My Naughty Boss

My Naughty Boss
Bonchap 3 - Ethel dan Gretel


__ADS_3

Keenan terus tersenyum mengingat percintaan panasnya tadi pagi. Saat Keesa yang lama mengendap lalu akhirnya keluar, rasanya sungguh luar biasa.


"Sepertinya suasana hatimu sedang baik, Bos," tegur Pedro.


"Ya begitulah, kalau begini aku bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat," balas Keenan.


"Kalau begitu, saya permisi dulu." Pedro ingin kembali ke ruangannya.


"Oh iya, Ped. Jam makan siang nanti aku ingin keluar untuk menemui grandma Kate," ucap Keenan sebelum Pedro menghilang.


"Baiklah, Bos."


Setelah itu, Keenan mencoba menghubungi Kate. Keenan berharap Kate ada di mansionnya hari ini karena biasanya nenek sosialita itu begitu aktif dan sibuk.


"Hallo, grandma?"


"Kee? Ada apa?"


"Aku ingin makan siang bersama grandma hari ini,"


"Ada angin apa ini?"


"Aku ingin membahas sesuatu,"


"Baiklah, grandma tunggu di mansion,"


Akhirnya sesuai harapan, Keenan segera menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa pergi tepat waktu.


Sementara Kate mempersiapkan menu kesukaan Keenan di mansionnya. Keenan jarang berkunjung karena sibuk pasti ada sesuatu yang penting.


Saat jam makan siang tiba, Keenan datang tepat waktu dengan membawa karangan bunga.

__ADS_1


"Semenjak menikah kau jadi cucu so sweet, Kee," komentar Kate.


"Ini bukan apa-apa, aku bisa membelikan grandma toko bunganya sekalian," sahut Keenan menyombongkan diri.


"Ternyata setelah jadi Presdir tingkat sombongmu itu semakin naik level," balas Kate yang berjalan menuju meja makan.


Kate meminta pelayan untuk memasukkan bunga yang Keenan bawa ke vas bunga.


"Makan dulu baru kita bicara," ucap Kate kemudian.


"Grandpa di mana?" tanya Keenan.


"Nick ada urusan bersama Mich," jawab Kate yang menyebutkan nama anak tirinya.


Keenan tidak mau banyak bertanya lagi, dia memilih makan supaya urusannya cepat selesai.


"Jadi, ada masalah apa? Tessa baik-baik saja, 'kan?" tanya Kate setelah selesai makan hidangan utama.


"Sebenarnya bukan Tessa tapi calon anak-anakku, mereka tidak seperti calon bayi lainnya. Tessa tidak mengalami mual atau muntah dan juga tidak meminta sesuatu yang aneh-aneh," jelas Keenan.


"Justru bagus lah, itu tandanya calon anak-anakmu memang pengertian," sahut Kate yang merasa hal itu adalah sesuatu yang sepele.


"Bukan begitu, Grandma. Aku hanya takut mereka tidak berkembang dengan baik," ucap Keenan mengeluarkan isi hatinya.


"Katakan mereka tidak berkembang dengan baik, apa kau akan menolaknya?" tanya Kate mulai mengerti.


"Tentu saja aku tetap menerima pemberian Tuhan dengan suka cita," jawab Keenan menggebu-gebu.


"Lantas apa masalahnya? Tidak ada yang perlu kau khawatirkan,"


"Aku hanya kasihan pada mereka jika hal itu terjadi,"

__ADS_1


"Jangan mendahului Tuhan, Kee. Berpikirlah positive, bukankah Tessa sudah menjalani pengobatan dengan baik?"


Keenan menganggukkan kepalanya, sepertinya dia memang harus menyingkirkan pikiran tidak berguna itu.


"Sebenarnya, aku ingin minta bantuan pada Grandma secara kan Grandma sosialita," ucap Keenan.


"Bantuan apa?" tanya Kate penasaran.


"Aku ingin semua keperluan bayi-bayiku dibeli dan dipesan khusus seperti bayinya ratu Inggris," jawab Keenan yang membuat Kate sampai tersedak.


"Grandma pasti bisa mengaturnya, 'kan?"


"Apa kau yakin? Aku dulu memang tergila-gila dengan barang mewah sampai cucu-cucuku harus seperti bayi sultan tapi aku tidak berpikir harus seperti bayinya ratu Inggris,"


Kate menepuk jidatnya karena Keenan lebih parah dari dirinya.


"Aku yakin kau pasti sudah menyiapkan nama untuk bayi kembarmu, 'kan?"


"Tentu saja, namanya Ethel dan Gretel. Setiap barang-barang mereka harus tersemat nama mereka supaya tidak tertukar nantinya Grandma,"


_


Author : Yaelah Kee, lu kritis amat jadi calon bapak


Keenan : Terserah gua lah, Thor. Gua kan kaya


Author : Iyain aja deh, anggap umur segitu emang lucu-lucunya


Keenan : Gua itu semangat jadi calon daddy twin, lu kenapa sih, Thor?


Author : Nyerah gua debat sama lu, Kee😭

__ADS_1


__ADS_2