
Keenan mempercepat mandinya, dia mengambil bathrobe untuk dia pakai. Perlahan tapi pasti dia melangkah keluar dari kamar mandi dan mencari Tessa.
Rupanya Tessa ketiduran di sofa, maklum saja Tessa tidak tidur sebelumnya dan kelelahan setelah upacara pernikahan mereka.
"Kenapa tidur di sini?" gumam Keenan. Dia berjongkok sambil mengelus rambut Tessa, dia masih tidak percaya gadis yang selama ini ada di dekatnya akan menjadi istrinya. "Aku mencari di mana cinta sejati bersamamu ternyata kau sendiri cinta senjatiku Tessa!"
"Percayalah padaku, aku pasti membuatmu bahagia!"
Keenan lalu berdiri dan menggendong Tessa untuk pindah ke atas ranjang. Saat dia membaringkan tubuh Tessa, bathrobe yang dikenakan istrinya itu naik ke atas.
Awalnya Keenan ingin membenahi bathrobe tersebut tapi dia sekilas melihat ada yang aneh jadi Keenan mengintip sedikit. Pupil mata Keenan membesar karena melihat lingerie seksi yang dipakai Tessa.
Keenan langsung memundurkan tubuhnya karena takut mimisan dan jantungan.
"Padahal Tessa ingin menggodaku tapi kenapa aku jadi begini?" Keenan mengacak rambut kasar.
Dia mondar mandir tidak jelas sambil berpikir apa yang harus dia lakukan sampai dia teringat kado dari Sebastian dan Luke.
Keenan bergegas mengambilnya, dengan ragu-ragu Keenan mencampur obat itu ke dalam air putih, saat dia akan meminumnya tiba-tiba ponsel Keenan berdering.
"Siapa?" gumam Keenan yang menaruh kembali air putih bercampur obat perangsang itu.
__ADS_1
Ternyata Pedro yang menghubunginya, ada keadaan darurat yang harus ditangani Keenan mengenai urusan kantor.
Keenan mengambil laptopnya dan meneliti file yang dikirimkan oleh Pedro. Dia harus menyelesaikan urusan itu secepatnya.
Tapi, ternyata tidak secepat seperti yang Keenan bayangkan.
"Emmh!" Tessa terbangun dan kaget karena mendapati dia yang ketiduran, dia mencari suaminya berada tapi justru mendapati Keenan yang duduk dan fokus pada laptopnya di balkon kamar. "Apa ada masalah?"
Tessa beranjak dari tempat tidur karena haus dia meminum segelas air yang ada di meja.
"Kee..." panggil Tessa kemudian. Dia mendekati suaminya.
"Ada apa?" tanya Tessa seraya duduk di samping suaminya.
"Urusan yang tidak bisa Pedro kerjakan sendiri," jawab Keenan.
Tessa menyender pada pundak Keenan. "Aku ketiduran karena semalam tidak bisa tidur!"
"It's okay. Kau memang butuh istirahat karena setelah ini kau harus bekerja keras!" Keenan menutup laptopnya karena pekerjaannya selesai.
Keenan memandang Tessa dan mata mereka beradu tapi buru-buru keduanya mengalihkan pandangan.
__ADS_1
Keadaan menjadi canggung sampai Tessa merasakan tubuhnya memanas.
"Ugh!" Tessa melenguh sambil mencengkram paha Keenan. "Kenapa jadi panas begini?"
"Panas? Ayo kita masuk ke dalam!" ajak Keenan sambil menggandeng tangan Tessa. "Aku atur suhu AC-nya dulu!"
Tessa duduk di tepi ranjang dan tanpa sadar membuka bathrobe yang dia pakai.
"Bagaimana sa--" Keenan tidak bisa melanjutkan pertanyaannya karena sekarang melihat Tessa yang memakai lingerie itu terpampang nyata di hadapannya.
Keenan melirik ke arah meja dan air putihnya yang bercampur obat perangsang sudah tidak ada. Sudah dipastikan Tessa yang telah meminumnya.
"Kee, panas!" Tessa terus mengeluh dengan gerakan yang menggoda.
Keenan menelan ludahnya. "Jadi, ini waktunya?"
Pedang panjang mode baper sudah tegak menantang sampai menonjol pada bathrobe yang Keenan pakai.
Tapi, badan Keenan menjadi kaku. Dia berdiri seperti patung di sana.
"Ya ampun sayang, kau pasti mengutukku, 'kan? Kenapa susah sekali menidurimu!" kesal Keenan.
__ADS_1