
Tidak bisa dibiarkan, Pedro segera mengeluarkan Seksi dari kantongnya. Dia mengarahkan Seksi pada Keenan supaya bosnya itu segera sadar.
"Kau sepertinya harus ke toilet, Bos!" Pedro memberi isyarat itu. Kalau Keenan tidak juga peka, dia akan langsung menyetrum bosnya itu di depan Tessa.
Beruntung Keenan merespon cepat, lelaki itu menganggukkan kepala dan berdiri. Keenan menuju toilet dengan Pedro yang mengekorinya dari belakang.
"Babubibububababa...." Keenan berbicara di depan cermin seraya mengetes suaranya. "Hai, Tessa!"
"Bagaimana kabarmu? Kau kelihatan sangat cantik malam ini," tambahnya.
"Nah, itu bisa!" seru Pedro yang melihat semuanya. "Itu sama persis seperti latihan kita, Bos!"
"Tapi, kenapa yang keluar justru bahasa dunia antah berantah?"
Keenan langsung memicingkan matanya pada Pedro, dia sampai menarik kerah baju Pedro dan membenturkan tubuh sekretarisnya itu ke dinding toilet.
"Itu sangat memalukan, jangan pernah lepas Seksi dari sisimu!?" geram Keenan yang menjadikan Pedro pelampiasan.
"I--iya, Bos." Pedro menangis dalam hatinya. "Untung gajiku besar!"
Sementara Tessa sendiri berdiri di pagar pembatas kapal sambil melihat lautan lalu dia memejamkan matanya. Dia masih tidak menyangka jika Keenan merencanakan ini semua.
Tessa jadi teringat kata-kata Kevin sebelumnya jika Keenan benar-benar menyukainya. Wajahnya langsung memerah seketika.
"Kee, benarkah itu?" gumamnya.
__ADS_1
Sedetik kemudian dia merasa ada seseorang yang ikut berdiri di sampingnya. Otomatis Tessa menoleh dan ternyata orang itu adalah Keenan.
Keenan dan Tessa saling memandang kemudian mereka tertawa bersama karena mengingat tingkah bodoh mereka sebelumnya.
"Hahaha... aku harap tidak ada yang merekam acara kencan aneh itu," ucap Tessa.
"Semuanya jadi kacau!" Keenan merasa gagal memberi kesan keren pada pertemuan pertama mereka.
"Belum terlambat jadi kita bisa memperbaikinya," sahut Tessa seraya mengulurkan satu tangannya. "Mari kita berdansa, Bos!"
Keenan menyambut uluran tangan itu dan Pedro yang melihat itu langsung berlari untuk menyalakan musik.
Alunan musik menyala, Keenan dan Tessa berdansa, mereka sudah biasa berdansa saat dulu menghadiri pasta dari rekan bisnis. Tapi malam ini, rasanya sangat berbeda.
"Ladies first," ucap Keenan mempersilahkan.
Tessa menarik nafasnya dalam. "Maafkan aku karena pergi tanpa berpamitan!"
"Apa alasanmu pergi? Apa kau memang hanya ingin bebas atau karena aku?" cecar Keenan walaupun dia tahu alasan utama Tessa pergi.
"Aku tidak mau berbohong tapi aku menahan perasaanku memang demi kau dan aku bisa melihat semua perubahanmu. Aku selalu mencari berita tentangmu," ungkap Tessa.
Keenan langsung memeluk gadis itu. "Aku kira kau membenciku sampai aku tidak berani mengganggumu, aku selalu mengawasimu Tessa. Aku bahkan tahu kau berada di negara mana saja!"
"Ya, aku tahu sekarang, kenapa kita bisa bertemu seperti ini Kim Kee Nan," ucap Tessa dengan kekehan.
__ADS_1
"Jadi ini salah paham, 'kan? Perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan, 'kan?" tanya Keenan yang tidak mau lagi menyembunyikan perasaannya. Dia tidak mau kehilangan Tessa lagi. "Semenjak kau pergi, aku tidak tertarik pada siapa pun!"
Tessa merasa terharu mendengarnya, dia membalas pelukan Keenan tanpa kata-kata. Sampai dia merasa punggung telanjangnya dielus oleh lelaki itu.
"Kau pasti sengaja membeli gaun model ini, 'kan?" tanya Tessa.
"Kau memang bisa membaca pikiranku, aku harus memberimu hukuman berat setelah ini!?" sahut Keenan berseringai.
_
_
_
_
Elus2 dulu ye kan😅
Sorry kalo sering telat ya gaes ya, selain sibuk di RL, author juga ngerjain beberapa judul cerita.
Mampir juga di judul ini ya [ rada maksa😅]
Judulnya My Hot Villain
__ADS_1