My Chosen Man

My Chosen Man
Dulu hingga sekarang


__ADS_3

...M.Y.C.H.O.S.E.N.M.A.N...


...Dari dulu sampai sekarang kamu tetap menjadi orang yang ada dihati aku, Elena...


***


"Aku..." kalimat Erlang menggantung.


Elena menatap manik mata Erlang meskipun pandangannya sedikit terganggu akan tetesan hujan. Ia berharap jika Erlang akan mengatakan hal yang dengan perasaannya. 


Mengatakan bahwa ia juga masih menyukai Elena dan akan membatalkan rencana pernikahannya dengan Lusiana. Biarkan ia menjadi serakah kali ini, ia benar-benar tidak ingin kehilangan sosok laki-laki di depannya lagi, begitu pikir Elena.


"Aku menyukai kesalahpahaman ini." ucap Erlang.


"Ke-kesalahpahaman?" tanya Elena, bukan itu sebenarnya kalimat yang ingin Elena dengar. Tapi kesalahpaham yang Erlang katakan juga membuatnya penasaran.


"Kesalahpahaman, maksud kamu apa?" tanyanya lagi.


Erlang membungkukkan tubuhnya agar wajahnya setara dengan wajah Elena.


"Lusiana itu sepupu aku. memang benar ia akan menikah, tapi bukan denganku." jelas Erlang.


"Tapi..."


"Kamu salah paham Elle." ucap Erlang sambil menatap lekat wajah Elena.


Elena terdiam lidahnya kaku tak mampu lagi mengeluarkan kata-kata. Ia benar-benar merasa malu sekarang. Bisa-bisanya ia mengambil kesimpulan tanpa mencari tahu terlebih dahulu.


Cup


Satu kecupan yang Erlang berikan di dahi Elena membuat Elena terperanjak namun tetap pada posisinya.


"Terima kasih karena masih ada perasaan yang terselip untukku, terima kasih Elle, Terima kasih." kalimatnya terhenti sejenak.


"Apa kamu...?" Elena seakan malu untuk melanjutkan kalimatnya.


"Dari dulu sampai sekarang kamu tetap menjadi orang yang ada dihati aku, Elena." ucap Erlang seakan tahu apa yang ingin Elena tanyakan.


Entah dapat dorongan dari mana tubuh Elena langsung dengan refleks memeluk erat tubuh Erlang. Erlang pun membalas pelukan tersebut tak kalah erat seakan pelukan menjadi penghangat bagi tubuh yang sedang diguyur derasnya hujan.


"Kemana?" tanya Elena setelah Erlang melepaskan pelukan tersebut dan menggandeng tangan Elena sambil berjalan mengambil koper yang tergeletak basah di tepi jalan.


"Kemana lagi kalau bukan balik ke villa."


"Tapi aku malu sama Mba Lusiana." ucap Elena sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak perlu malu, ayo." Erlang menarik Elena menuju mobil.


"Tapi..." ucap Elena lagi-lagi menghentikan pergerakan Erlang. Dengan cepat Erlang membalikkan badan dan menatap lekat wajah Elena. Entah apa lagi yang dikhawatirkan perempuan tersebut.


"Apa lagi Elle?"


"Nanti kursi mobilnya basah." ucap Elena dengan polosnya sambil memegang bajunya yang sedang basah kuyup. Membuat Erlang terkekeh dan gemas akan sikap Elena.


"Kamu pikir bajuku tidak basah?" ucap Erlang sambil memegang bajunya juga.


"Ayo, jangan masalahkan mobilku." ucapnya kembali sambil membukakan pintu untuk Elena. Tidak ada penolakan lagi, dengan cepat Elena masuk dan dilihatnya Erlang sedang memasukkan koper yang ia bawa tadi ke kursi belakang.


***


"Loh, kenapa kalian sampai basah kuyup seperti ini?" ucap Lusian ketika Erlang dan Elena baru saja menapaki teras rumah.


Elena hanya tertunduk karena ia benar-benar merasa malu. Ia meremas tangannya sendiri sambil menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh Erlang.


"Habis berenang di kolam ikan Mba." ucap Erlang dengan serius. Sesaat ia mengarahkan pandangan ke arah Elena sambil tersenyum dan kembali menatap Lusiana dengan wajah yang serius.


"Beneran." ucap Lusiana dengan wajah yang tak kalah serius.


"Ya bohong lah." ucap Elang sambil menepuk bahu Lusian sampai membuat sang pemilik bahu mengaduh dan membalas perlakuan Erlang.


