My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 101 - Boss Keenan


__ADS_3

Tessa duduk di closet kamar mandinya di apartemen, di tangannya dia memegang alat tes kehamilan dan sedang menunggu hasilnya.


"Apa ini maksudnya?" gumam Tessa saat melihat hasil dari alat tes kehamilan itu.


Ada dua garis merah tapi yang satunya samar-samar. Tessa menghitung dari kapan dia melakukan hubungan pertama kali dengan suaminya. Dan memang waktunya dia menstruasi bulan ini. Karena saat dia datang ke Pulau Borgia, Tessa baru selesai datang bulan.


"Sudah satu bulan, 'kan?" Tessa terus menghitung kemudian dia berdiri dan membuang alat tes kehamilan itu. "Mungkin terlalu cepat!"


Tessa berpikir jika dia belum hamil dan hanya telat datang bulan saja.


"Bagaimana stroller baby dan barang lainnya yang aku beli tadi?"


Karena banyaknya diskon, Tessa sampai lupa diri, dia membeli stroller baby dan peralatan bayi lainnya dan semuanya serba dua karena berharap mempunyai anak kembar.


"Sepertinya harus disimpan dulu!" Tessa akhirnya mendorong stroller baby ke gudang dengan barang-barang lainnya yang sudah terlanjur dia beli.


Kemudian, Tessa pergi ke dapur dan menyusun semua belanjaan bahan makanan. Dia akan membuat makan malam romantis malam ini.


Sementara di kantor, Keenan melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk. Dia harus pulang cepat malam ini.

__ADS_1


"Bos..." panggil Pedro yang baru saja datang.


Keenan melirik ke arah Pedro sejenak. "Bagaimana? cctv aman, 'kan?"


"Aman, Bos. Tapi, sebaiknya lain kali jangan lakukan di dalam lift begitu," sahut Pedro yang kewalahan sebelumnya. Dia berlari ke departemen IT yang mengurus masalah cctv saat Keenan masuk ke dalam lift. Dia harus mematikan cctv dan menahan lift cukup lama.


"Kau mau mengajariku, ya?" ketus Keenan. "Kau saja tidak pernah jatuh cinta!"


"Tapi, kau memang dilarang jatuh cinta sebelum aku menempati posisi Presdir!"


Pedro sepertinya harus menerima nasibnya menjadi jomblo.


"Daddy sudah kembali?"


Grey memang baru melakukan perjalanan bisnis beberapa hari yang lalu.


"Aku akan menemuinya!" Keenan berdiri dan pergi ke ruangan Grey berada.


Di dalam sana, Grey tampak serius mengamati sebuah dokumen yang baru dia dapatkan saat kembali ke kantor.

__ADS_1


"Kapan daddy kembali?" tanya Keenan yang langsung duduk di depan meja sang daddy.


Tanpa banyak kata, Grey memberikan dokumen yang baru dia dapatkan itu pada Keenan.


"Aku sudah menduganya, ada pengkhianat di bagian departemen keuangan. Data-data keuangan perusahaan bocor dan rencana penawaran dengan tender besar gagal, kita mengalami kerugian yang tidak main-main," jelas Grey tanpa mau basa-basi.


Keenan menerima dokumen itu kemudian mempelajarinya. Dan benar kata Grey, perusahaan mengalami kerugian besar sekali.


"Sial!" umpat Keenan karena kecolongan hal semacam itu.


"Aku memberimu tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini, Kee. Saat kau mampu menyelesaikannya, kursiku akan menjadi milikmu," ucap Grey yang ingin tahu bagaimana cara Keenan menyelesaikan masalah besar.


Keenan menghela nafasnya, dia harus bisa menyelesaikan masalah itu secepatnya dan menangkap pengkhianat yang berani membuat tindakan bodoh.


"Baiklah, percayakan padaku, Dad!" ucap Keenan percaya diri.


Keenan tidak boleh gegabah, dia harus menyelidiki sampai ke akar-akarnya. Siapa saja kompromi-kompromi itu dan pada siapa mereka menjual data penting perusahaan.


"Seharusnya mereka berpikir seribu kali sebelum melakukannya, mereka selama ini meremehkanku, bukan? Kalian harus melihat Keenan yang sesungguhnya," ucap Keenan berapi-api.

__ADS_1


__ADS_2