
Keenan akhirnya terbangun juga tapi dia tidak mendapati Tessa di dalam tenda. Lelaki itu langsung panik bukan main.
"Tessa..." panggil Keenan sambil membuka tenda.
Di luar masih hujan dan Keenan melihat Tessa yang bermain hujan di luar.
Tessa berlarian dan menari di tengah hujan, gadis itu bukannya sengaja tapi dia ingin mandi akhirnya Tessa memutuskan untuk mandi air hujan saja.
"Tessa, apa yang kau lakukan? Ayo cepat masuk!" seru Keenan.
Tapi, suara Keenan rupanya tidak terdengar di telinga Tessa.
Dengan terpaksa, Keenan akhirnya menyusul Tessa. Saat dia sudah dekat dengan gadis itu, Keenan mencekal tangan Tessa, otomatis badan Tessa memutar ke arah Keenan.
"Kau sudah bangun?" tanya Tessa.
Kini tubuh keduanya sudah basah kuyup.
"Ayo sekalian saja mandi hujan bersama!" ajak Tessa kemudian.
"Oh, jadi kau sedang mandi hujan? Biar aku yang memandikanmu kalau begitu!" Keenan membalik tubuh Tessa dan menempelkan punggung gadis itu ke dadanya.
Keenan mengangkat satu kaki Tessa dan mengelus pahanya.
"Jangan mencuri kesempatan, ya?" Tessa mencekal tangan Keenan yang nakal.
__ADS_1
"Kau kan calon istriku jadi kita harus sering kontak fisik supaya setelah kita menikah tidak kaku," ucap Keenan yang mengandung sejuta modus.
"Seingatku aku belum menjawab dan setidaknya lamarlah aku secara benar," protes Tessa.
"Kita masuk ke tenda saja nanti aku lamar dengan benar di sana!" Keenan takut mereka akan jatuh sakit jika berlama-lama mandi hujan.
Beruntung Tessa menurut, gadis itu juga sudah merasa kedinginan. Tapi, saat mereka kembali ke tenda, mereka bingung bagaimana caranya berganti baju.
"Kita saling membelakangi, okay." Tessa memberikan usul.
Mereka mengambil pakaian ganti dan melepas baju mereka yang basah secara perlahan. Keduanya saling membelakangi tapi Keenan mencoba mengintip Tessa.
Saat dia menoleh ke belakang, Tessa tengah kesulitan memasang bra.
"Bra ini ukurannya kecil, sepertinya tidak muat," sahut Tessa.
Dan benar saja karena Tessa memaksa jadi talinya putus.
"Aish, sebenarnya ini bra merk apa? Kenapa bisa langsung putus begini?"
Karena kesal, Tessa tanpa sadar membalik badannya yang membuat buah dadanya terpampang nyata.
CROTTTTTT!!!
Keenan sampai mimisan melihatnya.
__ADS_1
"Bos!" pekik Tessa.
Tessa ingin mendekat tapi Keenan melarangnya. Dia mencoba membersihkan mimisannya sendiri.
"Sial, sial, sial. Tubuh ini semakin rusak semenjak jatuh cinta!" umpat Keenan dalam hatinya.
Sepertinya Tessa mulai mengerti apa yang terjadi pada Keenan. Dia mencoba membantu lelaki itu.
"Sepertinya ide kontak fisik itu tidak terlalu buruk," ucapnya.
Keenan mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.
"Mungkin kalau kita sering kontak fisik maka tubuhmu akan terbiasa jadi tidak merespon berlebihan begitu," jelas Tessa. Gadis itu meraih satu tangan Keenan dan menaruhnya di dadanya.
Benar juga kalau Keenan terus-terusan begitu, bagaimana saat mereka menikah?
Akhirnya Keenan meremas buah dada Tessa kemudian dia mencoba bermain dengan indera pengecapnya di sana.
"Sepertinya sudah cukup!" Tessa mendorong kepala Keenan. "Kontak fisiknya cukup sampai di sini saja, cepatlah memakai baju!"
Tessa menjauhkan diri karena wajahnya memerah, dia jadi merutuki dirinya sendiri karena ide kontak fisik itu sangat menguntungkan Keenan.
Hujan belum juga reda, Keenan dan Tessa duduk menempel dengan mereka yang membungkus diri mereka memakai selimut.
"Aku sudah katakan, gaya kencan seperti ini tidak efisien!" Tessa semakin kesal.
__ADS_1