Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 83 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Mereka berdua berbalik badan, dan tersenyum.


"Ada apa, bu?" tanya Gracel.


"Ini anak saya bu, jodohin ma Xaviel ya kalau dah pada dewasa," ucap ibu itu sambil menggandeng tangan putri cantiknya.


Gracel menoleh ke arah suaminya dan menahan tawa, dia berjongkok di depan anak itu.


"Nama mu siapa?" tanya Gracel.


"Alya," jawab gadis cantik itu.


"El gak mau temanan sama Alpukat," ketus Xaviel.


"Dih siapa juga mau temanan sama kamu? Dasar ikan lele," balas Alya menatap tajam Xaviel.


"Bunda ayo pulang, Alya gak mau temanan sama ikan lele," sahut anak itu menarik tangan bundanya pergi.


"Dasar Alpukat," teriak Xaviel membuat gadis yang berambut kepang itu berbalik dan menjulurkan lidahnya.


"Eh maaf ya." Bunda Alya merasa gak enak.


Gracel menggeleng merasa gemas dengan Alya. "Gak papa, buk. Semoga berjodoh ya mereka." Canda Gracel.


Bunda Alya tertawa dan mengangguk.


"Bunda, ayo!" teriak Alya yang sudah menjauh.


"Astaga anak siapa sih ini," gumam bunda Alya tersenyum dan sedikit berlari ke arah sang anak.


"Babay ikan lele," teriak Alya berbalik dan kembali menjulur lidah.


Xaviel yang melihatnya mendengus kesal dan membalasnya.


"Ada-ada aja kamu sayang," sahut Revandra.


"Kenapa mas?" tanya Gracel.


Revandra langsung menggeleng. "Gak ada apa-apa sayang," jawab Revandra.


"Yaudah ayo pulang," pinta Gracel berjalan lebih dulu sambil memegang perutnya.


Revandra dan Xaviel ikut dari belakang.


"Mommy, El bentar malam tidur sama mommy ya?"


Revandra yang memasangkan sabung pengaman pada putranya langsung mendengus dan memukul pelan kening sang anak.


"Gak boleh," timpal Revandra.


"Apasih, orang aku nanya momny juga, bukan daddy," ketus Xaviel memutar bola matanya, dia mencium bibir mommynya sekilas dari belakang membuat Revandra melotot.


"Eh apa ini? Main cium-cium aja," ketus Revandra melap bibir istrinya.


"Mommy E!"


"Istri daddy!"


"Ya tapi mommy El!"


"UDAH!" teriak Gracel membuat kedua laki-laki beda generasi itu menutup telinga.


"Ya mommy," ucap mereka bersama dan sudah diam. Namun masih saling mengejek.


Revandra melap terus bibir istrinya sehingga Gracel menggigit tangannya.

__ADS_1


"Merah bibir aku, mas lap terus!" ketus Gracel.


Revandra menyengir dan membuang tisu itu, lalu melajukan mobilnya.


"Coba ceritain, gimana campingnya seru?" tanya Gracel.


"Seru banget mommy," jawab Xaviel. Xaviel terus mengoceh menceritakan serunya bercamping.


Sekali-sekali Gracel tertawa mendengar cerita sang anak.


"Daddy El mau minum," pinta El.


Revandra menyodorian air meniral ke arah belakang, Xaviel pun mengambilnya.


"Mas, kapan-kapan kita juga camping sama yok," ajak Gracel.


"Lain kali aja sayang, kamu hamil."


"Ya kan kapan-kapan," ucapnya.


Revandra mengangguk.


"Daddy El mau ayam KSP," seru Xaviel.


Revandra memberhentikan mobilnya lalu turun untuk membelikan anaknya ayam krispi.


"Mommy dedek kapan keluarnya?"


"Sebentar lagi sayang, sabar ya," jawab Gracel.


Xaviel menghela nafas lalu mengangguk. "El akan menjaga dedek, El udah gak sabar punya adek cewek," seru anak itu.


