My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 89 - Black Panther Datang


__ADS_3

Silver menggerutu sebal karena setiap menghubungi Tessa atau Keenan, nomor ponsel keduanya tidak aktif.


Seminggu semenjak mereka kembali, Silver menunggu kedatangan mereka karena ingin membicarakan masalah resepsi pernikahan.


"Sepertinya aku harus ke apartemen Keenan," ucap Silver seraya memasang dasi suaminya.


"Masa cuti Keenan juga sudah habis, aku memeriksa ada beberapa laporan yang janggal saat kita semua tinggal ke Pulau Borgia," balas Grey yang beberapa hari ini kewalahan.


"Benarkah? Pantas saja kau pulang telat terus." Silver langsung memeluk suaminya karena lagi-lagi mereka akan berpisah dan bertemu malam harinya. "Mansion ini sepi, aku membutuhkanmu Grey!"


"Sabar Honey, aku masih belum bisa melepas perusahaan di tangan Keenan, saat Keenan sudah siap nanti, aku akan pensiun dan kita bisa tinggal di Indo sesuai keinginanmu," bujuk Grey.


"Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba," ucap Silver, dia berharap Keenan bisa lebih bertanggung jawab lagi.


Sepertinya Silver memang harus menemui Keenan dan Tessa di apartemen, setelah kepergian Grey, wanita itu bergegas pergi dengan membawa beberapa cemilan untuk menantunya.


"Apa yang sebenarnya begundal itu lakukan pada menantuku," gumam Silver saat dalam perjalanan.


Membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sampai di apartemen Keenan.


"Tunggu di bawah saja," ucap Silver pada sang supir.


Silver mencoba menghubungi Keenan lagi tapi nomor ponsel putranya tidak juga aktif. Dengan langkah cepat, Siver menuju ke unit apartemen Keenan.

__ADS_1


Saat sampai, Silver memencet bell dan menunggu cukup lama sampai pintu itu terbuka.


"Mommy!" seru Tessa saat melihat mertuanya datang, dia kira yang datang tadi adalah kurir makanan. "Kenapa tidak bilang kalau mau kemari?"


"Siapa yang nomor ponselnya tidak aktif, ya?" balas Silver menyindir.


Tessa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah tingkah.


"Ayo masuk, Mom!"


"Di mana Keenan?"


"Dia berada di kamarnya,"


"Kenapa kakimu?" tanyanya.


"Um, tidak apa-apa, Mom." Tessa duduk di kursi meja makan dengan memegangi punggung nya.


"Sepertinya aku tahu apa yang kau alami," ucap Silver setelah sadar jika tubuh Tessa dipenuhi oleh bekas percintaan bahkan gigitan.


"Dasar begundal gila!"


Silver bergegas mencari Keenan di kamarnya dan Tessa tidak mencegah sama sekali. Dia merasa terselamatkan, lebih baik dia mendengarkan omelan Silver dengan memakan cemilan.

__ADS_1


"Kee...." panggil Silver saat masuk kamar.


Dan sesuai dugaan, lelaki itu dengan bertelanjang dada menunggu Tessa di kamar.


"Mom, kapan datang? Di mana Tessa?" tanya Keenan.


Dari ekspresi Silver kelihatan marah sekali jadi Keenan berusaha menghindar saat Silver mendekat.


"Mau kemana kau, heh? Aku susah menghubungimu ternyata kau tengah menyiksa istrimu!" kesal Silver.


"Menyiksa bagaimana? Kami sedang membuat cucu untukmu, Mom," balas Keenan membela diri.


Merasa ada celah, Keenan berlari keluar dari kamar untuk mencari istrinya.


"Sayang..." panggilnya.


"Maaf, untuk kali ini, aku tidak bisa membantumu," sahut Tessa yang berada di meja makan. "Kau bahkan membuatku kelaparan seperti ini!"


Tapi, Keenan tidak peduli, dia tetap meminta perlindungan pada Tessa. Lelaki itu memeluk istrinya dan tidak akan melepasnya.


"Astaga, aku memarahimu, kau malah kabur!" gerutu Silver dengan menggelengkan kepalanya. "Kita harus bicara, ayo cepat ke ruang tamu!"


Keenan dan Tessa ke ruang tamu dengan Keenan yang terus memeluk istrinya.

__ADS_1


"Lepas istrimu Kee, kau tidak akan mati jika melepas pelukanmu, bukan?"


__ADS_2