My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 98 - Menurunkan Ego


__ADS_3

Keenan dan Tessa kembali ke apartemen, mereka tetap saling diam karena gengsi satu sama lain. Saat mereka tidur pun saling memunggungi yang membuat mereka tidak bisa memejamkan mata.


"Aku besok akan mulai kerja lagi jadi aku akan sibuk." Keenan membuka suaranya dengan masih memunggungi istrinya.


"Baiklah," jawab Tessa tak acuh.


Padahal Tessa merasa sedih karena dia akan tinggal sendirian dan kesepian.


Malam itu, mereka tidur tanpa pelukan hangat seperti biasanya.


Dan keesokan paginya, Keenan bangun terlebih dahulu sebelum Tessa, dia bersiap seorang diri untuk berangkat ke kantor.


Tapi, sebelum berangkat, Keenan mengecup kening istrinya. Dia menatap wajah Tessa yang damai dalam tidur kemudian menggelengkan kepalanya.


"Ingat jual mahalmu, Kee," gumamnya.


Keenan bergegas pergi sebelum Tessa bangun dan hal itu dia lakukan sampai berhari-hari lamanya. Keenan akan berangkat pagi-pagi sekali kemudian pulang tengah malam saat Tessa sudah tidur.


"Dia benar-benar menghindariku," ucap Tessa sedih.

__ADS_1


"Siapa yang menghindarimu?" tanya Flo saat mendengar keluhan Tessa.


Keduanya tengah berada di butik untuk mencoba baju pesta resepsi yang telah dipesan.


"Aku memberi hukuman pada Kee tapi sepertinya dia benar-benar menghindariku," sambung Tessa yang merindukan suaminya. Biasanya dia akan menahan diri dan tidak seemosional ini.


"Apa aku menggodanya saja, ya? Tapi bukan menggoda yang pasaran, menggoda dengan cara elegen jadi seolah-olah itu kita tidak menggoda!"


Flo mengerutkan keningnya kemudian terkekeh, rasanya selama menikah dengan Axe, dia tidak pernah menggoda suaminya. Tanpa digoda saja, Axe selalu ingin menyentuhnya apalagi saat dia menggoda suaminya.


"Mungkin bukan hal itu yang kalian perlukan," komentar Flo kemudian.


Flo yang berdiri melihat gaunnya kini ikut duduk di dekat Tessa. Wanita yang umurnya sudah kepala tiga itu mulai menganalisa hubungan Keenan dan adik iparnya.


"Kalian sebelumnya sudah mengenal satu sama lain jadi kalian menganggap sudah tahu apapun tentang pasangan kalian,"


"Jadi, kalian selalu memikirkan apa yang di kepala kalian tanpa mau bertanya, akhirnya kalian saling berpikir negatif duluan padahal belum tentu semua yang kalian pikirkan itu benar,"


Flo mengutarakan analisanya dan kalau dipikir-pikir memang hubungan Tessa dan Keenan seperti itu. Saling overthinking satu sama lain.

__ADS_1


"Perbaiki hubungan kalian yang seperti itu sebelum mempunyai anak, saat kalian punya anak nanti guru pertama mereka adalah orang tuanya,"


"Kau tahu, Raphael setiap malam harus mencium ketiakku sebelum tidur karena mengikuti daddy-nya,"


"Bayangkan saja kalau aku dan Axe yang suka mempermasalahkan hal kecil pasti kami akan sering berkelahi dan Raphael akan meniru itu,"


Ah, setiap berbicara dengan Flo atau Silver pasti Tessa merasa tersentil. Padahal sebelumnya Tessa terkenal menjadi sekretaris perfeksionis tapi untuk urusan hidup, dia sangat awam, mungkin karena sejak kecil Tessa tidak mempunyai keluarga.


"Aku ingin menemui suamiku sekarang, aku percayakan urusan pesta padamu, Kak," pamit Tessa bergegas pergi dari butik.


Tessa pergi ke perusahaan di mana suaminya berada, dia menurunkan egonya dan mengalah demi rumah tangga idaman.


Saat Tessa sampai bersamaan dengan jam makan siang.


"Ped, aku ada di bawah, apa suamiku ada di ruangannya?" tanya Tessa ingin mengonfirmasi keberadaan Keenan melalui Pedro. Jangan sampai Keenan makan siang di luar.


Pada saat itu, Pedro mengeraskan suara panggilan supaya Keenan mendengarnya.


"Aku harus jawab apa, Bos?" bisik Pedro.

__ADS_1


"Jawab saja aku sangat sibuk," jawab Keenan seraya tersenyum penuh seringai.


__ADS_2