
Di sebuah panti asuhan terdengar gelak tawa anak-anak yang sedang bermain. Tessa yang ada di sana memotret anak-anak tersebut, terlihat wajah-wajah polos itu begitu bahagia.
"Tessa..." panggil salah satu suster.
Tessa mendatangi suster tersebut dan mereka duduk di sebuah kursi kayu panjang.
"Kau akan berpindah tempat lagi?" tanya suster sambil menatap gadis cantik itu.
"Iya Suster, sudah 6 bulan aku menetap," jawab Tessa yang matanya mengarah lurus ke depan.
"Kali ini kau akan ke mana?"
"Aku masih belum tahu,"
Suster itu menggenggam tangan Tessa. "Apa kau akan hidup selamanya seperti ini?"
"Entahlah, aku pikir setelah aku bebas, aku akan bahagia. Tapi justru aku merasa kesepian, aku berpindah-pindah tempat untuk mencari apa yang menjadi tujuan hidupku, sudah 4 tahun dan aku tetap tidak menemukannya," keluh Tessa.
__ADS_1
"Aku merindukannya..." Tessa akhirnya menumpahkan air matanya. "Aku ingin kembali tapi apa dia mau menerimaku? Dia bahkan tidak mencoba mencariku, aku pikir dia akan kehilangan aku tapi ternyata hidupnya lebih baik sekarang!"
Tessa merasa jika Keenan tidak peduli padanya padahal selama ini Keenan terus mengawasinya dan menahan diri.
Dua orang yang sama-sama saling memendam perasaan dan salah paham yang menjadikan mereka begitu jauh sekarang.
"Kalau kau tidak mendatangi dia, bagaimana kau bisa tahu," ucap Suster mencoba menasehati. "Dari pada begini, kau berburuk sangka yang menjadi beban. Mungkin dia juga melakukan hal yang sama karena kau pergi begitu saja! Pasti dia juga berpikir jika kau tidak ingin bersamanya!"
Ah, kenapa penyesalan selalu datang terlambat. Seharusnya memang Tessa mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu.
Setelah pembicaraannya dengan suster, Tessa berterima kasih dan berpamitan pergi. Dia harus berkemas tapi sebelum itu, Tessa berbelanja di swalayan untuk makan malam terakhirnya di negara itu.
Tessa membuka freezer swalayan dan menemukan aneka frozen food salah satunya olahan ikan dari pulau Borgia.
"Sudah lama sekali aku tidak ke sana," gumam Tessa.
Keenan memang benar-benar memakai ide Tessa untuk mensejahterakan penduduk lokal pulau Borgia. Bukan hanya menjadi pemasok ikan di fish mart tapi Keenan juga membuat olahan dari ikan-ikan tersebut dan disebarkan ke berbagai negara.
__ADS_1
Sekarang Tessa tahu tujuan selanjutnya, dia akan ke pulau Borgia.
Persiapan demi persiapan Tessa lakukan, seperti biasa dia akan mendonasikan atau menjual barang-barangnya dengan harga murah. Kemudian dia membawa barang seperlunya saja.
Dan hari keberangkatan ke Pulau Borgia tiba. Entah kenapa perjalanan kali ini begitu mendebarkan mungkin karena Pulau Borgia menyimpan kenangan tersendiri antara Tessa dan Keenan.
Begitu sampai, hal yang dilakukan Tessa adalah berkeliling. Tempat itu mengalami banyak perubahan dari terakhir kali dia ke sana. Yang paling utama adalah proyeknya bersama Keenan dulu.
Bangunan kokoh dan menjulang tinggi bisa lihat Tessa sekarang.
"Kim Jong Doo!" seru Tessa saat melihat poster besar artis itu di depan layar besar mall.
"Kencan? Aaaa..." Tessa tampak kegirangan. Dia segera ikut antri di parfum store Flo dan membeli beberapa parfum.
"Satu item satu kupon, silahkan diisi!"
Tessa mengisi kupon undiannya dengan nama Rose dan berharap bisa menang supaya bisa berkencan dengan artis Korea.
__ADS_1