
Grey dan Pedro menyusul ke tempat Keenan berada, mereka melihat Keenan yang sudah sadar di sana.
"Sepertinya dia terkena penyakit halusinasi tinggi," ucap Arse saat melihat menantunya.
Grey menggelengkan kepalanya. "Lebih baik dia jadi mayat hidup saja seperti sebelumnya biar tidak banyak tingkah!"
"Ayo Ped! Gunakan Seksi sekarang juga!"
Pedro mengeluarkan Seksi dan siap menyetrum Keenan yang membuat lelaki itu langsung sadar jika dia masih hidup kemudian Keenan berteriak di ruang UGD.
"Ampun!!"
Di ruangan lain, Silver memeriksa suhu tubuh Tessa yang sepertinya mengalami demam.
"Panas, Mom," ucap Silver pada Bianca sang mommy.
"Kita sambil kompres saja," sahut Bianca memberi solusi.
Silver mempersiapkan air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Tessa supaya mengurangi demam gadis itu.
"Apa benar Keenan mau menikahi Tessa? Menjaga kekasihnya sendiri saja tidak mampu," komentar Bianca setelah tahu semua ceritanya.
"Tapi memang sih cara jatuh cinta keluarga kita terbilang aneh jadi wajar saja Keenan begitu," tambahnya.
__ADS_1
Silver terkekeh. "Ya, begitulah. Sebenarnya aku juga ragu, Mom. Tapi apa salahnya kita mempercayai Keenan, siapa tahu dia akan lebih bertanggung jawab setelah menikah!"
"Aku tidak bisa berkata banyak karena bukan aku yang menjalani pernikahan nantinya. Tapi, aku yakin mereka akan bisa menjalani setiap cobaan pernikahan," balas Bianca yang tidak mau ikut campur.
"Mereka sebelumnya sudah diuji selama empat tahun terpisah. Aku juga yakin mereka tidak mau kehilangan lagi satu sama lain," ucap Silver.
_
_
_
_
Karena kondisi Keenan membaik, lelaki itu tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit. Hanya Tessa saja yang di rawat karena kondisinya demam.
Dia ingin membuat kencan yang berkesan tapi justru sebaliknya.
"Tessa belahan jiwaku jadi sakit," tambahnya.
Keenan duduk seorang diri di ruang tunggu karena semua anggota keluarga kembali ke penginapan. Mereka menyambut keluarga lain yang baru datang, mereka juga akan sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Raphael serta pernikahan Keenan dan Tessa yang serba dadakan.
"Bos, lebih baik makan dulu!" Pedro memberikan kotak yang berisi makanan yang baru dibelinya dadi kantin rumah sakit.
__ADS_1
Keenan memicingkan matanya pada Pedro karena mengingat dia yang telah menggunakan Seksi terlalu berlebihan pada tubuhnya.
"Aku tidak mau makan kalau Tessa belum sadar, aku ingin makan berdua dengan belahan jiwaku," tolak Keenan tegas.
"Kau kembali saja ke penginapan!"
Pedro menaikkan kedua bahunya, dia tidak akan memaksa tapi Pedro menaruh kotak makan itu di kursi sebelum pergi.
Setelah kepergian Pedro, Keenan masuk ke ruang rawat Tessa. Di sana Tessa belum membuka matanya yang membuat Keenan merasa khawatir.
Keenan mendekat dan menggenggam tangan gadis itu.
"Tanganmu masih dingin," ucap Keenan sambil menggosok-gosok telapak tangan Tessa supaya jadi hangat.
Begitu terus Keenan lakukan sampai Tessa mulai membuka matanya perlahan.
"Tessa..." Keenan langsung berdiri karena kesenangan. "Akhirnya kau sadar juga!"
"Apa kita selamat?" tanya Tessa sambil mengingat keadaan terakhir mereka.
"Iya, kita selamat," sahut Keenan seraya membelai pipi gadis itu. "Maafkan aku, aku jadi membuatmu trauma lain kali kau bisa memilih gaya kencan yang kau inginkan!"
Tessa tersenyum tipis karena merasa aneh, dia masuk rumah sakit karena gaya kencan ala Kim Kee Nan.
__ADS_1
"Jadi, kau masih mau menikah denganku kan Tessa?" tanya Keenan memastikan.
Sampai sekarang Keenan belum mendengar ungkapan cinta Tessa padanya. Dan keluarganya sudah mempersiapkan pernikahan mereka kalau Tessa tiba-tiba menolak, apa kata dunia?