
Gracel terus di beri pertanyaan beerturut-turut oleh suami dan anaknya. Namun dia terus saja menggeleng membuat anak bapak itu bingung.
"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Revandra.
"Bentar mas! Aku makan dulu baru ku beritau!" ketus Gracel memakan roti yang di berikan Xaviel sambil menangis.
Xaviel dan Revandra saling tatap dan menggaruk belakang kepalanya.
"Astaga," gumam mereka bersama.
Xaviel memberikan tisu. Gracel pun mengambil tisu itu untuk melap air mata dan coklat di bibirnya.
Revandra mengelus bibir Gracel yang terdapat coklat dan menjilat tangannya sendiri.
"Kenapa, hem?" tanya Revandra.
"It-u kucing di kosanku dulu mas, kangen sama dia," jawab Gracel membuat Revandra dan xaviel memutar bola mata jengah.
"Astaga sayang, aku kira apa," imbuh Revandra menggeleng.
Xaviel menepuk jidatnya merasa aneh dengan mommynya itu.
Gracel kembali menangis.
"Yaudah, kita cari kucingnya di tempat kosan kamu dulu!" bujuk Revandra berdiri dan melap air mata istrinya.
Gracel merentangkan tangannya, Revandra yang melihatnya menjadi bingung sendiri.
"Apa?"
"Gendong," ucapnya dengan manja.
Revandra pun menggendong istrinya alah koala. Gracel meletakan keplanya di pundak sang suami.
"Mommy," teriak Xaviel dengan pincang mendekati mereka berdua.
__ADS_1
Gracel maupun Revandra berbalik.
"Mas turunin!" pinta Gracel membuat Revandra menurut.
"Gendong El aja!"
Revandra menggendong putranya. Mereka pun ke tempat kosan Gracel dulu, buat mencari kucing tersangka.
"Tiba-tiba banget pengen kucing, mas alergi tau," timpal Revandra.
"Pake masker," jawab Gracel singkat menatap keluar jendela mobil.
Saat usai sampai di depan lingkungan kosan, Revandra memakai masker dan kacamata sambil menggendong putranya, Gracel bergelatungan di lengan sang suami berjalan masuk.
Sebenarnya mencari kucing hanya akal-akalannya saja. Gracel hanya pengen pamer sama mantan ibu kos dan anaknya yang selalu menindasnya.
"Mas tunggu di sini!" pinta Gracel berjalan masuk sendiri, tak lupa menaikan kacamata hitamnya. "Ini gue buktiin kalau gue juga bisa sombong," gumam Gracel.
"Racel!" sahut Dela putri anak bu kosnya dulu, yang selalu merendahkannya. "Kau ke sini lagi? Kau sudah tak di terima kos disini!" kelit Dela.
Gracel menurunkan kacamatanya lalu berdecak pelan. "Gue ke sini juga bukan mau tinggal, iw sorry." Gracel mengibarkan rambutnya membuat Dela menatapnya tajam.
"Dih siapa juga mau ngutang? Duit gue banyak," ucap Gracel sombong.
"ngayal lo?" tanya Dela bergacak pinggang.
Gracel membuka tasnya dan mengeluar kartu hitam.
Dela menjatuhkan pakain yang dia pegang saat melihat kartu yang di perlihat Gracel.
"Nyulik lo iya?" tanya Dela tak percaya sama sekali.
"Dih, suami gue kaya," jawab Gracel mengipas kartu itu di wajah Dela membuat gadis itu semakin panas.
"Ck sialan, palingan juga jadi kupu-kupu malam," umpat Dela.
__ADS_1
"Bukannya lo iya?"
"Setan lo"
"Lo setan, gue?" tanya Gracel maju dan menenteng pakaian kekurangan bahan punya Dela. "Punya lo? Iw lebih parah dari pada pakaian jal*ng."
"Sialan." Dela yang geram langsung menjambak rambut Gracel.
Gracel lantas tak diam, dia menjambak balik Dela dengan kuat.
"Mati lo," umpat Gracel.
Ibu Dela yang merupakan bu kos datang dan membantu anaknya. Namun entah mengapa mereka di kalah kuat oleh Gracel.
Revandra yang mendengar keributan dari luar lantas ikut masuk dan terbelalak melihat istrinya ngereog.
"Astaga, sayang." Revandra mendudukan anaknya di kursi kayu dan mendekati mereka.
"Sayang," pekik Revandra berusaha menghentikan istrinya.
"Sialan," umpat Dela ingin melemparkan sapu ke arah Gracel. Namun Revandra cepat-cepat memeluk istrinya.
"Mas Revan."
"Kamu gak papa?" tanya Revandra memperbaiki rambut istrinya yang berantakan.
Revandra berbalik badan, sontak membuat Dela serta ibunya terbelalak melihat lelaki tampan.
"Tampan sekali," puji mereka bersama.
"Ck, mas kok di lepas maskernya?"
Gracel memasangkan kembali masker dan kacamata buat suaminya, dia tak rela wajah tampan miliknya di pandang kagum oleh seseorang.
"Gatel, gue colong mata kalian satu-satu, kalau gak buang pandangan menjijikan kalian," ucap Gracel mengancam.
__ADS_1
Dela dan ibunya seketika membuang pandangannnya.
"Ayo pulang!" Gracel menarik suaminya pergi dari sana.