
"Mommy," teriak Xaviel berlari menaiki ranjang lalu lompat di atas daddynya.
"El sakit," pekik Revandra.
"Kenapa daddy ambil mommy El?" tanya anak itu berusaha membangunkan daddynya.
"Awas!" pinta Xaviel.
Revandra mengerucut bibirnya lalu bangun dari atas paha Gracel.
Xaviel menatap sinis ke arah daddynya lalu menggantikannya tidur di atas paha Gracel.
"Daddy gak boleh! El aja yang boleh!" tuntut El memeluk pinggang mommynya.
"Geliran daddy El."
"Gak mau!" Anak itu membalikan wajahnya dengan tangan di lipat di depan dada.
"Gantian sama daddy El," sahut Gracel.
"Gak mau mommy! Mommy tuh punya El bukan punya daddy," kelit Xaviel.
Gracel hanya bisa menghela nafas lalu menarik lengan Revandra agar mendekat, Revandra pun menurut menidurkan kepalanya di pundak sang kekasih dengan wajah di tekuk.
"Harus sabar, tidak boleh marah sama anak sendiri," tutur Gracel.
Revandra hanya berdehem mulai menutup matanya karena usapan uang di berikan Gracel.
Sekarang bayi Gracel ada dua.
"Sayang sekamar ya?" tanya Revandra tiba-tiba.
"Mana bisa gitu, gak baik."
"Suer mas gak sentuh, El yang akan menjadi penghalang bagi kita," kata Revandra.
__ADS_1
"Tapi janji ya, mas gak boleh macam-macam," peringat Gracel.
Revandra mengangguk. "Mas janji," jawab Revandra.
Revandra memperbaiki posisi anaknya yang sudah tertidur.
"Gak mau dulu kasih tidur, Mas?" tanya Revandra menaik turukan alisnya.
"Yaudah, aku di kamar El aja." Gracel ingin beranjak pergi namun di tahan.
"Mana boleh," cegah Revandra.
"Jangan aneh-aneh kalau gitu," ketus Gracel menarik selimut lalu tidur.
Revandra menghela nafas lalu ikut tidur memeluk Xaviel yang berada di tengah mereka berdua saat ini.
"Sayang," panggil Revandra.
Gracel yang mendengarnya membalikan badannya membalakangi Revandra.
Lelaki itu mengerucut bibirnya lalu mematikan Lampu kamar, dan menyalahkan desk lamp yang ada di sampingnya.
Keesokan harinya Gracel membantu lelaki itu bersiap-siap untuk berangkat keluar kota.
"Mas jas mu udah di masukin?" tanya Gracel membuka lemari Revandra.
"Udah," jawab lelaki itu. "Sayang tolong pasangkan," pinta Revandra mendekat ke arah Gracel.
Gracel pun berdiri. "Tunduk dikit," perintah Gracel membuatnya menurut.
Revandra memegang pinggang Gracel yang sedang memasangkannya dasi.
"Udah."
"Sayang coba tempelkan ciuman kamu di sini, biar orang gak dekatin aku karena tau udah ada yang punya," ujar Revandra menunjuk lehernya.
__ADS_1
"Nih duda makin hari makin agak lain," gumam Gracel kembali membereskan pakaian Revandra.
"Sayang cepatan!"
"Gak ah mas! Kitakan belum sah," tolak Gracel.
"Yaudah, di sini aja!" ucap Revandra menunjuk pipinya.
Gracel tersenyum lalu menyiumnya. "Udahkan?"
Revandra mengangguk.
"Cepatlah bersiap akan ku buatkan sarapan, bangunin El dan mandikan juga!" perintah Gracel berteriak keluar dari kamar.
Revandra berjalan ke arah ranjang di mana anaknya yang masih tidur.
"El," panggil Revandra menepuk bokong anaknya. "Ayo bangun," pinta Revandra mengangkat anaknya ke gendongan.
"Daddy bialin El bobo," imbuh anak itu.
"El gak mau ketemu Fisha?" tanya Revandra. Di saat nama Fisha di sebut, anak laki-laki itu langsung membuka matanya dengan sempurna.
"Ayo mandiin El cepat daddy," pinta anak itu turun dari gendongan daddynya lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Revandra terkekeh. "Anak siapa sih ini? Giliran cewek cantik aja langsung di gas, padahal dulu sebelum nikah sama mommynya aku gak playboy amat deh," gumamnya ikut masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuk untuk anaknya.
"Daddy cepat dong."
"Sabar dong."
"Daddy udah jam belapa ini?" tanya Xaviel yang sedang di mandikan.
"Udah jam sepuluh, daddy sama mommy lupa bangunin El," dusta Revandra.
"Apa!" jerit anak itu. "Owh tidak, El gak masuk les, gimana kalau Fisha di ambil sama Hendly?"
__ADS_1
"Siapa suruh lambat bangun, cowok yang jagain cewek tuh harus bangun cepat biar Fishanya gak di ambil," ledek Revandra mengangkat Xaviel keluar dari kamar mandi.
"Gak boleh! Daddy kenapa gak bangunin El saat jam lima pagi?" tanya Xaviel menepuk jidatnya. "Besok-besok bangunin El cepat!"