
Tessa sampai tidak tidur karena memikirkan permintaan Keenan yang ingin mempunyai anak kembar.
"Bagaimana kalau aku tidak bisa mengandung anak kembar?" gumam Tessa sambil mengelus perutnya.
Sampai bunyi alarm mengalihkan atensi Tessa, gadis itu melihat jam di ponselnya dan ternyata sudah pagi.
"Astaga, aku tidak tidur semalaman!" Tessa langsung memeriksa wajahnya di depan cermin. "Apa mata pandaku kelihatan?"
Tak lama pintu kamarnya diketuk, ternyata Grandma Kate datang untuk melakukan perawatan ala sultan pada Tessa.
"Sebelum make up artist dan hair stylish nya datang, kau harus melakukan perawatan dulu, ayo kita ke kamar mandi," ajak Kate.
Kate mengisi air di bath up kemudian memberikan serbuk susu khusus untuk kulit yang dia beli dari Jepang. Kate juga menambahkan beberapa essence oil supaya Tessa rileks.
"Cepat lepas bajumu dan berendam di sini, tidak perlu malu padaku," ucap Kate yang selalu bersemangat dalam urusan kecantikan.
"Aku juga punya kado untukmu nanti," tambah Kate.
"Apa itu, Grandma?" tanya Tessa jadi penasaran.
"Lihat saja nanti di kamar pengantin kalian, ayo cepat masuk!" pinta Kate lagi.
__ADS_1
Akhirnya Tessa membuka bajunya dan berendam di bath up yang sekarang airnya menjadi seperti air susu.
Saat Tessa sudah berendam, Kate segera memberi masker pada wajah Tessa dengan memijit wajah gadis itu perlahan.
"Ingat ya, Tessa. Sesibuk apapun kau nanti mengurus rumah tangga, kau harus tetap memperdulikan penampilanmu. Setidaknya kau harus menghargai dirimu sendiri karena semua wanita itu berhak untuk tampil cantik," ucap Kate memberi wejangan.
"Okay, Grandma. Aku akan banyak belajar darimu," sahut Tessa senang sekali.
Hampir satu jam Tessa berendam sampai make up artist dan hair stylish tiba, Silver dan Bianca juga ikut menyusul. Tessa segera mempersiapkan diri, perasaan Tessa semakin berdebar-debar.
"Tidak usah gugup, kau harus percaya diri," ucap Silver yang tahu bagaimana perasaan Tessa.
"Thanks, Mom." Tessa merasa semakin terharu tapi dia menahannya supaya tidak cengeng.
"Siapa yang akan menjadi pengiring Tessa nanti? Arse, Nick atau Grey?" tanya Kate yang belum membicarakan hal itu.
"Tentu saja Grey," sahut Silver. Dia merasa jika suaminya yang lebih berhak.
Kalau dipikir-pikir, Tessa belum berbicara empat mata dengan Grey semenjak gadis itu kembali.
Tessa jadi kembali overthinking, dia takut Grey menerimanya karena terpaksa. Tapi, saat sampai di tempat acara semua pikiran itu sirna karena Grey sendiri yang menyambut ketika Tessa turun dari mobil.
__ADS_1
"Kau sangat cantik hari ini, Tessa," ucap Grey. Calon mertua Tessa itu mengulurkan satu tangannya.
Tessa menyambut uluran tangan hangat itu, rasanya Tessa kembali menjadi gadis kecil yang Grey tolong dulu.
"Maafkan aku, Tuan. Seharusnya aku tidak lancang masuk ke keluarga ini," ucap Tessa pilu.
"Apa maksudmu? Justru aku kasihan padamu karena berjodoh dengan begundal gila itu," sahut Grey sambil tertawa. "Jangan rendah diri, aku bersyukur kau menjadi menantuku!"
Grey mengecup kening Tessa yang membuat gadis itu akhirnya meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan tapi air mata karena merasakan cinta dan kasih sayang keluarga.
"Ayo, aku antar pada pengantin priamu!" ajak Grey.
Keduanya berjalan perlahan memasuki tempat acara di mana Keenan yang berdiri sedari tadi menunggu calon istrinya datang.
Pedro yang menjadi pembawa acara segera mempersilahkan Tessa masuk.
"Mempelai wanita, silahkan masuk!" seru Pedro.
Semua mata melihat ke arah Tessa dan Grey, mereka berjalan diiringi taburan bunga beserta musik yang romantis.
"Badumb... Badumb... Badumb..."
__ADS_1
Jantung Keenan mulai kambuh karena melihat Tessa yang begitu cantik memakai balutan busana pengantin.
"Please, jangan sekarang," batin Keenan yang merasa kakinya tidak bisa digerakkan seperti kejadian di lift waktu itu.