
"Mau kemana lagi nih?" tanya Revandra.
"Main," seru Xaviel.
Revandra menatap Gracel.
"Ke mall aja mas!"
Revandra mengangguk dan terus melajukan mobilnya menuju mall yang banyak di kunjungi beberapa orang.
Sesampainya, mereka turun bersama dan masuk ke dalam mall.
"Daddy mau lobot," ujar Xaviel menunjuk robot yang tersusun di bagian masuk mall.
Revandra menoleh dan menggendong anaknya menuju di mana robot-robot itu di jual. Sedangkan Gracel melihat yang lain.
"Kayanya ini gak bisa di beli, El," sahut daddy Revan.
"Kok bisa? Daddykan banyak uang kenapa gak bisa beli?"
"Ini gak di jual El, ini cuma di pasang untuk meminat anak-anak untuk beli robot-robot yang ada di dalam. Kalau yang besar ini mana bisa di beli," jelas Revandra.
"Tidak! El mau yang besal ini daddy, kalau yang di dalam sana, El sudah punya banyak!" tegas Xaviel.
"Gak bisa El." Revandra menyengir pada karyawan yang menatap mereka.
"Gak! El mau yang itu!" Anak itu sudah memberontak dan menangis ingin membeli robot besar yang di pasang di aera mall tersebut.
"Kita cari yang lain ya, sayang," bujuk Gracel datang mengambil ahli anaknya. "Atau kita juga suruh buat sama daddy di rumah yang lebih besar dari ini," lanjut Gracel.
"Gak mau, El maunya lobot besal itu. Mommy sama daddy jahat!" kelit anak itu, turun dari gendongan mommynya dan berlari di depan robot besar tersebut.
"Tante, El mau beli lobot besal ini," ujar Xaviel pada karyawan.
__ADS_1
Karyawan itu menatap Revandra dan Gracel bergantian.
"Tante." Xaviel manarik ujung baju karyawan itu.
"El gak bisa, El," sahut Gracel mendekati Xaviel.
"Halus boleh mommy," teriak anak itu duduk di lantai dan ngereog.
Gracel dan Revandra meringis melihat kelakuan Xaviel. Banyak pasang mata yang melihatnya membuat mereka berdua tak enak.
"Apa saya boleh membeli robot ini?" tanya Revandra pada akhirnya.
Karyawan itu nampak diam. "Gimana ya, pak. Kalau gitu anda coba tanyain managernya langsung, kebetulan dia ada di sana," ujar karyawan itu berjalan, Revandra pun mengikutinya.
"Udah ya diam? Daddy udah mintain," bujuk Gracel menggendong putranya.
Anak itu tersengat-sengat karena habis menangis, dia menyimbunyikan kepalanya di tengkuk leher sang mommy.
"Gimana daddy?" tanya Xaviel langsung.
"Gimana mas? Apa mereka mau?" Gracel ikut bertanya.
Revandra mengangguk. "Kebetulan milik mall ini rekan mas, jadi mereka gak papa. Kebetulan mainan robot itu tidak di pasang permanen bisa di angkat. Mas juga akan menggantikannya yang baru," ucap Revandra.
Gracel mengangguk.
Xaviel pada akhirnya tersenyum bisa mendapatkan keinginannya.
"Benar-benar. "Gracel menggeleng dan menyium putranya.
Gracel melap wajah Xaviel yang lengket, karena menangis. Xaviel kembali segar bahkan anak itu terlelap.
"Mas apa kita pulang saja?" tanya Gracel.
__ADS_1
"Kamu pergilah lihat-lihat dulu, siapa tau ada yang kamu minatin. Biar El mas yang gendong dia tak akan terusik."
Gracel mengangguk dan menyusuri mall tersebut. Dia menjatuhkan pandangannya ke tas yang sangat-sangat indah. Dia mendekatinya. Namun, dia langsung menggigit bibir bawahnya melihat harga yang tertarah di bagian belakang tas. Dengan berat hati dia kembali menyimpatnya.
Revandra menaikan satu alisnya, kenapa istrinya tak mengambil tas tersebut kalau memang menyukainya?
"Sayang, kamu gak mau ini? Kayanya kamu suka, ambil gih," sahut Revandra.
Gracel menggeleng. "Gak usah mas," jawabnya tersenyum dan melanjutkan jalannya. Namun, terus melirik kebelakang merasa berat meninggalkan tas tersebut.
"Saya ingin mengambil dua tas ini, tolong di packing," perintah Revandra pada karyawan yang berlalu lalang di sana.
"Baik, pak." Karyawan itu mengambil kedua tas yang di pilih Revanndra dan berjalan kekasir.
"Daddy El mau pipis," ujar Xaviel tiba-tiba terbangun.
"Biar aku yang antar mas, sekalian aku juga pengen ke Wc," sela Gracel menarik tangan anaknya ke Wc yang ada di mall.
"Cepatan mommy, El udah gak tahan," imbuh anak itu di saat Gracel membuka celananya. Setelah di buka, Xaviel buru-buru masuk ke dalam Wc.
Gracel menunggu di luar dan menyempatkan menyuci tangannya.
Tanpa dia sadari seseorang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya.
Seseorang itu tersenyum, dan mengarahkan benda yang di pegang ke arah Gracel.
Dorr!
Dorr!
Dorr!
"Mommy," teriak Xaviel yang baru saja keluar dari Wc.
__ADS_1