Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 82 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Gracel juga terlilit emosi, karena kedatangan Lita menganggu mereka. Padahal art lain tidak pernah melakukan hal seperti yang di lakukannya.


"Mas Revan udah," sahut Gracel memegang pinggangnya, berjalan ke arah sang suami yang memarahi Lita.


"Aku gak suka sayang," pekik Revandra masih menahan emosi.


"Kamu keluarlah," pinta Gracel pada Lita. Lita pun menunduk dan pergi dari sana.


"Mas," panggil Gracel memegang pundak sang suami. "Kamu mandi gih, tenangi pikiran kamu. Lita kan baru di sini, maklum."


"Orang baru atau gak, pasti mempunyai sopan santun!" tegas Revandra mencium istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Gracel hanya menghela nafas dan berjalan keluar kamar.


"Nyonya butuh sesuatu?" tanya Milli.


Gracel tersenyum lalu menggeleng. "Gak," jawabnya duduk di ruang tamu menunggu sang suami selesai bersiap.


"Duduk sini Milli, jangan berdiri gak sakit kakinya?" tanya Gracel melirik ke arah gadis itu.


"Gak Nyonya," jawab Milli. "Saya bikinin susu ya?" tanya Milli.


Gracel mengangguk. Milli pun pergi dari sana menuju dapur.


"Andai saja Lita seperti Milli," gumamnya.


Baru di bicarakan sang empuh datang sambil membawa alat pel untuk mengepel lantai.


Gracel menaikan kakinya sedikit agar mmebuat gadis itu leluasa. Dia tersenyum tipis ke arahnya. Namun sama sekali tidak di balas oleh Lita membuat bumil itu cemberut.


Lita melirik sekilas ke arah Gracel dan tersenyum miring, sebuah ide terlintas di otaknya. Dia menyemprot dengan banyak sabun pel tempat di kaki Gracel.


Gracel tampak tidak menaroh curiga dengan gadis itu.


"Mas Revan," sahutnya melihat suaminya yang sudah bersiap.


Lita ikut menoleh dan tersenyum. Namun sama sekali tidak di balas oleh Revandra, lelaki itu fokus dengan istrinya.


Lita mengerucut kesal, karena di abaikan. Lita melirik dan tersenyum miring saat Gracel mulai ingin beranjak dari duduknya.


Namun senyum itu hanya sementara, tiba-tiba Revandra menghentikan langkah sang istri membuat Lita mendengus kesal dan merentangkan alat pel ke lantai.


"Stop!" perintah Revandra.


Gracel yang di larang sang suami seketika berhenti. "Kenapa mas?" tanya Gracel.


"Lantainya licin, lihat sabunnya," jawab Revandra. "Kau! tolong pel dengan bersih, istri saya hampir jatuh tadi," tegas Revandra pada Lita.


Lita mengangguk dan mengepelnya dengan hati kusut.

__ADS_1


Revandra menggendong istrinya dan berjalan keluar mansion untuk menjemput sang anak yang hari ini pulang camping.


"Duduk yang tenang," ucap Revandra memasangkan sabung pengaman.


"Mas kira aku bocah?"


"Iya bocahnya mas," jawab Revandra tersenyum sehingga mendaparkan dengusan.


"Gombal," kelit sang bumil menatap keluar jendela.


Revandra menjalankan mobilnya, tangan kirinya memegang tangan sang istri sedangkan tangan kanan fokus memutar stir.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di sekolah sang anak. Sudah banyak orang tua murid yang berdatangan menunggu anaknya.


"Eh ada Bumil, mommnya Xaviel ya?" tanya ibu-ibu saat Gracel turun dari mobil.


Gracel mengangguk dan tersenyum. Ada yang membantunya berjalan dan mengambilkannya tempat duduk.


"Makasih." Gracel tersenyum dan duduk.


"Udah berapa bulan?" tanya ibu yang lain.


"Empat bulan, bu," jawab Gracel duduk di kursi.


