My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 66 - The Proposal


__ADS_3

Tessa terus mengomel, dia tidak sadar kalau Keenan tengah berjuang mati-matian menenangkan jiwanya.


"Kee, kau tidak apa-apa?" tanya Tessa saat menoleh ke sampingnya. Dia melihat Keenan memejamkan matanya, dia takut Keenan sakit mengingat tubuhn lelaki itu yang perlahan-lahan menjadi rusak.


Rasanya kalau Keenan dibawa ke rumah sakit akan memalukan jika dokter bertanya apa keluhannya. Tessa tidak sanggup membayangkan.


Tessa melirik ke arah tas mereka, ada beberapa mie cup di sana.


"Kita kan belum makan," ucap Tessa kemudian.


Beruntung Pedro melengkapi dengan kompor kecil. Tapi, bagaimana dengan air?


Tessa mencari air mineral dan segera merebusnya, sementara hanya mie cup yang bisa jadi pengganjal perut mereka.


Padahal sebelumnya, Keenan sudah membayangkan akan memancing ikan bersama Tessa.


Beberapa menit berlalu, mie cup sudah jadi. Tessa memberikan satu pada Keenan.


"Makanlah, Bos," perintah Tessa.


Keenan mengambil mie cup pemberian Tessa dan memakannya.

__ADS_1


"Aku jadi teringat waktu kau alergi dan kita mencari mie di tengah malam," ucap Tessa mengingat masa lalu, dia tidak suka dengan keheningan yang ada.


"Hm, saat itu juga pertama kali kita berciuman," sahut Keenan kembali mengingat Tessa menyerangnya. "Mungkin saat itu juga tubuhku perlahan tidak terkendali!"


"Hahaha... Mungkin itu balasan karena kau sering bermain wanita jadi saat kau ingin mencoba serius dengan satu wanita, kau mengalami gangguan aneh," balas Tessa seraya tertawa puas.


"Mengenai itu, aku minta maaf," ucap Keenan lirih.


"Minta maaf kenapa?" tanya Tessa bingung. Dia menoleh dan melihat wajah Keenan mencari jawaban.


"Karena kau wanita kesekian kali yang akan aku tiduri," jawab Keenan.


"Aku dulu dengan Albert juga hampir melakukannya tapi karena aku selalu sibuk jadi kami selalu gagal melakukannya,"


"Saat aku setres dengan pekerjaanku, aku juga sempat berpikir akan menghabiskan malam dengan gigolo!"


"Tapi, aku juga gagal karena kau yang mengacaukannya. Dan sepertinya memang kau yang jadi pemenangnya, Bos!"


Keenan tersenyum tipis mendengarnya, dia bersumpah akan membahagiakan Tessa. Untuk itu, dia harus bisa mengontrol tubuh rusaknya.


"Jangan panggil aku bos lagi, kau bukan bawahanku," ucap Keenan.

__ADS_1


"Bagaimana ya, aku sudah terbiasa," sahut Tessa sambil meminum kuah mie-nya. Mie cup itu sudah habis tapi rasanya dia masih lapar.


Tessa mencari makanan lagi dan menemukan beberapa roti.


"Aku tidak memikirkan masalah cuaca, kencan kita jadi kacau begini," keluh Keenan merasa bersalah karena membuat Tessa kelaparan.


"Sebenarnya aku ingin marah tapi mau bagaimana lagi, hujan juga tidak berhenti, sepertinya memang hujan badai, kalau pun memanggil Pedro, dia tidak akan bisa ke sini," tanggap Tessa. Mungkin jika cuaca terus begitu, mereka bisa benar-benar terjebak di pulau terpencil itu.


"Aku berharap daddy tahu dan opa ku sudah datang jadi mereka bisa menjemput kita," ucap Keenan penuh harap.


"Opa bajak lautmu?"


"Iya, dia pasti bisa melewati hujan badai dan menjemput kita,"


"Lain kali, berpikirlah normal kalau ingin berkencan, Bos!"


"Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan bersama wanita lain,"


Keenan jadi teringat jika Tessa memintanya untuk melamar secara benar. Lelaki itu meraih jemari Tessa dan melepas kembali cincin yang dia sematkan.


"Tessa, aku tidak pandai merangkai kata-kata indah tapi aku hanya ingin bilang jika aku benar-benar menyukaimu, mau kah kau jadi dermaga terakhir untuk melabuhkan pedang panjangku?"

__ADS_1


__ADS_2