My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 94 - Syok Terapi


__ADS_3

Sebastian dan Luke memakan pizza sepotong demi sepotong tapi akhirnya mereka tidak tahan juga karena rasa penasaran mereka bertambah lebih besar.


"Aku sudah kenyang jadi cepat katakan!" Luke melempar pizza ke dalam kotaknya lagi.


Keenan yang sedari tadi memperhatikan keduanya masih bergeming dari tempatnya.


"Perjanjiannya jika pizza sudah habis," balas Keenan.


Sebenarnya Keenan tengah merancang kata-kata yang tepat untuk mengungkap fakta karena Sebastian dan Luke pasti akan terkejut setengah mati.


"Katakan saja sekarang! Kau membuatku penasaran!" Sebastian kali ini melemparkan potongan pizza ke arah Keenan.


Beruntung Keenan sigap dan langsung menangkap pizza itu sebelum mengenai bajunya.


"Untuk hari ini, aku akan melupakan kekasaranmu ini, Bass," ucap Keenan sebal.


"Terserah kau saja!" Luke berdiri dan mengambil minuman soda kaleng dari kulkasnya. Kemudian dia memberikannya pada Sebastian. "Minumlah dulu, Bass!"


Melihat kedua temannya sudah cukup siap menerima kenyataan pahit akhirnya Keenan tidak mau menundanya lagi.


"Sebelumnya, aku ingin bertanya, apa kalian sudah pernah tidur dengan kekasih kalian?" tanya Keenan.


Sebastian dan Luke mengerutkan kening mereka karena pertanyaan Keenan itu.

__ADS_1


"Ini menyangkut harga diri kalian," sambung Keenan.


"Kenapa aku merasa ada sesuatu yang buruk, ya," ucap Sebastian was-was.


"Kau benar, Bass. Kenapa membicarakan kekasih kami?" timpal Luke mulai gusar.


Keenan menghela nafasnya pelan. "Aku harap kalian bisa menerima kenyataan ini karena hal ini menyangkut persahabatan kita bertiga. Jadi, kalau hal ini akan menyakiti kita bertiga di masa depan, aku minta maaf pada kalian!"


Selama mereka bersahabat rasanya Sebastian dan Luke tidak pernah mendengar permintaan maaf Keenan yang setulus itu.


Mereka jadi sadar jika masalah ini benar-benar serius. Mereka hanya bisa diam menunggu kalimat Keenan selanjutnya.


"Sebenarnya kedua kekasih kalian itu adalah mantan-mantan teman kencanku," ungkap Keenan berat hati.


Bagai disambar petir, Sebastian dan Luke sampai membelakkan mata mereka. Tiba-tiba lidah mereka begitu kelu, tidak bisa berbicara.


Suasana di apartemen itu sekarang menjadi sunyi, setelah Keenan mengungkap fakta, kedua temannya seperti terkena syok terapi.


"Bass... Luke..." panggil Keenan khawatir.


Keenan berdiri dan mendekat ke arah keduanya tapi mereka juga tidak merespon.


"Bagaimana ini?" gumam Keenan.

__ADS_1


Dengan terpaksa Keenan menghubungi Pedro supaya sekretarisnya itu menyusul ke apartemen Luke.


"Jangan lupa bawa Seksi!" perintah Keenan.


_


Pedro yang menikmati masa liburnya, malam ini kembali harus bekerja. Tapi, dia tidak menduga jika tengah malam dia harus mengantar Seksi ke apartemen Luke.


"Bos Keenan kenapa, ya?" Pedro jadi khawatir.


Saat sampai di unit apartemen Luke, Pedro segera memencet bell dan Keenan yang membukanya. Pedro bernafas lega karena Keenan tampak baik-baik saja.


"Cepat masuk!" seru Keenan yang tidak sabaran. "Mana Seksi?"


Pedro mengeluarkan alat itu dan memberikannya pada Keenan. "Sebenarnya ada apa, Bos?"


"Ikut aku!" Keenan berjalan menuju sofa di mana Sebastian dan Luke yang membeku di sana.


"Apa yang terjadi dengan mereka, Bos?" tanya Pedro lagi. Dia semakin bingung.


Keenan tidak mau menjawab karena situasi sangat genting sekarang.


"Bass... Luke... aku akan menyelamatkan hidup kalian!" Keenan ingin menggunakan Seksi pada kedua temannya.

__ADS_1


Tapi, Pedro menahannya. "Jangan, Bos! Lebih baik panggil dokter saja, kalau mereka mati, kau akan dipenjara, Bos!"


"Hanya tubuhmu yang kebal menggunakan Seksi, Bos!"


__ADS_2