
Layar monitor penunjuk detak jantung itu berjalan datar.
Miku berteriak memanggil nama Ryu.
Sementara Satoshi terdiam shok. Didekatinya tubuh tak bergerak Ryu, lalu dicengkramnya baju itu kasar. "Bangun! Ayo bangun!!" teriaknya gila. "Bangunlah! Bukankah kau bertahan hidup hanya untuk mencari kami! Bangun!" Air mata remaja 17 tahun itu menetes, dia terus mengguncang-guncang tubuh Ryu. "Aku di sini! Aku putramu!"
"Satoshi." Dokter Shigeru berusaha menenangkan Satoshi yang sudah hilang kewarasan akalnya. "Sadarlah, ayahmu sudah tiada!"
Miku menangis sejadi-jadinya, tubuhnya merosot ke lantai. Ia tergugu, tak menyangka akan berakhir seperti ini kisahnya bersama Ryu.
Satoshi tetap menggila, ia mendorong dokter itu dan kembali menarik-narik Ryu yang sudah tak bernapas. "BANGUN KAU, RYU HIKARU! Jika tidak, seumur hidup aku akan membencimu! DASAR KEPARAT!!" Satoshi menangis hebat.
Namun, siapa yang akan menyangka justru lontaran kata 'keparat' tadi jusru sanggup membuat Ryu membuka matanya pelan. Perlahan layar monitor itu kembali kembali berjalan normal.
"Anak kurang ajar," ujar Ryu lemah.
Semuanya menatap tak percaya. Ryu kembali hidup.
"A-Ayah!" Satoshi kaget, namun detik selanjutnya dia bahagia. Air matanya jatuh tepat mengenai pipi Ryu. Kelegaan luar biasa terpancar di wajahnya.
"Ryu," ucap Miku tak percaya.
"Berani sekali kau mengataiku seperti itu ... lihat saja nanti, aku akan ...."
Satoshi memeluknya senang. Ia menangis bahagia. Sementara Ryu membelai rambutnya sayang.
"Putraku ...."
Suasana di ruangan itu akhirnya normal kembali. Ryu dibawa ke ruangan lain. Tuhan memberinya keajaiban lagi padanya.
Namun, kebahagian itu terusik dengan berita duka lainnya setelah empat hari berlalu. Hayato Fujimine, kakek Masaya tutup usia. Lalu dimakamkan tiga hari kemudian.
🌷🌷🌷🌷
Tokyo, satu tahun kemudian.
Hari ini gereja Santa Monica terlihat penuh karena para hadirin berbondong-bondong datang untuk menyaksikan sebuah acara pernikahan agung.
Tampak seorang lelaki berambut kecokelatan tengah menggandeng wanita cantik yang siap menjadi pengantin hari ini dengan bangga. Lalu lelaki tua tersebut menyerahkan wanita yang digandengnya pada sosok yang wajahnya mirip dengan cucu lelakinya yang tampan namun parasnya lebih dewasa.
Pernikahan berlangsung syahdu tanpa ada halangan. Semua penonton bersorak senang saat sang mempelai pria mencium bibir pasangannya.
Pasangan baru itu terlihat ceria dan bahagia.
"Wah ... mereka cantik-cantik," ujar salah seorang tamu undangan itu takjub pada dua gadis yang juga memakai baju layaknya pengantin. Dua gadis itu adalah Yue dan Himeka.
"Yang sebelah kanan lebih cantik. Mirip si pengantin namun lebih muda."
Mark yang kebetulan mendengarnya jadi membusungkan dadanya bangga. Tuan puteriku memang cantik.
"Tidak, yang sebelah kiri yang lebih cantik. Saat tersenyum seperti bidadari yang menebar aroma kehidupan di bumi."
Kali ini Satoshi yang tersenyum bangga mendengar gadis pujaannya dikatakan cantik.
"Kalian ini bicara apa, justru yang paling cantik itu pengantin wanitanya. Lihatlah," gumam seorang nenek.
"Mereka seperti pasangan Cinderella, ya? Pengantin laki-lakinya seperti pangeran dalam dongeng sedangkan pengantin wanitanya seperti putri raja."
Dan masih banyak lagi rentetan
pujian yang mengalir dari undangan tamu itu.
