
Setelah membersihkan diri, Revandra memilih untuk ke balkon untuk menikmati suasana pagi sambil di temani segelas kopi hanget dan leptop. Mumpung istri dan anaknya masih tidur.
Revandra menoleh ke dalam saat ponselnya berdering.
📱"Gimana?" tanya Revandra saat telfonan tersambung.
📱"Ok jalankan aja dulu, sebentar saya mau ngajak istriku melihat proyek yang ku buat, kau bisa menjalankannya jangan sampai dia tau. Saya sendiri yang akan mengabisinya," ucap Revandra pelan dan terus menoleh ke belakang semoga istri tidak mendengar ucapannya.
Revandra menaroh kembali ponselnya dan kembali mengotak atik leptopnya. Tanpa sadar si bumil dengan wajah kusutnya duduk di paha sang suami.
Revandra tersentak dan langsung tersenyum. Revandra mencium sekilas bibir sang istri lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.
"Mas," panggil Gracel membuat lelaki itu berdehem.
"Benaran ya kamu gak bakal main di belakangku," ucap Gracel pelan. "Bukan gak percaya, tapi aku takut. Aku takut udah di langitkan malah di jatuhkan nanti."
"Kan udah mas bilang sayang, kamu boleh menghukum mas sepuasmu, kalau mas melakukan hal itu. Kan kita udah saling tanda tangan kontrak kan? Waktu itu kamu menyuruh mas tanda tangan, kalau mas melanggar perintah mu. Kamu akan membuatku menjadi gembel, membuat perempuan yang bersamaku tersiksa gitukan?"
Gracel mengangguk.
"Udah ya bumil, gak boleh banyak pikir," ujar Revandra dengan lembut menghirup bau khas tubuh sang istri.
Gracel memeluk Revandra, Revandra kembali ke layar leptopnya.
"Kamu tenang aja sayang, aku tidak akan membuatmu kecewa, ingat ya kalau aku benar-benar mencintaimu lebih dari cintamu ke aku. Bahkan aku lebih mencintamu dari pada Irana," batin Revandra.
"Minum susu iya? Mas udah nyiapin di nakas. Kamu udah minum?"
Gracel mengangguk. "Udah mas."
"Mas benar-"
__ADS_1
"Iya sayang." Revandra memotong perkataan Gracel.
Akhirnya Gracel diam, takut suaminya marah kepadanya kalau terus mengucapkan kalimat itu.
"Mas gak marah sayang," ucap Revandra melihat wajah istri yang merasa ketakutan. "Bahkan mas suka kalau kamu seperti ini. Itu buktinya kamu sangat cinta sama mas."
Gracel tersenyum lalu mengangguk.
***************
Mereka saat ini sedang menuju di mana proyek Revandra di bangun. Bumil itu sangat penasaran dengam proyek yang di kerja suaminya.
Revandra menghentikan mobilnya saat arah tuju telah sampai.
Revandra membuka'kan pintu buat Gracel.
Gracel mengandeng tangan sang suami.
Revandra mengangguk. "Mas sedang membangun rumah sakit," ucap Revandra saat istrinya memandangnya dengan tatapan butuh penjelasan. "Dan ini milik kamu."
"Milik aku?"
Revandra mengangguk membuat Gracel memeluknya.
"Berlebihan, padahal aku cuma minta jadi dokter."
"Iya gak papa jadi dokter sekalian pemiliknya."
Gracel berjalan dengan hati-hati mengamati para kuli yang sedang bekerja.
"Eh bos," sahut seseorang yang melihat Revandra.
__ADS_1
Revandra tersenyum. "Bagaimana? Apa bahan habis?"
Ketua kuli itu menggeleng. "Jangankan habis, ini aja masih banyak bos," jawabnya.
Revandra mengangguk dan menatap bangunan itu dengan intens.
"Ini bangunan terbuat dari bahan alami ya, Mas?"
Revandra menoleh ke arah istrinya dan mengangguk. "Betul sekali sayang, mas memang membangun ini dengan bahan alami, agar tidak terlalu berusak alam."
"Suami aku memang the best," seru Gracel memeluk lengan Revandra.
"Mas juga sudah dapat izin dari pemerintah dan warga setempat yang tinggal di sekitaran sini, dan mereka setuju."
Gracel duduk di perbatuan, karena merasa pegal terus berdiri.
Revandra pun ikut dan memegang payung agar istrinya tidak kepanasan.
"Kamu suka desain yang mas pilihkan?"
Gracel mengangguk. "Suka ini benar-benar keinginan ku dulu mas."
"Kok aku salting ya?"
"Kok bisa?"
"Soalnya bisa-bisanya mas tau semua apa yang kamu inginkan. Sebenarnya kamu memang untuk mas dong? "
Gracel hanya mencibikan bibirnya lalu bersandar di dada bidak sang suami.
"Tono," teriak Revandra membuat si kuli bangunan menoleh dan langsung menghampiri Revandra.
__ADS_1
"Ini kalian bagi-bagi dengan yang lain. Dan ini untuk uang makan siang kalian," ucap Revandra membuat si kuli bersenang dan langsung menghampiri yang lain.