Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 96~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Bayi mungil itu enteng nyusu di mommynya kaya udah dah lapar banget dalam perut.


"Udah banyak ya keluar," ucap Revandra saat punya istrinya mengeluarkan begitu banyak asi.


Gracel hanya berdehem. "Mas kok ga ada yang mirip sama aku? Kamu semua loh ini," ketus Gracel.


"Mana mas tau sayang, kan aku yang bikin jadi mirip aku," balas Revandra.


"Tapi aku yang lahirin, aku yang ngandung. Gak adil ah."


"Yaudah, dia dimasukin kembali aja ke dalam. Proses mirip kamu," saran Revandra.


"Ih! Emang kamu yang lahirin?" tanya Gracel ketus.


"Jangan marah-marah ih," bujuk Revandra.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, ada mama Rani yang berlarian ke arah mereka.


"YaAllah, cucu Grandma," seru Rani menjauhkan Revandra dari kursi dan dia yang duduk. "Cantik banget."


"Alhamdulillah kalian gak papa, aku sangat khawatir loh. Apalagi dengar Revandra meninggal, serasa mami tuh di prank kalian," jelas Mami Rani.


Gracel hanya tertawa kecil, dia menutup asinya saat papi Kenzo ikut masuk.


"Boleh mami gendong cucuku?" tanya Rani dan langsung di angguki oleh Gracel.


Rani menggendong cucu cantiknya. "Pih, lihat deh cantik banget cucu kita," seru mami Rani pada suaminya.


Papi Kenzo tertawa dan menyium pipi cucunya. "Mirip Revan semua ya, Gracel hanya mendapatkan hikmahnya."


"Iyalah, kan aku yang bikin," timpal Revandra menyahut.


Gracel hanya mencibik. Revandra menoleh ke arah istrinya dan tersenyum.

__ADS_1


"Makasih ya sayang," ucap Revandra mengenggam tangan istrinya.


Gracel mengangguk. "Gara-gara aku mas seperti,"


"Ustt, jangan nyalahin diri kamu ini salahku. Kalau aku mendengarkan mu tidak mungkin terjadi," ucap Revandra menciun bibir sang istri.


Gracel hanya manggut-manggut.


"Kalian udah siapin nama untuknya?" tanya Mami Rani.


"Sudah."


"Siapa?"


"Xaviera xyvora Maheswara," jawab mereka bersama.


"Di panggil?" tanya papi Kenzo.


"Vieara."


"Sudah dulu yok pih, dia nangis pengen asi," ucap Gracel, Papi Kenzo pun menidurkan dengan pelan di dekat sang menantu.


"Kalau begitu papi dan mami pamit ya," ucap kedua orang itu membuat Gracel maupun Revandra mengangguk.


"Duh pelan-pelan dong dek, daddy gak bakal ngambil kok," ucap Revandra.


"Mas ih," tegur Gracel memukul tangan suaminya yang memegang pipi sang anak yang sedang menyusu. "Kasian tau."


"Xaviel mana mas?" tanya Gracel.


"Keluar cari makan sama Marro dan Delon," jawab Revandra yang terus memperhatikan anaknya menyusu.


Revandra mengangkat putrinya lalu menidurkannya di rak bayi.

__ADS_1


"Mas udah makan? Makan dulu gih atau suruh Marro bawain makan, kamu juga butuh istirahat. Kamu belum sembuh total tau, mas kalau di bilangin tuh ngeyel," omel Gracel.


Revanda naik ke atas brankar dan menidurkan istrinya di pahanya. "Mas udah makan."


"Di mana?" tanya Gracel mendongak.


"Pas kamu belum sadar," dusta Revandra.


"Bohong."


"Benaran," jawab Revandra. "Punya mu masih pedih?" tanya Revandra dan langsung dapat deheman.


"Sakit banget," keluhnya mommy.


"Udah cukup Vieara dan Xaviel aja, mas udah ga sanggup lihat kamu berjuang kaya tadi," ucap Revandra.


"Udah mas ini udah takdir yang di berikan Tuhan, mau tak mau kita harus menerimanya," tutur Gracel.


Revandra mengangguk dia meraba dada sang istri yang basah. "Sakit banget ya?" tanya Revandra meringis.


Gracel menggeleng. "Gak kok mas, buktinya di balik rasa sakit dan perjuanganku, kita mendapatkan seorang putri cantik," ucap Gracel tersenyum.


"Makasih ya, kamu udah berjuang untuk melahirkan buah hati kita."


Gracel mengangguk. "Mas gak tau pas aku mengandung dia, aku merasakan detak jantungnya. Dan itu yang membuatku semangat untuk melahirkanya di dunia ini."


Revandra mengambil handuk di atas nakas dan melap dada sang istri yang basah.


"Jangan di pegang mas, sakit," keluj Gracel membuat Revandra mengangguk.


"Kamu makan dulu?" tanya Revandra mengambil seporsi makanan yang di bawa suster.


Gracel membuka mulutnya saat Revandra menyuapinya makan.

__ADS_1



__ADS_2