Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 88 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Kedatangan Lita ke mansionnya saat itu, Revandra menyuruh ajudannya yang tak lain Delon untuk menggali informasi identitas yang di miliki Lita. Dia tidak sebodoh itu meninggalkan seseorang ke dalam rumahnya.


Revandra sempat terkejut dengan identitas yang di miliki Lita. Ternyata gadis itu bukan gadis biasa, dia anak gadis Rivalnya, yang di nyatakan meninggal saat berperan antar mafia saat itu.


Dan kedatangan Lita berniat balas dendam atas tewasnya ayahnya yang membuat ibunya gila sampai menyusul sang suami.


Di mall itu bukan suruhan Rena melainkan Lita, dia Lita bukan Rena.


Rena memang yang membunuh menantu pertamanya karena memang dirinya dan Irana mempunyai perselisihan. Namun dia tidak pernah berniat membunuh istri kedua anaknya, di saat itu Rena hanya ingin pernikahan keduanya batal dan berpisah.


Alasan Rena terus mengatakan Revandra harus menikahi Sofia, ternyata gadis itu adalah kaka dari Lita, dia mengancam Rena kalau tidak membuat Revandra menjadi miliknya maka nyawa anaknya serta cucunya bahkan sodoranya yang akan menjadi taruhan. Akhirnya Rena mau tidak mau mengikuti setiap perintah yang di berikan.


Bahkan waktu itu dia yang di suruh mengaku pada Revandra, kalau dia yang menyuruh anak buahnya untuk menembak Gracel di mall.


Waktu itu juga Rena hanya berniat menemui cucunya, untuk melindunginya dari serangan Lita yang terus mengawasi gerak-gerik keluarga kecil anaknya.


Bukan tidak bisah melawan Lita. Namun saat itu posisi Lita lebih besar darinya walaupun posisi Lita masih ada Revandra di atasnya.


Dia tidak pernah berniat melakukan kekerasaan pada cucunya, dan sebenarnya di dalam pistol yang telah dia pegang untuk menembak sang cucu, hanya peluru mainan. Namun saat itu sangat padat membuat Gracel salah paham dan menembak Rena, karena tidak ingin anaknya kenapa-napa.


Ibu mana yang ingin merengut kebahagia anaknya? Dia lebih memilih mempartaruhkan nyawa untuk sang anak. Sejahat-jahatnya seseorang tapi dia tetap mengingat perannya sebagai ibu.


"Revandra, lo akan mati di tanganku," teriak Lita menunjuk Revandra.


"Mati? Sekarang?" Revandra tertawa membuat Lita geram. "Apa ada yang akan membantu mu? Anak buah mu? Atau anak buah ayahmu yang sudah meninggal itu?" tanya Revandra mencengkram dengan kuat dagu Lita.


Gadis itu meringis merasa ke sakitan.

__ADS_1


"Sialan, sialan gara-gara lo mama gue koma saat ini," teriak Revandra."


"Sekarang siapa lagi yang akan menyelamatkan hidup lo? Kakak lo yang jal*ng yang sudah gue jadikan budak? Anak buah lo yang udah di musnahkan? Atau masih ada yang lain?" tanya Revandra menaik turunkan alisnya. "Ayo coba bunuh gue dengan tangan lo itu. AYO CEPAT SIALAN," teriak Revandra di akhir kalimat.


"Apa yang membuat diri lo sekarang menjadi hebat? Ayo-ayo maju terus ambil pistol itu dan bunuh gue sekarang pake tangan lo sendiri," ucap Revandra menaroh pistol itu di bawahnya dan menyuruh Lita mengambilnya sendiri. Sangat susah gadis itu untuk mencapai pistol karena Revandra memasangkan di punggungnya papan tebal serta bogrol berat di tangan dan kakinya.


"Gue benci lo sialan, lo bunuh ayah gue. Apa lo tau? Ibu gue gila dan ikut meninggal, itu semua perbuatan lo sekeluarga," teriak Lita menepis air matanya. Saat ini rasa dendamnya lebih keras dari pada rasa sakit di tubuhnya saat ini. "Gue pastikan lo akan mati mengerikan seperti yang di alami orang tua gue dan kak sofi."


"Lo tuli atau buta? Gue dan keluarga gue gak pernah sama sekali membunuh ayah lo, dia mati sendiri dia yang menembak dirinya sendiri saat berperan. Gue gak sama sekali menembak ayah lo, nj*g," teriak Revandra.


Lita hanya terisak tanpa membalas ucapan lelaki itu lagi.


Tiba-tiba posen Revandra berbunyi membuatnya langsung mengangkatnya, karena itu telfon dari sang istri.


📱"Halo sayang," sapa Revandra, dia berusaha menormalkan keadaan.


📱"Mas lagi di supermarket sayang, susu kamu udah habis dan mas ingin membelinya. Tunggu ya? Mas akan cepat pulang kok. Apa kamu ingin menitipkan sesuatu?"


Benar kalau susu untuk si bumil udah habis itu yang membuat Gracel tidak menaroh curiga sedikit pun pada sang suami.


📱"Yaudah, mas cepat pulang aja. Aku tidak ingin titip apa-apa," jawab Gracel lalu mematikan ponselnya.


"Pulanglah bos, biar saya yang akan menenganinya," sahut Delon.


"Biarkan dia istirahat. Walaupun dia busuk, saya tidak akan membunuhnya."


"Baik, bos."

__ADS_1


Revandra pun keluar dari markas, dia mampir di supermarket untuk membelikan susu buat ibu hamil. Sekalian membeli cemilan buat sang anak.


Dia juga membeli gula-gula agar bau mulutnya tidak bau rokok yang bisa membuat istrinya merasakannya.


Sesampainya di mansion, pertama yang dia lihat adalah sang istri yang berdiri di ambang pintu dengan wajah cemberut sambil mengusap perutnya.


Revandra tidak langsung memeluk istrinya dia hanya memberikan kantong yang dia bawa dan mengajaknya masuk. Dia melanjutkan jalannya masuk kedalam kamar untuk membersihkan tangan. Sedangkan Gracel singgah ke dapur untuk menyiapkan suami dan anaknya makan, dan segelas kopi untuk Revandra.


"Tolong di angkat ya," pinta Gracel berjalan duluan ke meja makan, di belakang ada art yang mengangkat berbagai makanan di atas nampang.


Revandra datang sambil menggendong anaknya yang sehabis bermain.


Gracel tersenyum dan ikut duduk menyiapkan nasi ke piring sang suami.


"Kamu gak makan sayang?" tanya Revandra saat melihat Gracel tidak menuangkan nasi ke piringnya sendiri.


"Gak lapar mas," jawab Gracel.


Revandra menaroh sendoknya lalu membelai pipi si bumil. "Mau makan yang lain?"


Gracel diam sesaat lalu mengangguk.


"Yaudah sehabis ini kita cari yang kamu mau ya," ucap Revandra membuat sekali lagi Gracel mengangguk.


"Mommy, mommy sakit?" tanya Xaviel tiba-tiba.


"Hem? Gak mommy gak sakit," jawab Gracel.

__ADS_1


Xaviel turun dari kursinya dan berjalan ke arah Gracel. "Mommy sakit, gak usah bohong."


__ADS_2