My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 87 - Tidak Egois


__ADS_3

Sepertinya Tessa memang banyak melewatkan perubahan suaminya selama empat tahun ini. Tapi, membeli pakaian dalam untuk persediaan selama setahun, bukankah itu keterlaluan?


Tessa langsung menepuk jidatnya. "Setidaknya aku tidak perlu memikirkan masalah pakaian dalam suamiku, bukan?


Lebih baik Tessa menyusun barang-barangnya yang tidak seberapa itu.


Sementara Keenan sendiri tengah sibuk di dapur untuk membuat omelet telur yang sering dia masak.



"Kau yang membuatnya, Kee?" tanya Tessa tidak percaya.


Ibaratnya dulu menyalakan kompor saja Keenan tidak bisa, sekarang lelaki itu memasak?


Rasanya mustahil. Tessa sampai bertepuk tangan kagum walaupun masakan suaminya hanya berupa omelet. Kedepannya Tessa harus mempersiapkan diri untuk kejutan lainnya.


"Selama kau pergi, aku tinggal sendiri di apartemen ini, walaupun ada yang menyiapkan makanku tapi kadang aku juga belajar sendiri membuat makanan," jelas Keenan.


"Sekarang makanlah!"


Tessa mengambil garpu dan pisau yang disediakan untuk memakan omelet itu. Mata Tessa berbinar karena rasanya yang enak.

__ADS_1


"Aku kagum kau tidak memasukkan gula di dalam omeletnya," komentar Tessa.


Keenan mendengus sebal karena Tessa yang terus meragukannya.


"Tapi, ini omelet terenak yang pernah aku makan, terima kasih," ucap Tessa lagi. Kali ini Tessa mengecup pipi Keenan yang duduk di sampingnya.


Sungguh Keenan ingin menerjang Tessa saat itu juga tapi Keenan berusaha menahan dirinya. Dia memilih untuk pergi ke gym untuk berolah raga.


"Dia kenapa, ya?" tanya Tessa yang bingung akan sikap Keenan.


Tessa tidak mau mengganggu Keenan jadi dia memilih untuk membasuh piring kemudian kembali ke kamar.


Di dalam kamar, Tessa terpaku oleh foto yang ada di atas nakas. Foto itu adalah potretnya dengan Keenan.


Tessa jadi berinisiatif untuk menggoda Keenan lagi malam ini, mungkin dengan begitu Keenan akan berhenti untuk menghindarinya.


Dia melepas pakaian dalamnya kemudian mengenakan gaun tidur yang minim.


Dengan berdebar Tessa berbaring di atas ranjang menunggu Keenan kembali.


"Ya ampun, kenapa jantungku berdebar tak karuan begini?" gumam Tessa dengan mengatupkan kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Sampai akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba juga, Keenan yang selesai berolah raga masuk ke kamar. Lelaki itu segera membersihkan dirinya sebelum menyusul Tessa tidur.


Beberapa menit berlalu, Keenan sudah selesai mandi dan hanya mengenakan celana pendek saja.


Saat dia ingin berbaring, Keenan melihat gaun tidur istrinya yang naik ke atas. Bahkan Keenan bisa melihat lekuk tubuh Tessa karena gaun itu yang sangat tipis.


Tessa yang pura-pura tidur, berharap Keenan akan meraba tubuhnya tapi justru Keenan menaikkan selimut untuk menutupi tubuh istrinya.


"Apa?" batin Tessa menjerit. Dia langsung membuka matanya. "Kenapa?"


"Kau ternyata belum tidur sayang?" tanya Keenan balik.


"Kita baru menikah beberapa hari tapi kau sudah tidak bernafsu padaku?" Tessa langsung mendudukkan dirinya.


Keenan mengalihkan pandangan, enggan menatap Tessa. "Bukan begitu!"


"Bukan begitu bagaimana? Dari sebelum kita kembali, kau terus berusaha menghindariku," protes Tessa.


"Itu karena aku tidak mau menyakitimu, terakhir kali kita melakukannya, aku sudah membuatmu sakit, aku sangat menginginkanmu sampai batas yang sulit untuk dibayangkan," jelas Keenan.


Tessa mendekat dan meraup wajah Keenan dengan kedua tangannya. "Jadi, kau menahan diri karena khawatir padaku?"

__ADS_1


"Hm, aku tidak mau egois karena saat melakukannya denganmu, aku tidak mau berhenti!" balas Keenan.


__ADS_2