Saat pasangan pengantin itu akan melemparkan bunga, tampak Satoshi dan Mark ikut meramaikan acara itu. Sebenarnya mereka tak berminat tapi melihat Yue dan Himeka ada di antara kerumunan manusia itu, dua pemuda itu jadi tertantang untuk mendapatkan buket lemparan dari pengantinnya.
Wajah Ryu berseri-seri, rasanya seperti mimpi ia bisa menikah hari ini. Padahal setahun lalu denyut jantungnya sempat berhenti namun sebuah keajaiban Tuhan berikan lagi padanya hingga ia bisa hidup kembali.
Ryu dan Miku melempar bunga itu ke belakang. Buket bunga itu terbang ke arah kumpulan orang-orang yang berebut mendapatkannya.
Yue tersenyum saat bunga itu terbang ke arahnya. Ia pun menengadahkan tangannya untuk meraihnya. Namun sayang sebuah tangan lain berhasil mendapatkannya.
Satoshi tersenyum jenaka saat mendapatkan buket tersebut lalu memberikannya pada Yue.
Wajah gadis itu memerah.
Tak jauh dari mereka, Isao bertepuk tangan melihat ibunya menikah lagi.
Lalu hal yang ia mimpikan terkabul. Anak kecil itu melihat sosok yang paling ia rindui datang dengan memakai baju putih. Ayahnya.
Masaya tersenyum ke arahnya dan memberikan isyarat agar tak mendekatinya. Masaya mengajukan jempolnya pada Isao seolah berkata. 'Ayah bangga padamu. Hiduplah
dengan bahagia bersama ayah barumu. Pergilah ke sana. Ayah selalu ada di hatimu.' Dan sosok itu menghilang.
Isao tersenyum. Ia berlari ke arah ibu dan ayah barunya, Ryu menyambutnya senang dengan menggendongnya. Tak lupa mereka mencium pipi anak itu senang.
Mendadak suasana menjadi bising tatkala kemunculan sosok yang hadir di pesta itu. Semua mata memandangnya tak percaya.
"Lucas Hikaru!!" Salah seorang tamu itu bergumam tak percaya.
__ADS_1
Lelaki dengan ketampanan yang luar biasa itu tersenyum manis pada mereka yang menyapanya.
"Benarkah dia Lucas? Aktor legendaris itu?"
"Lucas ... Lucas!!" Suara mulai bising dan pecah. Bahkan lelaki itu mulai dikerumuni para tamu undangan.
Dari jauh Yue melongo kaget. Artis pujaan hatinya benar-benar datang ke acara pernikahan Ryu. Kakaknya sungguh mengundang aktor itu.
Mark dan Satoshi saling menatap. "Lucas Hikaru?"
Tanpa sadar Yue menyerahkan bunga yang diberi Satoshi lalu berlari ke arah Lucas dengan perasaan bahagia tiada tara. Jangan lupakan teriakannya yang sanggup membuat Satoshi ingin menelan bom.
"Lucas sialan itu! Kenapa dia harus datang ke acara ini!" gerutu Satoshi tak suka.
"Sulit dipercaya, dia lebih tampan dari yang aku lihat di TV." Kali ini mata Himeka ikut berbinar. "Lucas!!" Gadis itu ikut berlari ke arah sang aktor.
"Wuaah! Mulai saat ini aku membenci marga Hikaru!" teriak Mark tak terima.
Dua pemuda itu saling menatap. "Dia memang menyebalkan."
Dari jauh Lucas tersenyum pada Ryu dan Miku lalu ia menghampiri mereka dan mengucapkan selamat.
Semua terlihat bahagia kecuali Satoshi dan Mark yang cemberut melihat gadis mereka bergelut manja pada Lucas.
Sebuah potret abadi. Dari kiri nampak Mark menggandeng Himeka lalu Miku bersama Ryu yang menggendong Isao dan trakhir Yue yang digandeng Satoshi. Wajah mereka tersenyum bahagia.
Lucas? Di mana dia? Ah, lelaki itu hanya tersenyum melihat moment yang diabadikan dalam sebuah foto.
🌷🌷🌷🌷
Apa yang terjadi 10 tahun kemudian di Tokyo, Shibuya?