"Pantas aja Xaviel ganteng, ibu dan bapaknya aja goodloking."


Gracel hanya tertawa.


Gracel terkekeh. "Kalau jodoh," sahut Gracel tersenyum.


"Jodohin anak kita," kelit ibu itu.


Gracel hanya tersenyum mengangguk-angguk aja.


Lama menunggu akhirnya bus berhenti di halaman sekolah membuat mereka pada berdiri menyambut anak masing-masing.


Revandra melindungi istrinya dari dorongan-dorangan ibu-ibu.


"Mana El? Kenapa dia belum turun juga?" tanya Gracel berjijit ke atas bus, putranya belum keluar juga.


"El turun aja," perintah gadis kecil pada Xaviel.


Xaviel menggeleng. "El mau bantu Fisha," ucapnya berusaha menarik kerudung Fisha yang terjepit di kursi penumpang.


Fisha mulai menangis.


Xaviel menatap gadis itu dengan senduh, ingin menyentuh pipinya pasti Fisha akan melarangnya.


"Jangan nangis Fisha," pinta Xaviel.

__ADS_1


Laki-laki kecil itu berjongkok dan menarik-narik kerudung Fisha.


sret!


Kerudung yang di pakaia gadis itu robek sampai rambut sebatas punggungnya terlihat.


"El," panggil Fisha dengan suara bergetar.


"Tenang Fisha," ucap Xaviel membuka ranselnya lalu mengeluarkan jaket.


"Fisha, El pegang rambut Fisha gak papa?" tanya Xaviel.


Fisha tampak diam, dan pada akhirnya mengangguk. Xaviel pun menaikan sedikit rambut gadis tersebut. Dia mengikat rambut Fisha dengan gulungan satu. Setelahnya dia memakaikan jaket miliknya ke tubuh Fisha agar rambut gadis itu tak terlihat lagi, walaupun kerudungnya sobek.


"Udah," ucap Xaviel.


"Makasih, El," balas Fisha tersenyum.


Mereka pun keluar dari bus secara bersamaan, saat bus itu hampir tertutup.


Gracel Revandra dan apahnya Fisha bernafas lega, akhirnya anak mereka turun.


Revandra langsung menggendong putranya. "Kok paling belakang turunnya?" tanya Revandra.


"Tadi kerudung Fisha kejepit di kursi penumpang, El bantu Fisha narik terus kerudungnya robet untung aja El bawa jaket, jadi El pinjamin ke Fisha," jelas anak itu panjang lebar.


Altar membalik tubuh putrinya, dia melihat kerudungnya robek. Namun di tutupi sama jaket Xaviel.


Altar memasukan tangannya ke dalam cadar sang anak dan menghapus air matanya.


Fisha langsung berhamburan memeluk tubuh kekar sang papah.


"Makasih ya, El udah bantu anak om," ucap Altar pada laki-laki kecil itu.


xaviel menganggukan kepalanya. "Sama-sama om, Fisha juga teman El, pastilah El bantu Fisha."


Revandra tersenyum. "Fisha gak papa?"


Fisha mengangguk. "Gak papa om," jawab Fisha tersenyum di balik cadarnya.


"Kalau begitu, saya pamit duluan ya. Pak Revan, bu Gracel," sahut Altar melambaikan tangannya sebelum menaiki mobil.


"Hebat banget anak mommy, udah bisa nolong orang. Mana nolongin cewek lagi, udah bisa jadi idaman ih." Gracel jadi gemas dengan putranya.


"Siapa dulu dong daddynya," timpal Revandra mempede. "Aku gitu loh." Revandra menepuk dadanya sendiri.


Gracel hanya mencibik dan mencubit pelan lengan sang suami.


Saat mereka hendak melangkah tiba-tiba ada yang memanggil.

__ADS_1


"Mommy, daddynya Xaviel," panggil orang itu menghampiri mereka.


__ADS_2