Gracel hanya terkekeh. "Janji ya, sayang dedek? Jangan buat dedek sedih kalau dia udah lahir."


"Mommy percaya," imbuh Gracel tertawa kecil.


Beberapa saat kemudian Revandra kembali dan membawa sekantong ayam krispi buat sang anak.


Xaviel berbinar dan menerima ayamnya.


"Mommy nanti suapin El makan ya!"


Gracel mengangguk.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di mansion.


Xaviel lebih dulu berlari masuk dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil piring.


"Hati-hati sayang," peringat Revandra memegang tangan istrinya.


Lita yang melihat El kesusahan mengambil piring, bahkan anak itu menatap dirinya untuk di ambilkan, tapi Lita hanya acuh seakan tidak melihat.


Xaviel hanya mendengus dan terus menjinjit untuk meraih piring.


"Aduh susah banget," keluhnya. Dia menoleh sekitar tidak ada siapa pun selesai Lita.


"Apa kamu bisa mengambil kan?" tanya Xaviel pada Lita.


Seakan tuli gadis itu meninggalkan dapur tanpa merespon ucapan Xaviel.


Sekali lagi Xaviel mendengus kesal dengan Lita.


"Dasar orang dewasa," ketus Xaviel, mengambil bangku dan berusaha menaik ke wastafel untuk bisa mengambil piring.


Wastafel itu basah dan licin.

__ADS_1


Bruk!


"Mommy" teriak Xaviel saat kakinya terlipat, dia terpeleset di wastafel.


Gracel maupun Revandra yang mendengar suara tiarakn sang anak langsung bergegas ke sana.


"Xaviel," teriak mereka bersama.


"Mommy," lirih Xaviel tidak tahan dengn rasa sakit yang di rasakan, seakan kakinya patah.


Revandra langsung menggendong putranya.


"Aw, sakit daddy," aduh anak itu susah mengerakkan kakinya.


Gracel yang melihat Xaviel malah menangis. "Mas Xaviel," isak Gracel.


Revandra langsung membawa anaknya ke sofa.


"Sakit, hix hx..."


"Mas," lirih Gracel.


Para art mengumpul, salah satu di antara mereka maju.


"Coba aku periksa, Tuan Nyonya," sahut art itu membuat Revandra mempersilahkannya.


Gracel memangku kepala putranya yang terus menangis.


"Mommy sakit," rintihnya.


"Bik..."


"Tenanglah Nyonya," ucap art menggoyangngkan kaki sang majikan mudanya.


"Aw," jerit Xaviel berteriak saat art tersebut menarik kakinya lurus.


"Bibik!" pekik Gracel.


Xaviel mengatur napasnya yang memburu, hampir saja dia pingsan saat art itu meluruskan kakinya.


Gracel menyuruh yang lain untuk mengambilkan minyak urut.


Gracel dengan perlahan memijit lutut sang anak.


"Kenapa manjat-manjat? Kamu bisa meminta bantuan para bibik, El, jangan manjat. Lihatkan sekarang, kamu jatuhkan!" tegas daddy Revan.


"Mas anaknya lagi gini, sempat-sempatnya di marahin," sela Gracel.


Revandra menghela nafas berulang kali.


"Mommy," panggil Xaviel. "Mau hug," rengeknya.


Gracel beranjak berdiri dan naik kembali ke sofa lalu memeluk anaknya.


Anak itu sesengukan di dalam pelukan Gracel, Gracel pun menenangkan sang anak dengan mengelus bahunya.


"Anak mommy mau makan?" tanya Gracel membelai rambut sang anak.


Xaviel mengangguk pelan.


Salah satu art langsung bergegas menyiapkan makan buat Xaviel.


Revandra duduk di samping Xaviel dan mengambil ahli tubuh putranya.


"Maafin El daddy, tadi El udah minta bantuan sama bibik Lita, tapi dia gak mau bantu El."

__ADS_1


__ADS_2