Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
part 45 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra memeluk Gracel dari belakang yang sedang berada di balkom rumah.


"Sayang, tolong beri tau mas kalau kamu lagi ada masalah," pinta Revandra menaroh kepalanya di tengkuk leher gadis itu.


"Gak ada kok, Mas," jawab Gracel.


"Aku mencintamu," bisik Revandra.


"Kalau mas mencintaiku, kenapa mas bermain api di belakangku?" ujar Gracel tiba-tiba.


Revandra mengeruk bingung dan membalikan badan Gracel. " Maksud kamu apa?" tanya Revandra.


"Jangan pura-pura gak tau mas, mas keluar kota untuk kerja atau alasan yang lain?" tanya Gracel.


"Kamu nuduh mas selingkuh?" tanya Revandra sewot.


"Aku tidak pernah berfikir kalau mas akan selingkuh, aku juga mempercayaimu, tapi itu berlaku di saat aku tidak mendapatkan bukti," jelas Gracel.


"Maksud kamu apa? Mas tidak pernah bermain api, ataupun berniat menyelengkuhi mu," kelit Revandra.


"Apa benar mas?" tanya Gracel memastikan.


Gracel membuka ponselnya lalu memperlihatkan gambar yang dikirimkan wanita itu.


Revandra menelan susah payah salvinnya.


"Gimana?" tanya Gracel. "Gimana mas!" teriak Gracel.

__ADS_1


"Ma-s bisa jelasin sayang." Revandra berusaha mengenggam tangan Revandra namun di tepis kasar oleh gadis itu.


"Mas boleh main api di belakang Racel, tapi Racel mohon jangan sampai ketahuan. Racel sakit hati mas."


"Tapi mas gak main api di belakang mu, Racel," protes Revandra. "Mas di jebak!"


"Owh." Gracel hanya beroh dan pergi dari balkon.


Revandra meraup wajahnya dengan kasar. Dia merengok saku celananya dan menelfon Delon.


"Gimana Delon, apa ada kamar? Wanita itu tidak boleh membuat onar di pernikahan ku nanti, apalagi membuat Gracel salah paham dan pergi."


"Ya bos, saya sudah berusaha memeriksa Cctv club dimana kamar bos dan wanita itu tempati, tapi...." Delon menjeda ucapannya di seberang sana. "di kamar itu, tidak ada kamera Cctv, bos."


"Apa?"


"Ya ku mohon, cepat selesaikan." Setelah mengucapkan sedemikian. Revandra memutuskan panggilan telfon dan mengejar kekasihnya.


"Sayang," teriak Revandra berlari di koridor rumah.


"Xaviel lihat mommy?"


Xaviel menunjuk kamar. Revandra pun buru-buru memasuki kamar.


"Gracel," teriak Revandra melempar pisau itu dari tangan gadisnya. "Apa yang kau lakukan!" bentak Revandra langsung mengisap darah yang mengalir di pergelangan tangan kekasihnya.


"Kau ingin melukai diri mu hanya karena ini?"

__ADS_1


"Ini bukan hanya menyangkut diri mu! Aku sudah terobsesi melakukan ini! Agar sakit yang kurasakan hilang! Ini retualkan setiap malam di saat di kosan!" teriak Gracel.


"Cukup, aku tidak ingin kamu bercode." Revandra memeluk Gracel.


"Aku akan hancur mas, kalau mas pergi. Sekarang hidupku hanya ada kamu dan Xaviel, kalau kamu dan Xaviel pergi hidupku kembali hancur. Cukup kedua orang tuaku saja yang pergi kalian jangan," ucap Gracel pelan, sambil memeluk badan Revandra.


"Perlu kah mas mengambil mahkotamu lebih dulu supaya kamu percaya kalau mas tidak akan meninggalkan mu? Aku mencintamu aku juga tidak ingin kau pergi. Diri mu yang membuatku kembali ceria, aku menjadi manusia kembali karena mu. Diriku hancur di saat kehilagan istriku dan kau datang menyembuhkannya," jelas Revandra mengelus surai Gracel. "Kamu tenang saja, mas akan membuktikan kalau itu semua tidak benar. Mas waktu itu kehilangan kesadaran, tapi mas yakin mas tidak menyentuhnya sama sekali," lanjut Revandra.


"Aku akan menunggu perbuktian mas, aku mempercayaimu, tapi tidak sepenuhnya," ucap Gracel pelan.


Revandra mengangguk. "Beri mas kesempatan, mas akan membuktikan sebelum pernikahan kita di langsungkan kamu akan mendapatkan hasilnya."


Gracel mengangguk pelan.


Revandra menuntutnya duduk dan mengeboti tangannya.


"Jangan bercode lagi ya? Mas gak suka," imbuh Revandra.


"Tapi Racel suka," ucap Gracel pelan namun masih bisa di dengar oleh Revandra.


"Tapi mas gak suka," timpal Revandra.


Gracel menghela nafas. "Aku gak sesering dulu kok, baru hari ini aja. Pas di kosan setiap pulang kuliah aku wajib seperti ini supaya rasa capek aku hilang mas. Sekarang ada mas dan Xaviel yang menggantikannya makanya aku gak mau kalian pergi," tutur Gracel membuat Revandra tersentil. Ternyata hidupnya tidak separah hidup gadis di depannya.


"Mungkin mas pikir, kalau aku tuh ngemis kasih sayang kamu. Merendahkan diri sebagai perempuan hanya mendapatkan cinta mu."


Revandra buru-buru menggeleng dan menaroh jari telunjuknya di bibir Gracel. "Diam!"

__ADS_1


__ADS_2