My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 84 - Sensitif


__ADS_3

Tessa menempelkan telinganya di dada Keenan dan benar saja debaran aneh itu sudah kembali normal.


Kemudian Tessa menatap Keenan yang masih berada di atasnya.


"Tidak sakit lagi, 'kan?" tanyanya.


"Ya." Keenan semakin menunduk sampai kemudian mencium bibir istrinya. "Thanks for everything!"


Setelah mencium Tessa, Keenan memeluk gadis itu sampai badan Tessa tenggelam di dadanya. Sentuhan kulit mereka menimbulkan gelenyar aneh yang membuat tubuh keduanya memanas.


Tangan Keenan bergerak mengelus punggung Tessa dan semakin turun ke bawah menuju bokong istrinya.


"Aku menyukai bokong sintalmu sayang," ucap Keenan seraya membalik tubuh Tessa.


Keenan kemudian menyender di bath up dengan Tessa yang duduk di perut dan membelakanginya. Dengan lembut Keenan menciumi punggung istrinya.


"Ugh!" Tessa melenguh mendapat sentuhan dari suaminya apalagi tangan Keenan bergerak lincah di dua gunung kembarnya dengan memainkan ujungnya.


"Sepertinya kau sudah siap sayang," ucap Keenan saat merasakan bagian tubuh bawah Tessa yang dia baru saja mainkan.


"Keesa ingin keluar dengan gaya katak bertelur," tambahnya.


"Katak bertelur? Maksudnya dalam posisi ini?" tanya Tessa malu sekali.

__ADS_1


"Hm." Keenan ingin mengajari Tessa dengan gaya master piece-nya.


Dan sore itu, terjadi pergulatan panas di kamar mandi sampai malam menjelang. Suara erangan memenuhi kamar mandi di mana Tessa merasakan sensasi yang diberikan suaminya.


Tessa benar-benar dibuat gila oleh suaminya apalagi gaya yang diajarkan membuat dia bisa merasakan pedang panjang itu begitu penuh.


"Aku ingin melihat wajahmu sayang," ucap Keenan yang kembali membalik tubuh Tessa supaya menghadap padanya.


Keenan melihat Tessa yang sepertinya sudah kelelahan. Maka dari itu, Keenan mempercepat permainan sampai Keesa keluar untuk kesekian kalinya.


Badan Tessa ambruk dipelukan suaminya, suaranya sudah habis dia hanya bisa mengatur nafasnya supaya kembali normal.


"Sayang?" panggil Keenan seraya menggoyangkan bahu istrinya.


Rupanya Tessa yang lemas, memejamkan mata dan tertidur.


Setelah selesai, Keenan mengambil handuk yang terlipat di dekat bath up untuk membungkus tubuh istrinya. Keenan menggendong Tessa keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuh yang masih polos itu di ranjang.


Sebelum menarik selimut, Keenan tersenyum puas dengan percintaan mereka di kamar mandi tadi.


"Thanks, God!" gumam Keenan yang merasa kejantanannya kembali seperti semula.


Untuk mengembalikan energi Tessa, malam itu Keenan memesan beberapa makanan yang bisa dipanasi saat istrinya bangun nanti.

__ADS_1


Tapi, saat tengah malam, Tessa tak kunjung bangun juga. Keenan menjadi cemas. Saat dia memeriksa keadaan istrinya, rupanya Tessa demam.


"Astaga!" Keenan jadi panik sendiri.


Keenan segera menghubungi Pedro supaya membawa dokter ke penginapan untuk memeriksa keadaan Tessa.


Tak lupa, Keenan memakaikan satu set piyama untuk menutupi tubuh istrinya.


Satu jam berlalu, Pedro datang bersama seorang dokter. Dokter itu begitu cekatan saat memeriksa Tessa yang masih memejamkan matanya.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Keenan cemas.


"Tidak apa-apa, demam karena kelelahan saja, Tuan. Tapi saya sarankan untuk mengurangi..." Dokter itu berdehem sebelum melanjutkan kalimatnya. Ada beberapa bekas percintaan yang warnanya membiru, sepertinya tubuh Tessa memang sangat sensitif.


"Saya mengerti," balas Keenan yang tahu apa maksud dokter itu.


"Saya akan memberi obat demam dan juga salep supaya memar di tubuh istri anda segera memudar," tambah Dokter.


Keenan menganggukkan kepalanya. "Asisten saya yang akan menebusnya!"


"Ped, cepat tebus obatnya dan bawa kemari!"


"Baik, Bos." Pedro undur diri bersama dengan dokter.

__ADS_1


Tertinggal Keenan yang duduk di samping istrinya, dia memandangi wajah Tessa sambil memikirkan sesuatu.


"Sepertinya kita harus cepat pulang," gumam Keenan kemudian.


__ADS_2