
Jika Keenan dan Tessa sibuk menyiapkan rencana baby moon mereka, lain hal dengan Pedro yang gelisah karena bingung ingin mengajak seorang gadis kencan.
Pedro mondar-mandir tidak jelas dengan matanya yang terus menatap ponselnya di atas meja.
"Come on, Ped! Kau saja bisa menjadi pemandu kencan bosmu, seharusnya kau bisa melakukan kencan sendiri," ucapnya menyemangati diri sendiri.
Kemudian Pedro meraih ponselnya dan mendial nomor dengan kontak nama Mishel.
Tapi, dia kembali gugup lagi dan merasakan jantungnya yang berpacu dengan cepat.
"Apa ini yang dirasakan bos Keenan dulu?" batinnya.
Sekarang Pedro tahu kenapa Keenan dulu bisa terlihat aneh karena gejala jatuh cinta. Ini semua berawal saat ada sekretaris baru yang masuk ke perusahaan.
Awalnya Pedro biasa saja melihat Mishel sampai suatu ketika, dia tidak sengaja melihat gadis itu minum di pantry dan menumpahkan minumannya di bajunya.
Pedro menjadi pahlawan kesiangan yang meminjamkan jasnya untuk gadis itu.
"Bukannya jasku belum dikembalikan?" Pedro jadi memiliki ide untuk bertemu dengan Mishel.
Karena takut salah bicara saat melakukan panggilan telepon, Pedro memilih mengetik pesan untuk Mishel, setelah dirasa kalimatnya terangkai dengan tepat barulah Pedro mengirimnya.
Pedro : Selamat malam, Mishel. Apa kau sibuk malam ini, aku ingin menanyakan jasku.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, Mishel membalasnya.
Mishel : Oh, astaga. Aku lupa! Apa kau ingin memakainya besok, Ped?
Mereka memang tidak berbicara formal karena Pedro yang memintanya.
Pedro : Iya, apa kita bisa bertemu malam ini?
Mishel : Baiklah
Akhirnya mereka bertemu di salah satu kafe yang letaknya dekat dengan tempat tinggal Mishel. Malam itu, Pedro berpenampilan rapi sekali sementara Mishel justru hanya memakai piyama tidur yang terbungkus jaket.
"Aku buru-buru jadi tidak sempat ganti baju," ucap Mishel seraya memberikan Pedro sebuah paperbag. "Aku sudah mencucinya dengan bersih, terima kasih dan maaf karena lupa mengembalikan!"
"Ehem!" Pedro berdehem supaya terlihat berwibawa. "Sepertinya aku tidak menerima permintaan maafmu!"
"Kau harus menebusnya dengan menemaniku makan di kafe ini," pinta Pedro modus.
"Tapi bajuku..."
"Tidak perlu baju bagus untuk makan!"
Karena Pedro terus memaksa akhirnya Mishel menemani makan Pedro malam itu.
__ADS_1
Walaupun terkesan memaksakan kehendak dengan modusnya, Pedro menganggap malam itu dia dan Mishel sudah melakukan kencan.
"Oh iya, weekend ini ada denda tambahan, bos Keenan akan melakukan baby moon jadi kau harus ikut denganku mengawalnya," ucap Pedro saat selesai makan.
"Mengawal bos Keenan? Bukannya bos Keenan akan pergi berdua dengan istrinya?" tanya Mishel.
"Maksudku, kau ikut berjaga denganku, kalau sewaktu-waktu bos Keenan meminta sesuatu, kita harus siap menerima perintahnya dan itu dianggap lembur," jelas Pedro.
Mendengar lembur, mata Mishel langsung berbinar karena artinya dia akan mendapat gaji tambahan. Mishel tidak menyadari jika itu adalah cara Pedro melakukan pendekatan bahkan bonus itu akan dia berikan dari uang pribadinya.
Semenjak malam itu, hubungan Pedro dan Mishel menjadi dekat. Pedro yang biasanya ogah-ogahan kerja jadi bersemangat dan memperhatikan penampilannya.
"Kopimu, Bos!" seru Pedro seraya meletakkan kopi pesanan Keenan di mejanya.
"Kau tampak cerah sekali," komentar Keenan.
Pedro mengelus rambutnya. "Saya sedang LDR, Bos!"
"Long distance relationship?" tanya Keenan memperjelas.
"Bukan tapi LDR itu adalah Lemah Dalam Rindu!" jawab Pedro yang tidak sabar bertemu dengan Mishel hari ini.
_
__ADS_1
Awal bulan akan launching cerita Raphaelo, ikutin ya onty2 online mapia cilik kitaš¤