My Naughty Boss

My Naughty Boss
Bonchap 16 - Detik-Detik


__ADS_3

Mendapat pertanyaan itu, Keenan langsung mengecup kepala Tessa. Dia sadar apa yang dimaksud istrinya.


"Kau semakin seksi, bagaimana mungkin kau tidak menarik," ucap Keenan dengan terus menggosok rambut Tessa.


"Tapi..." Tessa mengusap-usap perutnya.


"Aku tidak mau egois, aku menyadari satu hal jika membangun rumah tangga yang harmonis tidak melulu dengan hubungan intim," jelas Keenan.


"Bukankah kita baik-baik saja tanpa berhubungan sekss?"


Tessa menganggukkan kepalanya.


"Yang penting kita saling percaya karena itu mahal harganya lagipula aku juga merasa malu," ungkap Keenan.


"Malu kenapa?" tanya Tessa.


"Aku sudah begitu egois merusak tubuhmu rasanya tidak pantas untuk meminta lebih sementara aku tidak bisa membalas dengan balasan yang setimpal," jawab Keenan.


Keenan membasuh rambut Tessa yang membuat perempuan itu membalik badannya.


"Aku tidak merasa dirugikan jadi jangan berpikir seperti itu, aku justru bahagia bisa mengandung dua bayi sekaligus," balas Tessa.


Tessa mengalungkan kedua tangannya pada Keenan. "Baiklah kalau begitu, karena suamiku tidak mau menyentuhku sekarang biarkan aku menyentuhmu!"


"Ini waktu yang tepat untuk memulai gaya katak bertelur, kau sangat tahu kan saat katak betina akan bertelur, katak jantan akan membantunya," sambungnya.

__ADS_1


"Itu kan gaya master piece ku," ucap Keenan.


"Kalau begitu...." Tessa menggeser tubuhnya, beruntung bath up yang ada di kamar mandi cukup besar. "Ayo masuk kesini!"


Keenan menelan ludahnya, dia sudah menutup pabriknya selama beberapa bulan ini jadi pastilah pedang panjangnya langsung bereaksi melihat Tessa yang menggodanya.


Pertahanan Keenan akhirnya runtuh juga, dia membuka baju dan ikut masuk ke dalam bath up. Dia memposisikan diri di belakang Tessa karena berperan sebagai katak jantan.


"Kee..." Tessa meraih tangan Keenan dan menempelkannya di perutnya. "Akhir-akhir ini mereka jarang bergerak, hari ini hanya satu kali karena karena aku yang memikirkan dan merindukanmu!"


"Benarkah? Apa sudah konsultasi pada dokter?" Keenan jadi mencemaskan keadaan bayi-bayinya.


"Kalau begini terus bisa-bisa kelahiran mereka dipercepat," balas Tessa.


"Aku takut," ungkap Tessa.


Keenan memeluk Tessa dari belakang supaya tenang. "Tidak apa-apa, aku akan selalu di sampingmu, kita membuatnya sama-sama jadi aku tidak akan melewatkan kelahiran mereka!"


Kemudian Keenan mencium istrinya dengan lembut sampai ciuman itu akhirnya berubah menjadi ciuman panas dan liar, mereka mencurahkan kerinduan yang begitu mendalam.


"Sayang..." Keenan tidak tahan lagi, dia meminta Tessa menaikkan sedikit bokongnya supaya pedang panjangnya bisa masuk dan membuka pabrik Keesa lagi.


Tessa menurut dan terjadilah penyatuan di dalam kamar mandi itu. Mereka begitu menikmati percintaan mereka sampai Tessa mengalami keram saat mendapat pelepasannya.


"Eugh!" Tessa yang melemah jadi melenguh menahan sakit.

__ADS_1


Tapi, dia tidak mau menunjukkan rasa sakit itu terlalu berlebihan karena takut suaminya akan panik.


"Kee, bantu aku keluar dari bath up," pintanya kemudian.


Keenan mengambil handuk kimono dan memasangnya pada tubuh Tessa. Lalu dia membantu Tessa keluar dari bath up dan duduk di sofa kamar.


"Sekarang hubungi dokter kandunganku dan minta dia bersiap-siap, ya," pinta Tessa lagi.


Tessa berusaha tersenyum walaupun perutnya sakit. "Aku sepertinya mau melahirkan!"


Pupil mata Keenan melebar mendengar itu, dia langsung berjongkok di depan istrinya. "Apa aku bermain terlalu keras?"


"Tidak, mungkin memang sudah waktunya, kehamilan kembar memang biasanya lebih cepat dari pada perkiraan," jelas Tessa.


Waktu sudah cukup terbuang jadi Keenan bergegas meminta baby sitter untuk menyiapkan keperluan yang harus dibawa, dia juga meminta para pelayan dan penjaga untuk membantunya membawa Tessa masuk ke dalam mobil.


Di perjalanan menuju rumah sakit, Keenan menyempatkan untuk menghubungi keluarganya.


Sementara di rumah sakit, kedatangan Tessa sudah ditunggu oleh dokter kandungan yang biasa menangani Tessa dan beberapa perawat untuk membantu proses melahirkan.


"Biarkan saya periksa keadaan nyonya terlebih dahulu," ucap dokter itu saat Tessa sampai.


Setelah beberapa pemeriksaan ternyata Tessa bisa melahirkan secara normal karena jalan lahir yang sudah terbuka.


"Ini pasti karena gaya katak bertelur," gumam Keenan yang kalut.

__ADS_1


__ADS_2