Kediaman Mark Akechi.
Himeka merapikan dasi sang suami tercinta, Mark. "Ingat, jangan melirik wanita lain! Dan ganti sekretaris perempuanmu itu. Dia genit padamu," kata Himeka tak suka.
"Aku tak menyukainya!" jawab Mark cuek.
"Tapi dia menyukaimu dan selalu mencari perhatianmu." Tuan puterinya ngambek.
"Baiklah akan kupecat dia dengan syarat kau mau mengabulkan permintaanku."
"Apa itu?" tanya Himeka penasaran dan tak sabar.
Diciumnya bibir Himeka sebentar lalu kedipan nakal Mark sanggup nyonya Akechi itu tersipu. "Kita buatkan Kisaki adik," bisiknya nakal.
"Kisaki, ayo cium papa sayang!"
Kisaki berjalan ke arah papanya kemudian menciumnya. Mark
melambaikan tangannya lalu berangkat ke kantor.
🌷🌷🌷🌷
Kediaman Satoshi Hikaru.
Wanita cantik itu sedang kewalahan mengejar gadis kecilnya. "Ayumi kemari, pakai rompimu dulu."
"No!" Gadis kecil bernama Ayumi itu berlari gesit hingga ia menabrak Satoshi. "Daddy!" Ayumi langsung memeluk kaki Satoshi.
"My sweet dear?" Satoshi mengelus kepala putrinya. Sebelah tangannya menggendong balita yang tak kalah cantiknya dari sang kakak. Namanya Yuki.
"Lihat putrimu itu, aku kewalahan mengurusnya! Susah sekali aku menyuruhnya memakai seragam sekolahnya. Sifatnya sama sekali tidak menunjukkan sebagai anak perempuan!"
Satoshi tersenyum. "Sudah tugas kita mengurusnya. Hei, kita beruntung punya mereka berdua, lihatlah ayahku," ujarnya mengingatkan. "Dia iri pada kita dan Mark yang belum memiliki anak perempuan. Aku tak yakin Higo akan menjadi si bungsu melihat ambisinya yang ingin punya anak perempuan."
"Aku tak mengerti. Kakak jadi mengerikan." Bulu kuduk Yue berdiri. Mantan balerina itu kasihan melihat Miku setiap tahun harus memberikan Satoshi adik.
Satoshi meraih pinggang istrinya. "Kau tahu, jatuh cinta padamu adalah hal terbaik ke dua dalam hidupku!"
"Yang pertama?"
Satoshi tersenyum. "Aku menemukanmu." Diturunkannya Yuki dari gendongannya. Mereka tersenyum samar, saat akan berciuman, Ayumi berteriak.
"Daddy, ayo cepat nanti kita ketinggalan mobil grandpa!" Dan moment itu berakhir begitu saja. Satoshi membawa kedua putrinya menuju rumah ayahnya yang bersebelahan dengan rumahnya.
Ah, rumah Ryu, Mark dan Satoshi bertetangga. Setiap hari Himeka dan Satoshi akan mengantar putri mereka ke rumah Ryu untuk berangkat sekolah.
Ryu Hikaru si kakek meseum tiada akhir.
🌷🌷🌷🌷
Rumah besar itu sangat berisik sekali. Bahkan melebihi pasar! Beberapa anak kecil terlihat sibuk melakukan aksinya. Rambut mereka blonde semua. Laki-laki semua. Sepertinya gen Hikaru memang lebih kuat dibanding gen Higashiyama soal fisik.
"Dai, berikan mainan itu pada adikmu!" perintah Satoshi pada bocah yang berusia 9 tahun tersebut saat ia dan kedua putrinya tiba di rumah ayahnya.
"Kau mengadu pada Kak Satoshi, ya Higo?" tuduh Anak bernama Dai itu sewot.
__ADS_1
"Itu mainanku, Kak Dai," Balita 3 tahun itu merengek lalu menangis keras. Mau tak mau Satoshi menurunkan Yuki lalu menggendong si adik bungsu itu. Sementara Dai berlalu pergi dengan cuek.
