
Lima hari berlalu kini Revandra sudah menyelesaikan pekerjaannya di luar kota dan akan kembali.
"Pak Revandra kenapa buru-buru banget? Ayo kita rayakan dulu proyek kita ini," ujar salah satu rekan bisnisnya.
"Gak pak, saya ada urusan penting," jawab Revandra memakai jasnya.
"Sekali aja pak Revandra, anda tak pernah berkumpul," sahut yang lain.
"Ya pak, kali ini aja."
Revandra menghela nafas lalu duduk kembali.
"Saya gak minum, kalian saja," tolak Revandra saat ada yang menawarinya minuman.
"Sekali ini pak, takut banget sama istri lagian tidak ada di sini toh," ujar Vero.
Revandra meraih gelas itu lalu berdiri dan saling tos dengan para rekannya.
Revandra mengerutkan wajahnya saat meminum alkohol tersebut, dia sangat anti dengan minuman ber alkhol.
"Tambah lagi gak pak?" tanya Vero pada Revandra.
Revandra mengangguk lalu kembali saling tos dengan Vero sampai kepalanya mulai pening.
"Saya izin ketoilet sebentar," pamitnya pergi dari sana.
Di koridor club menuju toilet, ada seorang wanita yang berpakain agak terbuka mendekati Revandra yang sedang keadaan mabuk parah.
__ADS_1
"Gracel," racauh lelaki itu mengira gadis di depannya adalah kekasihnya.
"Halo, Mas," goda wanita itu. "Apa kau sendirian aja?" tanyanya sambil meraba dada Revandra yang agak kebuka.
"Gracel kenapa kamu di sini, sayang?" tanya Revandra mendekati wanita itu.
Wanita itu malah tersenyum walaupun namanya bukan Gracel tapi lelaki itu mau menyentuhnya.
Revandra mengesekan kepalanya di tengkuk leher wanita tersebut.
Wanita itu mendongak dan melihat Revandra sudah tak sadarkan diri. Dia memampah tubuh Revandra masuk ke dalam kamar yang ada di club tersebut
**************
Revandra terbangun di saat sinar matahari mengenai wajahnya.
"Apa ini?" tanyanya sendiri dan berusaha beranjak bangun namun dia merasa penik di aera kepalanya. "Apa yang terjadi semalam?"
"Udah bangun?" tanya wanita yang keluar dari kamar mandi.
"Siapa kau?" tanya Revandra membalutkan selimut di badannya.
"Setelah mengambil mahkotaku, kau bilang siapa? Kau tak ingin tanggung jawab?" tanya wanita itu nampak kecewa.
"Maks-ud lo? Gue gak pernah nyentuh lo sialan," bentak Revandra.
Wanita itu maju dan menunjuk ke arah kasur memperlihat bercak darah.
__ADS_1
Revandra terbelalak, apa benar? Tapi dia benar tidak menyadarinya. Semalam dia kehilangan ke sadaraan di saat wanita itu memampahnya.
"Bohong njir, gue gak pernah nyentuh lo, jelas-jelas gue gak ingat dan tidak merasakan. Pasti ini semua aka-akalan lo saja. Mencari kesempatan agar gue bisa biayai hidup lo yang kotor itu. " Revandra masih yakin kalau dia tidak melakukan apa-apa dengan wanita di depannya.
"Apa maksud mas? Jelas-jelas kau membuatku menangis kau yang mengurungku," dusta wanita itu mulai menangis.
Revandra mengacak rambutnya furstasi, dia berdiri memungun pakaiannya lalu beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Wanita itu tersenyum devil dan mengambil ponselnya. "Kau hanya milikku seuntuhnya Revandra Maheswara," imbuhnya mengirimkan foto semalam yang dia potret ke seseorang.
Keluarnya di kamar mandi, Revandra langsung di kejutkan dengan wanita tadi.
"Ngapain lo masih di sini?" tanya Revandra.
"Ngapain? Yah jelas saya mau minta petanggung jawaban mas, kalau saya hamil anak anda gimana?" tanya wanita itu.
"Yang jelas kalau lo hamil itu bukan anak gue, karena gue gak pernah nyentuh lo sama sekali!" kelit Revandra melemparkan kartu hitam ke wajah wanita tersebut lalu keluar dari sana.
Wanita itu menatap kepergian Revandra lalu memegang blackcard tersebut.
"Sampai kapan kau menghindar? Kau akan jadi milik ku," gumamnya.
Di luar, Revandra mendapatkan vid call dari kekasihnya yaitu Gracel. Wajah lelaki itu nampak pucat, tangan yang bergetar mencoba menetralkan perasaannya.
"Halo sayang, tunggu mas, mas sudah otw pulang," ujar Revandra.
"Kemarin aku udah nungguin mas sampai aku ketiduran di ruang tamu, aku juga sudah masak tau-taunya mas gak pulang kemarin," keluh gadis itu cemberut.
__ADS_1
Revandra nampak diam membuat gadis di seberang sana mengeruk bingung.