
Revandra mencium puncuk kepala sang istri dan kembali bermain game di ponselnya.
"Mas tadi katanya mau ngajak aku lihat proyek yang kamu buat, kok gak jadi?"
"Owh iya, Mas jadi lupa sayang. Besok aja ya?"
Gracel mengangguk dan mengusel kepalanya di dada sang suami.
"El udah bobo, mas?"
"Udah sayang," jawab Revandra, menyimpan ponselnya lalu memperbaiki posisi istrinya.
"Sayang," rengek Revandra yang mengubah posisinya berhadapan dengan perut Gracel.
"Ya mas?"
"Mau itu."
"Mau apa? Yang jelas dong," ketus Gracel seraya mengelus surai sang suami.
"Mau jengukin dedek," ucapnya mendongak ke atas.
Gracel terkekeh. "Kan kemarin-kemarin udah aku tawarin supaya mas gak tersiksa, tapi mas takut terjadi kenapa-napa. Gak papa mas asalkan jangan terlalu lama, atau membuatku capek itu tidak akan mempengarui anak kita," jelas Gracel.
Revandra mengangguk. "Itu punya mas udah mengembang," keluhnya.
Gracel tertawa kecil lalu mengangguk. "Yaudah ayo," ajak Gracel.
"Benaran gak papa sayang?" tanya Revandra memastikan sekali lagi.
"Gak papa mas, asal pelan-pelan dan sebentar aja ya hem?"
Revandra mengangguk. "Kamu yang mimpin?"
"Gak mau," tolak Gracel memanyunkan bibirnya.
Revandra langsung memagut bibir itu dengan puasnya, Gracel tidak protes hari ini dia membiarkan suaminya bermain sepuasnya. Dia juga takut kalau dia tidak memberikan hak suaminya maka lelaki itu akan bermain belakang. Padahal 8% Revandra tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
Gracel meringis lalu tersenyum saat suaminya menghentangkan miliknya.
"Pelan-pelan mas," peringat Gracel meremas sperai.
__ADS_1
Revandra berhenti sesaat lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka, dia takut angin malam membuat istrinya masuk angin.
"Mas, kok punya mu makin besar ya?" tanya Gracel mendongak ke bawah.
"Kan udah aku bilang tadi, punya ku udah mengembang," jawab Revandra lalu tidur. Gracel pun tidur memiring, tau gaya apa yang suaminya ambil.
Karena tidak leluasa, Revandra menurunkan badan sedikit agar leluasa.
Brak!
"Mommy," teriak seorang yang tak lain adalah Xaviel yang mengetuk pintu dari luar dengan keras bahkan berturut-turut.
"Mas." Gracel menatap suaminya.
"Bentar lagi, sedikit lagi."
"Mommy," teriak anak itu lagi.
"Mas udahan, ih," ucap Gracel karena mendengar teriakan anaknya yang menangis.
Revandra pun menghentikannya. Dia menurunkan kembali dress yang di pakai Gracel dan memakai celananya lalu beranjak menyalahkan pengharum ruangan agar anaknya tidak menyium bau aneh.
Gracel meraih parfum milik suaminya di atas nakas lalu menyemprotnya ke kasur.
"Kenapa sayang? Kakinya udah gak sakit?" tanya Gracel membelai rambut sang anak.
Xaviel menggeleng. "Cuma dikit, mommy kan El udah bilang, El mau bobo sama mommy."
"Maaf ya, mommy lupa," dusta Gracel.
"Kenapa lama banget buka pintunya? El takut di luar."
"Mommy sama daddy udah tidur untung aja dengar suara El." Gracel kembali berdusta. "Yaudah, anak Mommy tidur." Gracel mengepuk punggung sang anak.
Gracel melirik suaminya yang habis keluar dari kamar mandi dan ikut menaiki ranjang.
"Maaf ya," ucap Gracel.
Revandra memeluk belakang Gracel, mengangguk. Lelaki itu mengelus perut Gracel membuat bumil itu merasa nyaman, Revandra memang setiap malam akan seperti ini agar istrinya cepat tidur dan tidak merasakan perutnya keram tengah malam. Itu juga yang membuat Revandra cepat terlelap.
Revandra beranjak bangun saat melihat anaknya yang terlelap. Dia melirik Gracel yang membelai surai Xaviel.
__ADS_1
"Sayang mas bersihin ya?"
Gracel mengangguk dan melebarkan pahanya, Revandra pun mengambil tisu dan membersihkan miliknya.
Gracel mendengus saat Revandra menyiumnya.
Revandra kembali tidur di samping sang istri. "Enak di giniin?" tanya Revandra mengelus perut si bumil.
"Iya mas," jawab Gracel.
Revandra mendongak melihat anaknya memeluk sang istri dengan posesif.
"Rewel banget," ucap Gracel.
"Masih sakit kakinya, tapi kamu taukan dia gak mau ngeluh, takut sama aku,"timpal Revandra.
"Kamu sih, anaknya lagi jatuh malah di marahin. Gimana gak takut anaknya?"
"Tadi aku khawatir sayang," balas Revandra.
"Tapi jangan di marahin juga Xaviel, kasian."
Revandra hanya mengangguk pelan.
Mereka pun tidur bersama dengan Gracel di tengah-tengah kedua lelaki beda generasi itu.
Kalau di tanya dia beruntung? Maka Gracel akan menjawab dengan berteriak kalau dia lebih dari kata beruntung, dia sangat beruntung mendapatkan mereka berdua, tidak ada penyesalan di dapatkan mengambil keputusan untuk bersama dengan Revandra dan putranya, yang membuat hidupnya berubah. Dia tidak menyangka akan di ratukan seperti ini.
Di sayangi dan di cintai oleh suami itu sudah membuatnya di langitkan, apalagi di sayangi di jadikan sebagai ibu kandung sendiri oleh anak suaminya, di jadikan seperti anak sendiri oleh kedua mertua. Nikmat apalagi yang di balaskan Tuhan kepadanya?
Dulunya dia sering mengeluh untuk di ambil aja, dia tidak sanggup untuk hidup di dunia ini sendiri, tapi buktinya Tuhan mengirimkan dua malaikat yang menjaganya dengan bentuk Revandra dan Xaviel.
Besar ujian di berikan semasa dulu akan di balas oleh nikmat tiada tanding di masa depan.
Di simpulkan, jangan pernah menyerah berjuang walaupun hidup sedang di keadaan tidak baik-baik saja. Percayalah di balik itu semua bakal ada masa di mana Tuhan akan memberikan hasil perjuangan mu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang sedang merasa sedih dan ingin menyerah berjuang, ingat jangan menyerah. Ingat jika hasil akan segara di kirimkan oleh Tuhan, hanya saja kita harus sabar menunggunya waktu itu akan datang menghampiri kita, setahun? Dua tahun? Atau lebih dari itu, pastikan akan datang masanya kalian akan mendapatkan hasilnya. Kalau kalian benar-benar berjuang, kalau tidak ada usaha ya tetap akan itu-itu saja.
Ingat sekali lagi, hanya pejuang yang mendapatkan hasilnya bukan yang berpikir kalau waktu itu tidak akan datang.
__ADS_1
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Seperti permintaan Gracel yang ingin menikah dengan duda, akhirnya tercapai.
Jadi gimana dengan permintaan Author yang meminta cowok fiksinya menjadi nyata. Nah Kalau yang ini salah satu permintaan yang ngelunjak:) Dan tidak akan di kabulkan.