
Xaviel merasa gembira bisa keluar jalan-jalan bersama mommy dan daddynya. Entah perasaannya sekarang ini amat-amat senang, mungkin dia juga merasakan gimana rasanya mendapatkan kasih sayang kedua orang tua lengkap sekarang?
"Daddy, kita mau kemana?" tanya Xaviel yang duduk di jok belakang.
"Mau makan bakso, El mau?"
"Bakso, bakso itu apa mommy?" tanya Xaviel.
Gracel menepuk jidatnya. Dia lupa anak angkatnya itu adalah anak sultan.
"Nanti El lihat aja," jawab Revandra seraya mencolek tangan Gracel membuatnya mendapatkan tatapan tajam.
"Apasih, Mas," kelit Gracel menjauhkan tangannya.
Revandra hanya terkekeh gemas, mengingat sekarang dia benaran sudah tidak menjadi duda lagi.
"Sayang," panggil Revandra membuat Gracel menoleh.
"Kenapa?" tanya Gracel sewot.
"Jangan galak-galak dong," keluh Revandra. "Makan di mana?"
"Penjual bakso pinggir jalan aja, Mas," jawab Revandra.
"Ok." Revandra pun memutar-mutar stir mobilnya membelai jalan raya.
"Di sana aja, Mas." Gracel menujuk pedagang bakso kaki lima.
Revandra menoleh lalu menggeleng. "Banyak debu," tolak Revandra tidak menyetujui keinginan sang istri.
"Gak mas, malahan enak tau makan sambil lihat kedaraan berlalu lalang."
"Yaudah deh, serah tuan putri saja." Revandra memutar balikan mobilnya ke pedagang bakso tersebut.
__ADS_1
Gracel turun lebih dulu mmebuat Revandra geleng-geleng kepala lalu ikut turun tak lupa menurunkan anaknya juga.
"Mas pesan baksonya," pinta Gracel lalu duduk di kursi pembeli.
"Mommy," panggil Xaviel duduk di pangkuan mommynya.
"Kenapa anak mommy?"
"Ini makanan apa mommy?" tanya Xaviel.
"Bakso sayang, El gak pernah lihat saat nonton film kartun?"
Xaviel menggeleng membuat Gracel dan Revandra hanya tersenyum.
"Mas gak pernah mengajari Xaviel beradaptasi dengan lingkungan, ginikan jadinya. Nanti di tanya sama temannya terus El bilangnya gak tau? Di kira orang hutan dong," tutur Gracel.
"El bukan orang hutan, mommy," timpal Xaviel manyun.
Dulu sebelum Gracel masuk ke dalam hidup mereka. Revandra tidak sekalipun membawa Xaviel jalan-jalan. Anak itu hanya di kurung di mansion, ke sekolah saja harus di antar beberapa boygrup. Makan yang harus di batasin dan hanya memakan masakan daddynya atau para art di mansion, itu yang membuat Xaviel kurang mengenal dunia luar seperti apa.
"Mas takut," gumam Revandra.
Gracel memandang wajah Revandra dengan intes, ada ketakutan di sana. Gracel pun menggenggam tangannya.
"Maaf, Mas," ucap Gracel.
Revandra menoleh lalu tersenyum. "Its ok," balas Revandra mengelus tangan Gracel.
Beberapa saat kemudian akhirnya pesanan mereka siap.
"Mommy," panggil Xaviel menarik hoodie yang di pakai Gracel.
Gracel menoleh dan memotongkan bakso itu untuk anaknya. "Ayo buka mulutnya," pinta Gracel menerbangkan sendong ke arah mulut Xaviel.
__ADS_1
Dengan antusias Xaviel membuka mulutnya, mengunyah bakso tersebut.
"Enak gak?" tanya Revandra.
Xaviel mengangguk. "Mommy bial El sendili," pinta Xaviel mengambil sendong.
"Mommy, potong-potong dulu biar El gak susah makannya."
Revandra tersenyum melihat perhatian yang di berikan Gracel kepada anaknya, dia sangat beruntung bertemu dengan wanita di depannya. Tidak sia-sia perjuangannya lima tahun berlalu mengurus Xaviel seorang diri. Di mana anak itu masih dua bulan usianya.
"Mas kok cuma lihatin kami berdua, ayo makan," ucap Gracel.
"Suapin, dong," rengek Revandra membuka mulutnya.
Gracel pun menyuapi suaminya di saat Xaviel sibuk makan, jadi tak fokus ke arah mereka.
Revandra tersenyum lalu mendekat diri. "Lagi," pintanya kembali.
"Sekali aja mas, malu di perhatin orang," ketus Gracel meninjuk pelan paha Revandra.
Lelaki itu hanya terkekeh gemas dengan istrinya. "Namanya juga pengantin baru, mereka pasti akan paham lah," jawab Revandra langsung mencium bibir pink Gracel sekilas lalu menjauh.
Gracel menatapnya dengan tatapan tajam lalu manyun. "Mes*m,"imbuh Gracel menjulurkan lidahnya.
Revandra melanjutkan makannya dengan lahap, tanpa drama lagi di antara mereka.
Usai mengabiskan porsi masing-masing Revandra pun membayar. Dia juga membungkuskan untuk mami Rena dan papi Kenzo.
Walaupun terbilang kaya namun mereka tetap menjalani kehidupan dengan kesederhanaan.
"Terlalu banyak pak, totalnya cuma 30 ribu saja," ujar tukang bakso tersebut.
"Mas ambil aja Kembaliannya. Rezeki mas hari ini," ucap Revandra lalu meggendong putranya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Daddy, lain kali makan gini lagi ya. El suka," seru anak itu merasa kenyang.