Semua orang yang ada di mansion langsung berlarian ke arah dapur, termasuk Revandra yang sedang sibuk menelfon.


__ADS_2