
Keenan pergi ke rumah sakit di mana Flo melahirkan dengan Sebastian dan Luke. Ternyata saat mereka sampai, Flo sudah keluar dari ruang operasi.
"Akhirnya aku bisa memberimu cucu, papa mertua!" seru Axe sambil memeluk Grey di depan ruang bayi.
Ini untuk pertama kalinya pemandangan seperti itu terjadi.
"Ya, kau sudah bekerja keras selama ini," balas Grey.
Kemudian mereka melihat bayi mungil Flo dari dinding kaca ruangan bayi. Bayi laki-laki yang tampan sekali.
"Wah, keponakanku," ucap Keenan begitu datar, dia ikut bergabung bersama daddy dan kakak iparnya.
Mendengar respon yang datar dan tanpa ekspresi seperti itu membuat Grey emosi, Keenan melakukannya seperti terpaksa.
"Bawa mayat hidup ini pergi!" perintah Grey pada Sebastian dan Luke.
Grey meminta putranya itu untuk merubah sikapnya bukan kepribadiannya.
"Ayo Dude! Kalau begini, keponakanmu mengira mempunyai paman zombie," bujuk Sebastian.
"Tenang saja, aku dan Bass akan selalu bersamamu," timpal Luke.
Keenan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dia memilih menjauhkan diri. Keenan duduk di kursi taman rumah sakit kemudian membuka ponselnya. Dia mendapat laporan dari Red lagi.
__ADS_1
Selama hampir setahun ini, Keenan meminta Red mengawasi Tessa melalui Veronica.
"Hai Bro, kekasihmu berada di Afrika Selatan sekarang," tulis Red melalui pesan. Red juga mengirimkan potret-potret Tessa.
"Kau pasti menikmati hidupmu dan merasa bebas. Jika aku memintamu kembali, apa kau akan mau?" gumam Keenan mengusap layar ponselnya.
Keenan tidak mau lagi egois jika memang Tessa bahagia hidup bebas seperti itu, dia rela menahan perasaannya.
Sekarang Keenan ingin fokus mengelola perusahaan supaya Grey mempunyai banyak waktu bermain dengan cucu.
Hari terus berganti bulan dan tahun, Keenan terus menyibukkan dirinya untuk bekerja. Dia dan Pedro melakukan berbagai kerja sama sampai jajaran dewan direksi mempercayai dirinya.
"Kee, sepulang kerja, mampirlah! Aku ingin membicarakan sesuatu," pinta Flo melalui panggilan telepon.
"Iya," jawab Keenan singkat.
"Raphaelo.... Raphael!" Flo memanggil putranya saat Keenan datang. "Uncle Kee bawa es krim!"
Raphael keluar dari kamarnya dan berlari mendatangi Keenan.
"Uncle..." Raphael memeluk Keenan tapi Keenan hanya mematung dengan tangan mengusap rambut bocah itu.
"Kau makin tinggi!" komentar Keenan.
__ADS_1
"Ck! Seharusnya kau menggendong keponakanmu lalu menciumnya, apa kau tidak gemas melihat pipi Raphael yang gembul?" protes Flo karena Keenan bersikap kaku.
Keenan tidak mau menyahuti kakaknya, dia duduk di sofa sambil memandangi Raphael yang memakan es krim. Kalau dipikir-pikir sudah 4 tahun lamanya dia tidak pernah melakukan olahraga membuat anak.
"Minggu depan ulang tahun Raphael yang ketiga tahun jadi aku ingin mengadakan event di pulau Borgia," ucap Flo membuka pembicaraan.
"Jadi aku akan mengadakan promo setiap pembelian parfum yang ada di store pulau Borgia kemudian mereka akan mendapat kupon yang hadiah utamanya bisa berkencan dengan artis," tambah Flo.
"Artis siapa?" tanya Keenan.
"Artis dari Korea, Kim Jong Doo. Itu adalah artis yang paling digilai sekarang. Bayangkan saja betapa banyaknya pengunjung di mall mu nanti," ucap Flo.
Memang benar proyek Keenan yang di pulau Borgia yang dia rancang bersama Tessa berkembang pesat sekarang.
"Atur saja, aku sepertinya juga butuh liburan!" sahut Keenan yang tidak pernah mengambil cuti.
_
_
_
_
__ADS_1
Kim Jong Doo itu hanya karangan author semata ya😅
Bentar lagi Bangkee ketemu Tessa gaes setelah 4 tahun pisah jadi umur mereka udah 27 tahun😱