My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 107 - Rumah Masa Depan


__ADS_3

Benar kata suaminya, Tessa harus merelakan yang sudah pergi. Jadi, dia tidak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.


Pagi-pagi sebelum Keenan bangun, Tessa sudah sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan kemudian dia juga menyiapkan baju kantor suaminya.


Setelah semua selesai, barulah Tessa merangkak ke atas ranjang dan mencoba membangunkan Keenan.


"Kee..." bisik Tessa di telinga Keenan, dia juga meniupnya perlahan.


Keenan merasa geli dan hal itu mengganggu tidurnya. Saat tahu itu adalah ulah istrinya, dia segera menggulingkan badannya dan memeluk Tessa dengan erat.


"Lepas, Kee! Cepat mandi atau kau akan terlambat ke kantor," seru Tessa sambil memukul raga kekar itu supaya melepasnya.


"Lima menit lagi," balas Keenan yang suaranya masih serak.


"Aku hari ini akan ikut mommy ke panti asuhan untuk kegiatan amal," ucap Tessa melapor.


Keenan tersenyum tipis akhirnya Tessa sudah mau melakukan kegiatan di luar lagi, sebelumnya Tessa hanya mengurung diri di kamar dan menangis dengan memeluk baju bayi.


Tapi, Keenan lihat beberapa hari ini baju bayi itu sudah tidak ada lagi.


"Pesta resepsi yang tertunda juga akan diadakan minggu ini," sambung Tessa.


"Kau atur saja sayang, aku juga sudah tahu siapa saja pengkhianat perusahaan," ucap Keenan.


"Oh iya? Pantas saja, kau begitu serius akhir-akhir ini,"

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau aku serius, apa itu terlihat aneh?"


"Tidak aneh hanya saja aku merindukanmu yang kadang gila,"


"Ish, jadi kau ingin menjatuhkan wibawa suamimu sendiri,"


Tessa tergelak, dia kemudian menatap Keenan dan mengusap wajah tampan itu. Semenjak dia keguguran, Keenan tidak pernah menyentuhnya lagi.


"Setelah acara resepsi nanti, kita habiskan malam berdua, okay," ucap Tessa memberi kode keras.


"Jangan terburu-buru," balas Keenan yang menahan dirinya. Dia ingin kondisi Tessa benar-benar pulih.


"Aku sudah tidak apa-apa!" Tessa berusaha meyakinkan suaminya.


Keenan masih meragu, lebih baik dia konsultasi dengan dokter sebelum menyentuh istrinya lagi.


Saat Keenan sudah selesai, dia melihat satu set pakaian kerjanya berada di atas ranjang yang sudah rapi.


Keenan memakai itu, tak lupa dia juga menggunakan accesories penunjang. Sebelum keluar kamar, dia melihat pantulan dirinya di cermin.


"Setiap hari aku merasa lebih keren!" gumamnya.


"Kau memang makhluk tampan, Kee,"


"Kau dipahat dengan sangat hati-hati,"

__ADS_1


"Detailnya pas sekali,"


Tessa yang menyusul suaminya jadi tertawa geli.


"Kenapa tidak sekalian bertanya, siapa laki-laki paling tampan di dunia?" Tessa mendekat dan berjinjit untuk memperbaiki dasi suaminya.


"Tapi, bagiku suamiku memang paling tampan!"


Sebuah sapuan bibir Tessa rasakan, Keenan menciumnya begitu lembut sekali.


"Dan kau perempuan paling cantik jadi jangan bersedih lagi, aku ingin perempuan cantik itu selalu tersenyum," ucap Keenan.


Tessa menganggukkan kepalanya kemudian memeluk Keenan.


"Aku rasa sarapannya akan dingin kalau kita terus begini,"


Keduanya lalu tertawa bersama dan keluar untuk sarapan. Ada berbagai menu yang Tessa buat hari ini.


"Sayang, bukankah kau suka memotret dan menggambar? Bagaimana kalau kau yang mendesain tempat tinggal baru kita?"


"Tempat tinggal baru?"


"Bukankah apartemen ini terlalu sempit? Hanya ada satu kamar utama jadi kita bangun pelan-pelan rumah masa depan kita,"


Keenan kemudian memberikan sebuah kartu pada Tessa. "Ini uang tabunganku, selama empat tahun aku tidak menyewa wanita, ternyata nilainya lumayan!"

__ADS_1


"Astaga, jadi kita membuat rumah masa depan dari hasil anggaran wanitamu," komentar Tessa tidak percaya.


__ADS_2