
Tanpa ada acara pengesahan menantu, rasanya memang sudah aneh.
"Jadi, apa aku akan memakan seblak juga?" tanya Tessa.
"Kita lihat saja nanti!" Keenan menarik tangan Tessa dan pergi ke taman penginapan untuk bergabung bersama keluarganya.
Di taman itu ramai karena Axe sudah siap dengan semangkuk seblak di atas meja.
"Ayo cepat makan!"
"Makan!"
"Makan!"
"Makan!"
Semuanya menyoraki Axe supaya cepat memakan seblak itu. Sementara Axe sendiri meragu karena melihat kuah seblak yang begitu merah.
"Demi Flo dan Raphaelo, aku pasti bisa," ucap Axe seraya mengangkat sendoknya. Dia akan mencoba rasa kuahnya terlebih dahulu.
Lidah Axe yang tidak terbiasa menyantap makanan pedas tentu saja merasa seperti terbakar.
"Apa ini makanan untuk penebusan dosa?" batin Axe yang peluhnya sudah bercucuran.
Tapi, dia tidak akan menyerah. Axe mencoba memakan kerupuk seblak yang baru pertama kali dilihatnya.
Sebenarnya rasanya enak kalau memang pecinta pedas tapi karena Axe tidak terbiasa dia jadi kewalahan.
"Cukup, jangan memaksakan diri. Biar aku yang memakannya untukmu," ucap Flo yang tidak tega melihat suaminya.
__ADS_1
"Darling..." Axe memeluk Flo di sana. Flo memang istri yang tidak tergantikan.
Keenan yang baru ikut bergabung jadi mempunyai ide supaya Tessa semakin kagum padanya.
"Di mana seblak Tessa? Aku juga ingin memakannya untuk belahan jiwaku," ucap Keenan.
"Belahan jiwa?" geram Silver yang menarik Tessa supaya menjauh dari putranya. "Tidak ada acara pengesahan untuk Tessa. Come on girls, kita harus membawa Tessa memilih gaun pesta!"
Para wanita membawa Tessa menjauh yang membuat Keenan tertinggal di sana. Dia harus menghadapi para lelaki dari keluarganya.
"Jadi, kau benar-benar siap menikah?" tanya para sepupunya.
Keenan menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh. "Tentu saja, aku bukan seperti kalian yang pacaran bertahun-tahun lamanya dan tidak menikah-menikah!"
"Bilang saja, kau takut Tessa kabur!"
_
_
_
_
Acara ulang tahun Raphael dirayakan di pusat perbelanjaan yang dibangun oleh Keenan. Di sana mereka mengundang anak-anak dari penduduk lokal supaya ikut memeriahkan pesta.
"Pestanya membosankan, ayo kita kabur saja!" Keenan memberi usul pada sepupu-sepupunya padahal dia ingin menculik Tessa.
Semenjak kemarin, Keenan kesulitan untuk menemui calon istrinya apalagi ada Grandma Kate [ emaknya Grey ] yang bersemangat mempersiapkan acara pernikahan mereka.
__ADS_1
"Ini itu acara untuk anak-anak nanti kita bisa melakukan pesta sungguhan kalau aku sudah menikah," ucap Keenan terus mengompori.
Pada saat itu, Tessa tengah berdiri dan bertepuk tangan bersama para sepupu-sepupu wanita. Mereka tengah menonton anak-anak yang bermain games untuk memperebutkan hadiah.
Dari arah belakang, Tessa merasa ada yang menepuk pundaknya. Saat dia menoleh orang yang menepuk itu memberikan sepucuk surat.
"Apa ini?" tanya Tessa seraya membuka surat itu.
Tessa mengernyit karena isi surat itu seperti sebuah peta. Karena proyek pusat perbelanjaan itu Tessa ikut andil jadi dia tahu peta yang dimaksud dalam isi surat. Dan sudah dipastikan semua itu ulah Keenan.
"Ide gila apa lagi yang dia rencanakan?" gumam Tessa.
Diam-diam Tessa menjauh dan berjalan mengikuti arahan dari peta.
Tessa naik ke dalam lift menuju lantai paling atas. Di sana terlihat sepi mungkin Keenan memang sengaja mengosongkan tempat itu karena memang lantai atas adalah tempat untuk operasional pusat perbelanjaan tersebut.
"Kee..." panggil Tessa mencari calon suaminya berada.
_
_
_
_
Keluarga Bangkee itu banyak banget jadi gak disebutin nama2nya biar gak bingung dan biar fokus aja sama Bangkee-nya.
Author mau sat set sat set, pokoknya temenin terus Bangkee sampe jadi CEO sejati. Eh, bukan CEO deng tapi Presdir😅
__ADS_1