My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 49 - Sekretaris Baru


__ADS_3

Keenan merenung seorang diri di kursi dosa, dia memikirkan betapa bodohnya selama ini. Dia tidak sanggup membayangkan wajah Sebastian dan Luke yang pasti menertawakannya.


Tak lama dia mendengar Silver memanggil-manggil namanya dari luar.


"Kee... Kee..." teriak Silver memanggil putranya.


Mau tidak mau, Keenan keluar dari ruangan kursi dosa dan mendatangi sang mommy.


"Ada apa, Mom?" tanya Keenan.


"Apa itu?" tunjuk Silver pada beberapa kardus yang diturunkan oleh kurir online.


"Oh, itu persediaan pakaian dalamku untuk setahun kedepan," jawab Keenan santai.


"A--apa?" Silver tergagap, dia sampai meminum air putih segelas penuh karena langsung cegukan.


"Mom, aku sudah memutuskan sesuatu setelah merenungi semua dosa-dosaku," ucap Keenan begitu serius.


Keenan membawa Silver untuk duduk di kursi meja makan.


"Aku memutuskan untuk hidup sendiri jadi izinkan aku pergi dari mansion," pinta Keenan.


"Apa kau yakin?" tanya Silver meragu.


"Kalau aku begini terus, aku tidak akan bisa berubah," ucap Keenan memaksa.

__ADS_1


Sebenarnya Grey sudah membicarakan ini sebelumnya. Mungkin dengan hidup terpisah, Keenan akan bisa mandiri.


"Kalau butuh apapun, cepat hubungi mommy!" ucap Silver kemudian.


"Aku tidak membutuhkan bantuan apapun, aku bisa mengatasi masalahku sendiri," sahut Keenan percaya diri.


Akhirnya mau tidak mau, Silver mengizinkan putranya untuk tinggal sendiri di sebuah apartemen.


Barang-barang Keenan segera dikemas begitu juga pakaian dalamnya yang berkardus-kardus.


Keenan tidak pergi ke kantor beberapa hari karena Grey yang melarangnya. Grey ingin berita mengenai Bella meredam dahulu apalagi nilai saham yang hampir turun karena berita itu.


"Tenang saja, Dad. Kali ini daddy pasti tidak butuh obat sakit kepala lagi," ucap Keenan penuh tekad.


Apalagi ada kabar membahagiakan dari Flo, ternyata Flo positif hamil setelah kepulangannya dari pulau Borgia.


"Dasar anak begundal, kau mau bilang kalau daddy sudah tua, ya?" ketus Grey.


Saat ini keduanya tengah melakukan video call.


"Pedro akan segera sampai di apartemenmu!" sambung Grey sambil menutup panggilan.


Dan selang beberapa menit, bell apartemen Keenan berbunyi. Keenan segera membuka pintu dan mendapati lelaki matang berdiri dengan gagah.


"Perkenalkan saya Pedro, sekretaris baru anda. Tuan Grey yang memerintahkan saya untuk kemari," ucap lelaki itu memperkenalkan diri.

__ADS_1


Keenan mengangguk. "Baiklah, tugasmu sekarang adalah membuat agenda untukku!"


"Baik, Bos." Pedro bergegas masuk ke apartemen dan dia merasa kaget melihat kondisi apartemen yang berantakan.


"Ah, aku tadi sedang belajar memasak telur. Aku baru tahu kalau memasak telur itu harus dibuka cangkangnya," jelas Keenan.


"Hidup mandiri memang menyusahkan! Kau harus mengatur laundry bajuku, kebersihan apartemen dan juga makanku!"


Pedro menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena perintah Keenan. Tapi itu lebih baik dari pada rumor yang tersebar mengenai pekerjaan Tessa sebelumnya.


"Baik, Bos. Serahkan semuanya pada saya," sahut Pedro.


Keenan jadi merindukan Tessa, dia sudah terbiasa terkena amarah Tessa jadi saat mendapat sekretaris penurut membuatnya sedikit aneh.


"Kalau ada sesuatu yang kau tidak sukai dari aku, kau bisa mengatakan secara jujur, Ped. Jangan sungkan," ucap Keenan kemudian.


"Benarkah, Bos?" tanya Pedro memastikan.


"Tentu saja, aku suka perkataan jujur dari pada kau membicarakan aku dari belakang,"


"Sebenarnya saya sudah bekerja dengan tuan Grey cukup lama, saat mendapat kabar saya naik jabatan, saya senang sekali. Tapi ternyata naik jabatannya adalah menjadi sekretaris anda jadi saya merasa sial,"


"Aku cabut kata-kataku, kau bohong saja dari pada jujur begitu,"


"Maafkan saya, Bos. Kalau begitu saya akan berbohong saja. Anda terlihat berwibawa sekali!"

__ADS_1


"Nah, itu jauh lebih baik!"


__ADS_2