"Daddy!!" Tiga anak lelaki dengan seragam yang sama namun beda tinggi itu menyapa Ryu. Mereka adalah Kenzaki, Kyousuke dan Hideki berlari ke arah pria yang baru keluar dari kamarnya. Ryu tersenyum. Usia mereka terpaut satu tahun. Kenzaki 8 tahun, Kyou 7 tahun lalu Hideki 6 tahun.
"Kenapa Uncle Higo menangis? Apa diganggu Uncle Dai lagi?" selidik Ayumi. Ditatapnya Higo yang masih sembab itu. "Jangan khawatir Uncle Higo, jika bersamaku, kau pasti aman. Akan kupukul nanti si Uncle Cagak Listrik itu." Ya, Ayumi agak tomboy dibanding adiknya Yuki dan Kisaki sepupunya.
Higo tersenyum.
Tiba-tiba..
Brak!
Pintu ruangan lainnya terbuka lalu muncul tiga anak lelaki berumur 5 tahunan. Mereka juga memakai baju yang sama.
"Morning All!" seru salah satu dari mereka. Mereka si kembar tiga. Kaito, Yukito dan Hayato. Nama mereka Juana sang nenek yang memberinya nama. Dan semua bocah lelaki itu bicaranya suka kebarat-baratan mengingat Ryu mahir berbahasa Inggris. Terutama jika berkomunikasi dengan sang kakek dan nenek mereka.
Sementara seorang pemuda dengan rambut hitam baru keluar dari kamarnya. Ia mengenakan seragam SMA. Wajahnya duplikat dari Masaya. Isao Hikaru sudah siap berangkat sekolah.
Semua anak-anak itu berbaris rapi.
"Morning kids! Are you ready?" sapa Ryu layak kapten.
"Morning, Daddy!" jawab mereka kompak.
Sementara Kisaki dan Ayumi ada di baris sebelah. "Morning, grandpa."
"Oh ... My angels. But ... Hey ... di mana kesayangan Granpa?" Ryu melirik sosok mungil menggemaskan yang berdiri di belakang Satoshi dengan malu. Matanya bolak, senyum di wajahnya tak pernah hilang. Sang penerus bakat Yue. Anak itu sungguh menggemaskan.
"Molning Glandpa," sapanya cadel dan malu-malu. Persis Miku kecil.
Ya ampun! Siapa saja yang melihatnya pasti iri bisa memiliki anak secantik itu. Ingin rasanya dibungkus karung lalu dibawanya pulang. Umur Yuki seumuran Higo, anak bungsu Ryu yang berusia 3 tahun.
Yuki mendekati kakaknya Ayumi.
Ya ... Mereka semua adalah The Next Hikaru Family.
"Come on baby's, We go to school!"
"Yes! Yes! Yes!"
"Bye, Mommy!!" seru mereka tatkala melihat Miku ikut keluar mengantar mereka ke depan.
"Bye, Grandma!"
"Bye, Honey!" Miku melambaikan tangannya senang.
Ryu beranjak menggendarai Limosin terbaru. Ya, harus menggunakan Limosin karena anaknya saja ada banyak dan belum lagi tiga cucunya. "Are you ready?"
"Yes! Yes!" Mereka berteriak senang dan bersemangat. Seperti hari-hari sebelumnya. Limosin itu meluncur cepat menuju sekolah.
"Kids ... if later we met a beautiful girl, called Daddy of what?" tanya Ryu yang dengan cool-nya memakai kacamata hitam.
"Brother!!"
"Hahaha.. Yes right! Brother!" Ryu memacu Limosin itu sambil tertawa.
🌷
🌷
🌷
🌷
🌷
🌷
❤❤ THE __ END ❤❤
Pembaca yang baik hati tolong tekan tanda like [👍] usai membacanya, ya 😄
Menerima segala kritik dan saran yang membangun 😊
__________________________________
Yuhuuuuuuu Alhamdulillah akhirnya TAMAT 😄😄 Dan yang paling membahagiakan mereka Happy Ending yeaaahhhh dengan banyak anak 😅😅
Terima kasih buat kalian yang sudah membaca, like dan memberi koinnya. Semoga rejeki kalian dilancarkan dan ditambah berkali-kali lipat. Aamiin.
Selasa, 30 Juni 2020
__________________________________
Klik, please
👇
__ADS_1