Elena yang melihat kejadian tersebut hanya menanggapi dengan tawa.


Erlang tidak menghiraukan Lusiana dan malah menarik tangan Elena untuk masuk ke dalam villa.


"Kemana?" tanya Elena.


"Ganti baju nanti masuk angin." ucap Erlang dengan masih tetap menggandeng tangan Elena.


"Erlang." ucap Lusiana dengan kesal karena Erlang tidak menjawab pertanyaannya. Alih-alih menengok, Erlang malah melambaikan tangannya ke arah Lusiana.


Ternyata anak itu sama sekali belum berubah gumam Lusiana


"Mba Lusiana, aku ke atas dulu." ucap Elena membalikkan badannya kemudian dibalas anggukan oleh Lusiana.


Ketika keluar dari kamar mandi Elena terkejut saat mendapati Lusiana yang sedang duduk manis di kasur yang Elena tempati. Untung saat itu Elena langsung memakai baju seusai mandi.


"Ada apa Mba Lusiana?" tanya Elena dengan gugup.


"Panggil Mba Lusi aja." ucap Lusiana sambil menepuk kasur di sebelahnya.


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu." tuturnya lagi setelah Elena baru saja mendaratkan tubuhnya di kasur yang empuk itu. Perasaan gugup menyelimuti hati Elena. Ia tahu pasti Lusiana menanyakan tentang kejadian tadi.

__ADS_1


"Mau bicara tentang apa Mba?" tanya Elena.


"Begini, sebenarnya apa hubungan kamu sama Erlang. Aku yakin hubungan kalian lebih dari sekedar atasan dan sekretaris." ucapnya dengan wajah yang serius.


"Maksud Mba apa?" tanya Elena lagi.


"Begini ya Elena, saat kamu pergi tadi, wajah Erlang benar-benar sangat khawatir. aku tidak pernah melihat Erlang sekhawatir itu."


"Apa benar Mba?"


"Iya, apa kalian saling menyukai?" pertanyaan Lusiana mengagetkan Elena. Perempuan itu menatap Elena seakan meminta jawaban.


"Iyakan." ucap Lusiana lagi, ia benar-benar yakin dengan tebakannya.


Elena hanya menunduk malu akan perkataan yang tiba-tiba dari mulut Lusiana. Pipinya pasti memerah seperti udang rebus saat ini.


"Aku benarkan." ucapnya dengan antusias.


"Iya Mba." ucap Elena dengan malu-malu.


"Lalu tadi kamu salah paham karena mengira Erlang yang menikah denganku. Apakah tebakanku benar." ucap Lusiana lagi.


"Maaf ya Mba sudah salah paham." ucap Elena dengan perasaan bersalah. Tapi jawaban dari Lusiana justru mengagetkan Elena.


"Akhirnya." ucap Lusiana sambil berdiri dengan tiba-tiba. Ada perasaan bersyukur dalam hatinya.


"Akhirnya apa Mba?" ucap Elena yang penasaran dengan respon Lusiana.


"Akhirnya ada bidadari yang bisa menaklukkan hati beku Erlang."


"Maksud Mba apa, aku benar-benar tidak mengerti." ucap Elena dengan polos.


"Apa kamu tahu, aku dengan adikku sudah berkali-kali mengenalkan Erlang dengan beberapa wanita. Tapi ia selalu saja menolak dengan alasan sibuk, tidak tertarik, dan lebih parahnya dia selalu bilang seperti ini." ucap Lusian bersiap menirukan gaya Erlang.


"Aku sedang menunggu seseorang, aku yakin dia akan kembali." ucap Lusiana sambil diiringi tawa.


Mendengar perkataan terakhir Lusiana membuat Elena merasa bersalah karena telah meninggalkan Erlang begitu saja. Dan saat kembali, Elena malah bersama laki-laki lain tanpa ia ketahui Erlang sedang menunggunya.


"Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Lusiana saat melihat ekspresi Elena yang berubah jadi murung.


"Apa kamu orang yang selama ini Erlang tunggu?" tanyanya lagi.


"Maaf Mba, aku tidak tahu jika Erlang menungguku selama itu." ucap Elena sambil diiringi dengan menetesnya telaga air dari pelupuknya.


Lusiana terkejut saat keluarnya pengakuan dari mulut Elena.

__ADS_1


"Tidak apa, aku yakin kamu punya alasan dibalik itu semua. Yang terpenting saat ini, kamu kembali dan masih menyimpan rasa untuk Erlang." ucap Lusiana sambil mendekap Elena dan menepuk-nepuk punggung perempuan tersebut.


__ADS_2